perempuan itu cantik 2

14 Mei, 2004

masih lanjutan tulisan yang kemarin…

siapa sih perempuan yang ga mau dibilang cantik? hampir tak ada! semua perempuan yang pernah hidup di dunia mengakui bahwa mereka ingin dikatakan cantik, bahkan yang “tidak cantik” pun ingin cantik.

Sering kita lihat pasangan-pasangan insan yang menurut kita “tidak tampan-cantik” tetapi mereka mampu menjalani hidup sebagai pasangan kekasih. Bahkan ada pula yang tidak bisa dikatakan buruk rupa (karena lebih buruk) mereka bisa saling menerima. Lalu dimana letak “kecantikan” itu?

Ternyata “kecantikan” adalah sebuah persepsi, yang masing-masing orang boleh berbeda.

Tetapi ada kesepakatan tentang kata “cantik” secara fisik, adalah perempuan yang wajahnya putih bersinar, kulitnya putih berseri, rambutnya hitam panjang lurus bak mayang terurai, hidungnya mancung, dagunya lebah bergantung, alis matanya semut beriring, bulu matanya lentik, lehernya jenjang, tinggi dan berat badannya proporsional, tubuhnya slimmy, telapak kakinya proporsional, pandai merawat diri, buah dadanya seimbang …

waduh, makin berkhayal yang gak-gak… 🙂

tapi kamu sepakat kan, kalau menemukan perempuan seperti itu pastilah perempuan yang cantik? Sedikit di bawah cantik, agar tidak mengatakan “tidak cantik” adalah kata-kata “manis”, “menarik”, “sedap dipandang mata”.

bicara tentang telapak kaki, ada kisah di Cina, bahwa perempuan-perempuan yang hendak dipersembahkan sebagai gundik raja ataupun dipersiapkan sebagai permaisuri dan putri kerajaan, kaki mereka dibungkus dengan sepatu yang rapat dan kencang sedari usia muda, agar kelak kaki mereka kecil… hehehehe… (ga logis banget ya? tapi ini bener lho!)

kembali ke masalah, perempuan-perempuan yang “tercipta” untuk cantik, patutlah bersyukur karena mereka cantik secara fisik. Lalu bagaimana dengan mereka yang tercipta “tidak cantik”? Sampai saat ini, mereka terus menerus berusaha untuk kelihatan dan menjadi “cantik”, sehingga kita akan menemukan perempuan yang menggunakan make-up berlebihan, cantik sih… cuma kelewatan, bisa bikin “njelehi”

kecuali perempuan-perempuan yang sadar, bahwa mereka memiliki potensi kecantikan lain…

(we will talk about this later…)

Oleh karenanya kita juga bisa melihat perusahaan-perusahaan kosmetika, berlomba-lomba berinovasi kecantikan, untuk membuat konsumen mereka yaitu para perempuan, terlihat cantik. Dari bedak, alas bedak, lipstik, eyeshadow, lulur, body lotion, pelembab muka, shampoo, dan semuanya yang ada di salon kecantikan, pedicure, manicure, dll. tersedia untuk mme-permak perempuan terlihat cantik.

Tidak hanya kosmetika, ternyata perusahaan nutrisi juga membuat formula untuk kelangsingan tubuh. Ada ketakutan dari para perempuan itu kalau bertubuh “gemuk” atau besar. Maka muncullah istilah “diet” untuk melangsingkan tubuh dalam waktu cepat.

(ini juga salah kaprah: diet dalam bahasa medis adalah pengaturan pola makan yang sehat, baik dan teratur, diikuti oleh olahraga yang seimbang).

Perlombaan itu dimulai dari peragaan model untuk busana…

(bersambung)


%d blogger menyukai ini: