what a wonderful game!

21 Mei, 2004

waktu di badak, kenalanku dari vico ngajak aku main squash, sayang sekali pada saat itu aku harus kembali ke jakarta, tapi kubilang aku pasti akan bermain suatu saat. Luki, namanya, kukatakan kepadanya untuk hubungi aku seandainya dia off ke jakarta.

kamis pagi, dia telpon aku untuk main squash di senayan, sebenarnya pagi itu aku malas kemana-mana, akhirnya aku janji jam 4 sore ketemu di depan stadion. Ternyata aku ketiduran, jam 4 kurang, Luki telpon aku, yang angkat bapakku. segeralah aku dibangunkan, akhirnya aku sms kepadanya bakal datang, walau telat.

jam 5 kurang kuparkir sepeda motorku di depan pintu VIII. Ternyata Luki sudah menunggu di depan pintu IX, akhirnya kami masuk ke Court, sayang semua lapangan sedang penuh, penjaga lapangan menegur kami kenapa gak main padahal Luki sudah pesan court? Akhirnya selama satu jam kami main squash.

Terus terang this is the first time i play squash, but very exciting, keringatmu akan penuh basahi tubuh. Luki coach me very good. I learn many from this game. bakalan ketagihan nih, i thought. Sepertinya bakalan ketemu lagi di court this weekend..

ada yang mau ikutan?


tak inginku

21 Mei, 2004

aku tak ingin
berpikir
ingin…

karena jika tak mampu kujelang
asa bisa jadi luka…

–> (chee, 20052004)

aku tak ingin
katakan
ingin…

karena jika harus luka
jiwa nihilkan tangis…

biarlah doa
inginku…
tak inginku…
menjelma dalam nyata dan bayang..

–> (andi, 20052004)

–thank you–


%d blogger menyukai ini: