simfoni kerinduan

melangkah tunduk akui lara..
susuri perjalanan usia dosa dan pahala
mendaki hikmah derajat mulia
menghampar rasa bahagia
bersimpuh di hadapan-Nya
turuni bukit cahaya kembali ke mayapada

borobudur (nd)

sumbat jiwa telah lepas..
dan gaduh yang sesakkan
hati pemimpi pun telah melebur
duhai Penguasa Nyata,
izinkan hati menuai keberaniannya
menjelang cinta..

–(chee)–

semilir bayu mengempas pasir
deburan ombak mengantar kabar
mentari ucapkan selamat malam
dapatkah layang terbang ke awan?
setepis rindu dilanggamkan..

–parangtritis (nd)

rasa damai menjauh kala kau merindu..
Ada belahan lara yang mencabik
kesadaranmu dan berjuang
lencengkan niatmu..
berapa lama kau sanggup bertahan?

–(chee)–
tebing terjal menanti jiwa
jatuh ke jurang putus asa
genderang perang ditabuh nunggu
jiwa berhati singa..
cinta hanya halte
reguk kekuatan..
rindu cuma seteguk
pelepas dahaga..
hingga Tuhan sampaikan
 

–(nd)–

siapa yang bisa bicara luka
kalau hatinya penuh cinta..
sekali waktu hidup mestilah
merenda keraguan..
tapi Allah teramat sabar
terhadap pengingkaran..
Lalu mestikah sebuah kekecewaan
membuat langkahmu henti..
membuat rasamu hambar..?

–(chee)–
bila simfoni telah dimainkan
orkestra pelipur lara..
bawa daku larut dalam
adukan kecewa dan kehangatan
padukan daku dalam genggaman
kerinduan..
kutulis nada tanpa suara
jerit batin tak henti harap
sampaikan rasaku dengan melodi

Tuhan jangan kau lepas tangan-Mu
yang dengannya daku mampu
gapai putik cinta di hatinya..

–graha sabha ugm (nd)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: