Kopi kapal api

14 Desember, 2017

Orang awam memang tak pandai menilai kopi, seperti para pecinta kopi yang mampu membedakan rasa dan membuat peringkat. Orang awam meminum kopi, karena kebiasaan, teman kudapan atau rokok.

Karena bagi pecinta, intense adalah maksud. Adapun bagi awam, kenikmatan yang sekadar mampir.

@ndi.ep, 14122017

View on Path

Iklan

Jungkir balik

7 Desember, 2017

Karena hidup itu rumit, jungkir balik pun dijalani.

😂 — Di Halte TransJakarta Gatot Subroto Jamsostek

View on Path


Kejutan

7 Desember, 2017

Dunia itu penuh kejutan, tak ada yang tahu akan bagaimana. Sebentar sehat, kemudian sakit. Sebentar miskin, kemudian kaya. Sebentar sukses, kemudian bangkrut. Sebentar bahagia, kemudian sengsara. Jadi buat apa mengejar hal-hal yang tak pasti?

Begitupun kejutan pagi ini, busway 6B yang biasanya melaju menuju Mampang Prapatan, tak disangka membawaku melalui Layang Antasari dan membuatku turun di halte Bendungan Hilir.

07122017 – at Halte TransJakarta Bendungan Hilir

View on Path


Penikmat kopi

6 Desember, 2017

Ada pepatah Arab menyebutkan:

“Jadilah dalam hidup sebagaimana peminum kopi; nikmatilah kegelapannya dan kepahitannya.”

#shapeyourbody
#shapeyoursoul

View on Path


Bintang

4 Desember, 2017

Sayangku, tahukah kamu mengapa indahnya bintang di malam ini tak mampu ditangkap oleh kamera biasa?

Selain karena terkalahkan oleh cahaya purnama, sebab hanya kamera tertentu saja yang mampu mengabadikannya.

Begitupula kebaikan-kebaikan suami, selain terhalangi ketika datang bulan, hanya dapat dilihat oleh mata hati tertentu dari sang istri.

😅

@ndi.ep 16031439

View on Path


3 Desember, 2017

– at Halte TransJakarta Ragunan

View on Path


3 Desember, 2017

Dongeng di pagi hari.

Nyanyian puji syukur dilantunkan bagai litani, memecah syahdu terbitnya fajar. Menyambut lahirnya seorang anak manusia, konon alam semesta tercipta karena dia.

Seekor burung merak yang berkeringat. Empat tetes menjelma empat khalifah. Dua tetesnya menjelma langit dan bumi.

Dibacakan dari sebuah kitab, dibagikan ke seantero jagad. Menyentak kesadaran dan logika. Sebab dongeng tak perlu asal usul.

😶

@nd, 15031439

View on Path


%d blogger menyukai ini: