rahib di malam hari

dua per tiga ramadan telah lewat,
adakah ia mampir di lubuk kepribadian,
atau hanya numpang lewat
tanpa sempat kita memintanya
untuk sekedar menyapa?

barangkali dunia sudah cukup kenyang
oleh kita yang terus menjejali keinginan
hari-hari berlalu melaju
tanpa sadari syawal menjelang
mengabarkan ramadan sebentar lagi pergi

rahib-rahib di malam hari
bersenjatakan pedang, pena dan lisan di siang hari
menyandang pakaian kehambaan dan kelemahan
dalam butiran tangis menyerta kidung alquran
memohon keampunan dari Tuhan mereka

dua per tiga ramadan telah berlalu
sampai kapankah kita tetap terpaku
tanpa kerja dan tapa laku
padahal malam-malamnya penuh kemuliaan
sediakan kebahagiaan hingga terbit fajar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: