satu

matahari sudah meninggi, sudah jauh meninggalkan pagi, baru saja melewati batas duha, sebentar lagi, hampir semua orang berharap, mereka berkumpul menantikannya, sebentar lagi, orang-orang berkerumun di jalanan, menuruni tangga-tangga gedung, memenuhi lift-lift, tumpah ruah di jalan-jalan, sebentar lagi, menantikan yang akan datang lepas tengah hari…

tapi jam tangan masih menunjukkan waktu terlalu pagi, tidak pas untuk memenuhi janji, katanya ia hadir lepas tengah hari… sementara terik makin membakar kulit, mendung enggan bergabung sekedar memberi sedikit keteduhan. orang-orang yang telah memenuhi jalanan semakin banyak, tak sabar, peluh mereka membanjiri selokan, “siapa sih yang akan hadir?” batin mereka bertanya-tanya. “katanya sebentar lagi,” sebagian bicara kepada sebagian yang lain, ada juga yang diam tak mampu berkata, atau diam menerka-nerka apa yang akan terjadi.

langit yang cerah, dimakan gulitanya nimbus, matahari menghindar dari pandangan orang-orang, tiba-tiba suara wanita menjerit melengking, mengagetkan kerumunan, lalu buyar, kekisruhan dan kekacauan, yang dinanti belum tiba, namun orang-orang berlarian kesana-kemari tak tentu arah, seperti mencari perlindungan, atau sekedar tempat menghela napas? suasana begitu carut marut, padahal sepi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: