tentang spiritualisme

sejak awal munculnya neo spiritualisme seperti SQ, ESQ, Quantum bla-bla-bla, saya justru merasa semua itu tidak sesuai fitrah dan bahkan mengaburkan makna islam dari sumbernya sendiri, ibarat kita mencari mata air tetapi yang ditawarkan kepada kita adalah air mineral berkemasan. tentu saja dikemas secara ekonomis dan komersial, sehingga untuk khusyuk dalam shalat saja harus bayar sekian juta rupiah dengan dalih investasi. padahal Rasulullah saw dan para pendakwah di jalan yang sahih tidak pernah meminta upah apapun dengan dalih apapun kecuali dari Allah berupa surga dan kenikmatannya.

neospiritualisme hanya cocok bagi mereka yang sudah jauh dari sumber ilahiah, dan hal itu pun patut dicatat hanya sebagai langkah pertama menemukan mata air. bagi muslim yang sudah berada di tengah segara justru harus semakin dalam menyelam memanen mutiara keimanan, bukannya kembali mentah lagi ke asal mula pencarian.

seharusnya sebagai muslim yang memiliki warisan yang berharga (alquran dan assunnah) tidak perlu mencari-cari bentuk lain pengembaraan spiritual karena sudah terpampang jelas pada warisan tersebut cara yang mudah dalam menemukan kedamaian di hati, di kehidupan dunia maupun akhirat.

5 Balasan ke tentang spiritualisme

  1. bubu radya mengatakan:

    @bahauddin & spirit:
    Islam kan memang ada dari awal zaman sampai akhirnya, jadi menurut saya kata “mundur 1000 tahun ke belakang” itu kurang tepat. Saya pikir Mas Andi hanya ingin mengajak orang untuk memurnikan keIslamannya, agar jangan sampai seorang muslim membuat-buat “pembaharuan yang terlalu revolusioner”, yang dikhawatirkan, justeru membuatnya jauh dari Allah dan sunnah Rasulullah SAW.
    Wallahu’alam.

  2. spirit mengatakan:

    Berburuk sangka – itu hanya membuat anda mundur 1000 tahun ke belakang… Hmmm…

  3. bahauddin mengatakan:

    perenungan yang menyadarakan sekali. memang perenungan Anda ada benarnya, tetapi apakah semua orang islam tahu dan sadar akan jalan menuju ke hadiratNya. sebenarnya umat islam tahu orbit Ilahi, namun ia tidak tahu jalan untuk kesana, dan ini yang mengejala uma islam di zaman akhir ini. menurutku munculnya SQ, ESQ, dll merupakan suatu pembaharuan dan penyegaran keilmuan islam yang revolusionis. memeng benar Al Quran dan Assunah adalah sumber yang sudah jelas menunjukkan jalan kebenaran dan ketentraman hati. namun masalahnya adalah apakah manusia bisa menafsiran atas dalil tersbut sesuai zaman (likulli zaman). beruntung kia masih Allah menurunkan orang -orang seperti mereka untuk melestarikan Al-Quran dan Assunah. akhirnya kebutuhan spiritual manusia dapat terpenuhi dengan bijak.

  4. andi mengatakan:

    mendapat upah dari mengajar? tentu saja boleh pak Adjie. bagaimana nanti para guru menghidupi diri dan keluarganya jika tidak mendapat upah mengajar? pelajaran dan pelatihan tentu membuat orang menjadi lebih tahu dan lebih ahli di bidang yang dipelajarinya. tentu akan lebih bermanfaat jika berkaitan dengan pekerjaannya sehingga dapat bekerja dengan lebih baik.

    neo spiritualisme yang saya singgung adalah kembalinya manusia post modern kepada kehidupan spiritual karena selama hidup di masa modern mereka justru kehilangan banyak nilai-nilai spiritual, menyingkirkan Tuhan dari kehidupan mereka, akhirnya mengalami kekosongan batin dan kebingungan arah tujuan.

    seorang muslim, dimasa manapun berada seharusnya tidak perlu kehilangan nilai-nilai spiritual karena pada dasarnya ajaran Islam menyeimbangkan antara jiwa dan raga, akhirat dan dunia. jika muslim ikut-ikutan kehilangan maka langkah terbaik baginya bukan dengan ikut-ikutan neo spiritualisme, tetapi dengan kembali kepada alquran dan sunnah Rasulullah.

    mohon maaf jika kurang berkenan

  5. adjie mengatakan:

    assalamu’alaikum
    Apa kabar Mas ?

    Menarik tulisan Anda ini Mas. Jadi bagaimana dong Mas, orang-orang yang cari nafkah dari fee peserta pelatihan ? Masih boleh nggak terima uang itu ? ATau kalau ngajar modalnya ikhlas aja tanpa pasang tarif ?

    Mohon sharing nya Mas. Soalnya saya juga dapat uang dari kegiatan “ngajar”.
    aku tunggu ya Mas

    matur nuwun – wassalam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.822 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: