ritsleting

28 September, 2004

ritsleting adalah kata yang akrab dengan kehidupan kita, dan begitu akrabnya kita sering lupa kalau benda tersebut selalu bersama-sama dengan kita dan memiliki fungsi yang bermanfaat, terutama bagi kejiwaan kita 😉

koran cilik republika membahas tentang cara kerja ritsleting, sedangkan kompas membahas tentang kata ritsleting (yang berasal dari bahasa belanda, ritssluiting) ternyata tidak masuk dalam kamus besar bahasa Indonesia.

dalam bahasa Inggris, ritsleting diartikan sebagai zipper mengenai zipper bisa dilihat di:

tentang zipper
cara kerja zipper atau ritsleting
kenapa ada merek YKK di zipper

anyway about zipper or ritssluiting… aaarggghhh!!!!

my trousers’ zipper is broken :”>

Iklan

another lesson to see

28 September, 2004

beberapa waktu lalu aku ndilalah berkesempatan menjadi comblang. sekarang yang kucomblangi udah memutuskan untuk melangkah ke pelaminan. udah dua minggu mereka menikah. waktu itu aku maksa banget nyomblangin mereka. pokoknya harus jadi, titik. aku kan mau dapet jatah rumah di sorga… wehehe…aamiin…

tapi dua anak ini agak2 gengsian satu sama laen, males (ataw sok males) banget bergerak, terutama si cowok. mungkin akunya juga yang salah, nggak memaparkan alasan2 yang biarpun sederhana dan gak mutu, bisa bikin mereka “bangkit”. tapi emang dasarnya takdir ya, di tengah-tengah kebingunganku harus gimana lagi ngecap, si cowok ndilalah punya waktu buat ketemuan sama si cewek dan “kroni2-nya” yang menyadarkannya akan makna menikah…

dan setelah itu giliran aku dan suamiku yang kaget2… masyaalloooh, quantum leap juga tu anak! mereka pengennya 2 minggu kemudian merit!!! paitnya, aku yang didaulat jadi ketua panitia buat ceweknya… ah! masak penganten baru udah disuruh ngurusin penganten orang… kapan liburannyah??? baru aja bisa bernapas lega setelah hampir2 kena stroke ngurus acara pernikahan dan printilannya yang… allahu akbar! masa sekarang musti kena stroke beneran???

untungnya… kebetulan (yang agak2 disengaja, hehe) aku lagi sibuk skripsi, kebetulan dosenku lagi agak2 susah ditemuin, alhamdulillah… jadinya punya alasan buat melarikan diri… buat puas2in “mengeksploitasi” masku… ;P

tapi ternyata aku kualat, masku ditugasin ke palembang… sampe sehari menjelang pernikahan mereka… hiks2… sepanjang hampir 2 minggu itu aku kaya orang gila, kangeeeeennnnn!!! marah, nyesel… campur2 jadi satu… mana masku susah banget dihubungi, lagi… gak dapet sinyal karena lokasi tugasnya jauh di pedalaman… dan karena kangen juga (nuduh nih…:P) dia sampe bela2in beli kartu as yang harganya mahal karena beli di pelosok kota (ataw kota pelosok?)…

huah! astaghfirullahuladziiiim…

hmmh, sebenernya ada beberapa pertimbangan sederhana yang kupikirkan waktu pertama kali nyoba nyomblangin mereka, yang sebisa mungkin gak kusebut di depan keduanya… habis kayaknya kok gak mutu banget…

1. si cowok buka usaha bimbel, sedangkan si cewek suka ngajar di bimbel,

2. bokap si cewek punya usaha percetakan. dari tiga orang anak2nya nggak ada satupun yang minat meneruskan usaha ini. sementara si cowok punya ketertarikan yang cukup besar terhadap usaha macam ini, mungkin aja dengan keberadaan si cowok, bisnis bokapnya si cewek bisa lebih pesat dan lebih banyak peminat,

3. si cewek suka pempek, bisa dibilang gila pempek. sementara si cowok pun begitu adanya karena beliau adalah orang palembang campur lampung,

4. si cewek orangnya agak serius, perfeksionis, walaupun masih punya sisi2 gila juga… sementara si cowok orangnya easy-going, penggembira, dan sangat ngocol, tapi suka sok2 serius juga…

5. tampang keduanya mirip… kata orang kalo mirip berarti jodo… hahaha (tapi aku dan suamiku juga katanya mirip lhooo…:P)

6. dan lain-lain…

well, mungkin inilah yang disebut serendipity… kecocokan yang digariskan takdir… mungkin memang begini jalannya… simple… alhamdulillah ternyata mereka memang jodoh… padahal awalnya sempet ketar-ketir, bener gak sih aku ngejodoh-jodohin orang pake alasan yang sesimpel ini??? habis, dorongan feelingnya kuat banget, jadi ya sebisa mungkin maju terus… jadi gak jadi pokoknya harus jadi! hehehe…

aku jadi belajar… bahwa kadang kita melihat sesuatu begitu sederhana… tapi siapa yang tahu ternyata di dalamnya ada hal yang luar biasa… ternyata, selain mata yang kasat dan logika yang matang… ada hal lain yang sangat sederhana yang ternyata bisa dipertimbangkan: feeling dan doa…

mudah2an Allah melanggengkan hubungan mereka, aamiin

dan aku juga jadi belajar… gak ada gunanya melarikan diri dari tanggungjawab karena takut jam bersenang-senangnya berkurang… padahal segala sesuatu ada waktunya… kalo udah masanya repot, ya pasti bakalan repot, tergantung kita mau repot yang kayak apa, yang bermanfaat atau yang menyedihkan…

well, dibikin enjoy aja kali’…!

tentang winda dan emiel…

buat mas: ayo kita bangun rumah di surga! yang lebih cantik…


the year of living dangerously

27 September, 2004

the year of living dangerously Posted by Hello

tahun penuh bahaya, begitu kira-kira judul novel yang dibuat oleh CJ Koch, novelis Australia, menggambarkan tahun 1965 di Indonesia, masa itu memang penuh revolusi.

cerita yang berlatar belakang kota Jakarta pada tahun terakhir kekuasaan presiden Soekarno, dimana saat itu terjadi krisis ekonomi yang sangat parah. Mengisahkan perjalanan beberapa orang jurnalis Australia: Guy Hamilton, Billy Kwan dan Jill Bryant. dengan fokus cerita pada Billy Kwan, seorang pria cebol yang sangat mengagumi Sukarno.

pada tahun 1982, Peter Weir, sutradara Australia, membuat film yang diangkat dari novel ini dengan judul yang sama, the year of living dangerously, yang dibintangi oleh Mel Gibson, Linda Hunt dan Sigourney Weaver.

ada beberapa kisah menarik di balik film ini:

1 film ini dilarang beredar di Indonesia oleh mantan presiden Suharto, barulah tahun 2000, film ini diselesaikan di Indonesia.

2 banyak dialog bukan dalam bahasa Inggris atau Indonesia, dan juga bukan bahasa Jawa, melainkan bahasa Tagalog. ini karena pengambilan gambar dilakukan bukan di Indonesia melainkan di Filipina.

3 banyak peran yang tidak diperankan oleh orang Indonesia, melainkan orang Filipina.

4 Billy Kwan diperankan oleh Linda Hunt

sayang sekali dalam film ini fokus cerita berpindah ke Guy Hamilton (Mel Gibson) bukan kepada Billi Kwan seperti dalam novelnya.

film ini ditayangkan oleh MetroTV dalam PanasonicCinema edisi 26 September 2004.


tentang film XXX

27 September, 2004

penasaran tentang kepuasan apa sih yang didapatkan oleh orang-orang yang menonton film XXX rating, kebetulan seorang teman bersedia meminjamkan VCD-nya. maunya sih membungkus dengan cerita, tapi yang ada cerita cuma hiasan saja. >80% isi film hanyalah adegan-adegan hardcore yang menampilkan sex intercourse dengan berbagai macam foreplay dan posisi. kok lama-lama jadi memuakkan dan justru tak menarik lagi bagiku. tak ada satupun manfaat dan kepuasan yang kudapat dari film semacam itu kecuali gambar-gambar menjijikkan, manalagi gak habis pikir kalau mereka yg suka nonton itu memutar dari awal sampai akhir yang memakan durasi 2 jam (untungnya daku menonton dengan mem-forward adegan demi adegan sehingga beberapa menit saja), bayangkan betapa banyak waktu terbuang untuk hal yang tidak manfaat???

terus terang, film XXX rated memang macam candu buat orang-orang yang ketagihan tapi “tak mampu”, begitu rendahnya kepercayaan diri mereka sehingga harus menonton blue film, berkali-kali bahkan setiap kesempatan. kok, tahu sih? ya begitulah menurut rubrik pertanyaan seksologi di media-media yang ada (misal klinikpria.com), bahkan sampai ke syariahonline pun ditanyakan juga tentang hukum syariahnya menonton blue film.

sex adalah naluri yang diberikan oleh Tuhan, dan naluri (insting) dapat bergerak begitu saja menurut ketentuan Tuhan tanpa harus dipelajari, siapakah yang mengajarkan sex kepada binatang? apakah mereka belajar dari orang tua mereka atau dari hewan lain? menurut kitab suci, apapun yang dilakukan oleh hewan adalah sesuatu yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepada mereka. Nah, bagaimana dengan manusia?

seharusnya sex manusia juga naluri alamiah, dan yang perlu dipelajari oleh manusia saya kira bukanlah dengan menonton adegan syuur, tetapi justru dengan mengetahui fungsi organ dan fungsionalitasnya agar melahirkan generasi yang berkualitas secara iman, akal dan fisik. kembalikan saja kepada kitab suci, apa yang telah dikabarkan oleh Allah dan nabi-Nya itulah yang menjadi tuntunan sex yang baik dan berkualitas tentu saja.


…panas…

21 September, 2004

cuma mau komentar tentang dunia yang semakin panas !!! it SUCKS!


Make A Wish

21 September, 2004

Satu harapanku di awal langkahku menuju pernikahan: Semoga Allah berkenan melimpahkan berkah-Nya pada kami, pada pernikahan kami, dan semoga kami berdua dihimpunkan-Nya dalam kebaikan.

Sekarang sudah sebulan lebih sedikit kami bersama. Ada kegilaan, banyak hal mengagetkan, mengharukan, sedih, nge-bete-in… Ada beda pendapat, adu argumen, kelegaan, penundaan… Ada banyak pelajaran untuk ikhlas, untuk terbuka, untuk pede… Ada cinta…

Lalu, sedikit-sedikit kami mulai membangun harapan. Harapan bisa beribadah dengan kuantitas dan kualitas yang lebih baik, harapan agar terus-menerus bisa merasa seperti layaknya pengantin baru, harapan bisa semakin baik menjalani amanah sebagai suami/isteri… sampai harapan punya rumah, punya kendaraan roda empat, atau segera dikaruniai momongan…

Ternyata mengharap berkah itu detail… beresonansi dalam banyak harapan2 manusiawi kami… kami jadi berharap yang detail2 itu pun diberkahi…

Sisi positifnya, kami jadi berusaha agar lebih ikhlas ketika harapan2 yang detail itu belum diwujudkan-Nya… Allah yang paling tahu kapan, dimana, bagaimana, dsb, harapan2 itu dikabulkan sekaligus diberkahi-Nya…


kenapa PKS masih dukung SBY-JK?

20 September, 2004

hari ini pemilu presiden putaran ke-2, kok terlihat sepi-sepi aja ya? gak ada antusiasme dan gairah masyarakat?

oh iya, kalo mau tahu kenapa PKS masih aja dukung SBY-JK walaupun dikhianati pada saat pemilihan ketua DPRD di berbagai tempat… klik aja di sini

ada untaian hikmah dari alhikam karya Ibn Athaillah yang sangat bagus untuk jadi bahan renungan:

tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan, jangan membuatmu berpatah harapan. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau ingini

Mari kita jelang perubahan!


%d blogger menyukai ini: