21 Agustus, 2017

Malang nian nasib para pejalan kaki, sudah trotoar diambil oleh kaki lima, galian kabel, atau pelebaran jalan, melangkah di sisi jalan pun bertabrak motor, diklakson mobil. ūüė¶

View on Path


Panjat pinang 

17 Agustus, 2017

Fb menggunakan gambar panjat pinang sebagai apresiasi atas kemerdekaan bangsa Indonesia dan hari lahir RI. Padahal menurut artikel yang ditulis oleh seorang sejarawan yang pernah saya baca, panjat pinang adalah warisan kolonialisme. 

Bangsa Eropa membawa budaya permainan gladiator ke wilayah pendudukan sebagai sarana hiburan bagi mereka. Permainan gladiator mempertontonkan perbudakan, penindasan, egoisme, semangat untuk saling menjatuhkan, kepentingan sesaat, demi memperoleh hadiah yang sedikit dan tidak berharga. 

Permainan panjat pinang, memberi gambaran serupa itu. Walaupun sebagai permainan yang menghibur dan terus digemari, panjat pinang amat jauh dari peradaban dan tidak mewakili rasa kemerdekaan itu sendiri.

Ataukah justru menjadi simbol perlawanan rakyat yang putus asa dan kehilangan kemerdekaan oleh karena penjajahan dari bangsa sendiri? 

@ndi, 17082017



16 Agustus, 2017

Wahai ayah, anak adalah anugerah dari Allah yang semestinya engkau syukuri. Anak adalah amanah yang wajib engkau tunaikan hak-haknya. Anak juga ujian untuk menjadikanmu lebih bertakwa. 
Wahai ayah, semua fasilitas yang engkau berikan kepada anak-anakmu menjadi sebab kebaikan maupun keburukannya. Berikanlah yang terbaik, dan hindarkanlah dari yang buruk. 
Wahai ayah, apa yang diperlukan anak-anakmu bukan sekadar materi, bukan pula sekadar cinta dan kasih sayang. Mereka lebih sangat memerlukan doa dan keteladanan darimu.
Wahai ayah, madrasah pertama bagi anak-anakmu adalah ibu mereka. Adapun engkau adalah kepala sekolahnya. Maka didiklah sang ibu, niscaya ia mendidik anak-anakmu dengan baik. 
Wahai ayah, adalah wajar anak-anak berbuat nakal atau membuatmu kesal. Namun hendaknya engkau menjaga lisanmu dari melaknat, gantilah ia dengan doa semoga Allah memberi petunjuk dan memperbaiki mereka. 
Wahai ayah, seberapa besarnya perhatianmu, seberapa beratnya pengorbananmu, seberapa banyak upayamu untuk anak-anak. Sesungguhnya mereka bukan milikmu,  tapi milik Allah. Maka bertawakkal kepada-Nya, adalah pelipur bagimu. 
Wahai ayah, bersihkanlah dirimu dan banyak-banyaklah berdoa. 
@ndi, 23111438
Inspirasi dari ceramah Ustaz Jazuli,  Lc. 

Gambar oleh @afrinaldi.zulhen 

– at Masjid Jami’ Daarul Adzkar

View on Path


10 Agustus, 2017

at Stasiun Bogor

See on Path


10 Agustus, 2017

Rumah – Stasiun Depok Baru, 5 km, go-jek, Rp7 ribu, 15 menit.

Stasiun Depok Baru – Bogor, 25 km, Commuter, Rp3 ribu, 35 menit.

Stasiun Bogor – Hotel Santika Bogor, 3 km, Angkot 03, Rp4 ribu, 10 menit. – at Hotel Santika Bogor

View on Path


9 Agustus, 2017

Rumah – Ragunan, 10 km, go-jek, Rp10 ribu, 20 menit;

Ragunan – Duren Tiga, 6 km, Busway, Rp3,5 ribu, 15 menit;

Duren Tiga – Mampang, 2 km, Busway, -, 50 menit;

Mampang – Wisma Mulia, 1 km, jalan kaki, -, 10 menit. – at Wisma Mulia

View on Path


Penderitaan

3 Agustus, 2017

“Aku banyak baca tentang orang-orang yang menderita,” istri bercerita kepada suaminya, “macam-macam kelakuannya. Ada yang menagih simpati publik dengan mengungkapkan penderitaannya. Ada juga yang tidak ketahuan malah terlihat sangat bahagia.”

Suami menimpali, “Itu bisa membantu kita mensyukuri bahwa derita yang kita rasakan tidaklah seberapa dibandingkan mereka, bukankah demikian?”

“Apaan ya, rahasianya orang yang tidak pernah terlihat menderita?” tanya istri.

“Coba Bu pandang bulan itu,” suami menunjukkan tangannya ke arah langit, “pernahkah kita melihatnya tak indah?”

“Maksudnya?” istri bertanya.

“Apa yang ditampakkan oleh bulan kepada kita di bumi adalah segala keindahan: cahaya. Entah ia bentuknya sabit, separuh maupun purnama. Tetapi, pernahkah kita mengetahui sisi gelap bulan?” kata suami.

“Ia pandai menutupinya, begitukah?” tanya istri. 

Suami tersenyum lalu menyimpulkan, “Setiap orang tentu punya sisi gelap. Punya penderitaannya sendiri-sendiri. Bagaimana mereka menyikapi itulah yang membuat perbedaan pada apa yang tampak.”

@ndi, 10111438

Picture by @karunjw

View on Path


%d blogger menyukai ini: