Hidupku Ancur

Hidupku Ancur.

Mungkin itu yang pertama kali terpikir kalau seorang melankolis -seperti misalnya: SAYA- berhasil mengingat dengan susah payah sebab dari suatu tindakan keliru yang dulu dilakukan…

Hidupku Ancur.

Mungkin itu yang tercetus kala kita merasa nggak mampu bertindak pahlawan terhadap -even sekecil apapun- peristiwa yang menjatuhkan perasaan, kehidupan, atau bahkan cinta kita…

Hidupku Ancur.

Mungkin itu adalah justifikasi yang membuat kita merasa nggak mampu berdiri sendiri, atau merasa punya arti atas hidup yang mestinya direnda dengan sabar…

Hidupku Ancur.

Ya kali, tapi dengan yang ancur-ancur itu kita belajar memungut serpihan. Yang mungkin saja membuat kita mendapatkan luka baru…tapi lama-lama membuat kita lebih ahli memperlakukan ujian…atau takdir…

Hidupku Ancur.

Hidupku Sangat Ancur.

Hidupku Ancur-ancuran.

Terserah,

Manusiawi kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: