teman lama?

26 Februari, 2005

“andi ya? aku andrea, kamu tau kabarnya lulu? dia sekarang dimana? oya, kamu sendiri gimana? gawe dimana? udah nikah?”

halo juga, tahu nomorku dari siapa? alhamdulillah kabarku baik, dan sudah nikah. kabar lulu? waduh, dia dimana ya? udah lama ngga kontak, ada apa nih?

“aku tau nomor kamu dari orang rumah. lulu pernah kontak aku pas dia tugas di papua sama tinggar, katanya dalam waktu dekat dia mo nikah, tapi belum ada kabar sampe sekarang, kamu tau siapa tunangannya lulu?”

sorry ndrea, aku ngga tau tunangannya lulu, ada apa sih, kok curious banget?

“lulu kan tentara jadi aku worried aja dia ga ada kabarnya, tunangannya satu sma juga. eh kamu kerja dimana?”

kalau gitu doakan saja dia baik-baik saja. kamu ngga apa-apa kan?


lelah

23 Februari, 2005

ketika cinta,
kejujuran,
dan keterbukaan
tak berpaut..
maka yang ada
hanya lelah..


puing

23 Februari, 2005

puing-puing itu
hampir tak terlihat..
tapi tak butuh kejeniusan
untuk bisa merasakan
keberadaannya…


Hukum 250

14 Februari, 2005

doni to SSR-Klub 2/7/05 (7 days ago)

Dear Rekans,

Sekali lagi tentang pak Joe Girard, si sales mobil.

Begini ceritanya:

Dalam karirnya sebagai sales, beliau menemukan kenyataan unik yang membantunya mengembangkan branding sebagai salesman terpercaya, yang

kalo dipikir2 ya.. biasa aja, tapi kenapa bisa luput ya dari pengamatan orang-orang kebanyakan ..

Ini pengamatannya:

Di kotanya, setiap individu paling gak mengenal atau dikenal oleh 250 orang lainnya (bagaimana pak Joe mendapatkan angka 250 merupakan

cerita tersendiri, cukup panjang, ntar bosen).

Kalau di lingkungan kita mungkin angkanya beda ya? tapi intinya setiap individu yang normal pasti punya kenalan yang cukup banyak.

Hubungannya dengan usahanya pak Joe seperti apa?

Begini,

Kalau ada pebisnis yang mengecewakan pelanggan, kira2 apa akibatnya?

Pertama, pelanggan yang kecewa tadi akan cerita ke keluarganya tentang kekecewannya pada pebisnis itu

Besoknya di akan cerita ke teman2 kantor tentang kekesalannya. Pada saat lari pagi di boulevard, ketemu tetangga dan keluar lagi

cerita tentang kejengkelannya .. dst dst

ditambah lagi: keluarga/rekan kerja/tetangga akan cerita juga kpd teman/rekan/handai tolan dengan lebih mendramatisir keadaan

maka tersebarlah dengan cepat berita tentang betapa brengseknya usaha pebisnis itu tadi .. dalam sekejap, hancurlah reputasi pebisnis tadi di mata banyak orang hanya gara2 seorang pelanggan yang kecewa

Kalau sebaliknya, kita memberikan pelayanan yang istimewa kpd setiap pelanggan.

Dengan efek yang sama, keistimewaan usaha kita akan cepat tersebar juga ..

(.. eh, bakso di ruko sana enak deh, tempatnya sejuk gak sumpek, pelayanannya cepat, kasirnya apalagi .. cantiknya ..ruarrr biasa.. (dasar !))

Oleh pak Joe hal ini dinamai “hukum 250”

Bottom line:

Kalau dihadapkan pada kondisi antara merugi sedikit vs mengecewakan seorang pelanggan, ingatlah saya .. eh .. ingatlah pak Joe dengan hukum 250nya. Sekali seorang pelanggan kecewa, ingatlah besok akan ada sekian orang yang gak mau lagi berhubungan bisnis dgn anda ..

Kalau dihadapkan pada pilihan memberikan pelayanan seadanya vs pelayanan istimewa, ingat juga hukum 250 pak Joe. Setiap pelanggan berpotensi menjadi wasilah/perantara bagi sekian banyak pelanggan baru yang tentu akan lebih menggembungkan pundi2 anda.

semoga bermanfaat

Salam

DS


Tingkatkan jumlah pelanggan (2)

14 Februari, 2005

doni to SSR-Klub 2/1/05

Dear Rekans,

Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu gimana cara kerja MLM, member get member atau referal. Pada saat rame2nya MLM dulu, efeknya sangat dahsyat, dalam sekejap sekian banyak orang sudah bergabung jadi anggota.

Pernah terbayang gak sih kalo bisnis tradisional anda (tradisional = bukan mlm) juga menerapkan hal itu, mungkin hanya utk 1 layer aja. Pelanggan anda get pelanggan baru?

mungkin sudah biasa ya, kalau ada bisnis yang berkembang karena iklan dari mulut ke mulut (buzz marketing), tapi ini mungkin hanya terjadi 1 dari sekian ribu bisnis, sangat jarang ..

Pemikirannya sekarang, kenapa sistem referal/mulut ke mulut/buzz marketing ini tdk di formalkan saja, sehingga kesempatan utk tumbuh/banyak pelanggan menjadi semakin besar kemungkinannya?

Mungkin cerita dibawah ini bisa membuka cakrawala kita:

Joe Girard, salesman mobil beken dari amrik, mengungkapkan salah satu taktiknya: bila ada orang yang beli mobil ke dia, dia titip segepok kartu nama sambil pesen: tolong bagikan kepada kenalan anda yang ingin beli mobil, jangan lupa tulis nama & telpon anda di belakang tiap kartu nama ini. kalau ada pembeli yang membawa kartu nama saya dari anda, anda akan menerima $25.

berhasilkah?

anda bisa menilai sendiri dengan melihat fakta ini: selama 15 tahun karirnya sebagai salesman mobil, dia berhasil menjual sekitar 13,000 mobil di tataran retail, hmmm … kira2 2-3 mobil sehari ! dahsyat ..

dengan cara ini:

1. Joe punya pasukan marketing yang sangat banyak dan bergerak diam2

2. Biaya marketingnya sangat cost effective, karena Joe hanya membayar biaya marketing hanya dari yang membawa hasil

tentu saja, si Joe harus jujur. after all, pengusaha yang bertahan lama hanya pengusaha yang jujur kan?

Salam

DS


Tingkatkan jumlah pelanggan

14 Februari, 2005

doni to SSR-Klub 1/31/05

Salah satu cara meningkatkan jumlah pelanggan/menjaring pelanggan adalah melalui iklan/advertising.

Gimana sih iklan yang efektif itu?

Apakah bikin iklan itu murni art/seni?

buku di situs berikut ini mungkin bisa memberikan jawaban

www.webdzinz.co.nz/marketingtips/SciAd.pdf(klik mouse kanan –> save target as)

P.S. ebook ini lumayan panjang (bhs Inggris lagi), buat yang serius

aja.

P.P.S. ebook ini sudah menjadi milik publik, tidak ada lagi tuntutan

hak cipta.

salam

DS


Ada berapa cara untuk menumbuhkan bisnis?

14 Februari, 2005

doni to SSR-Klub 1/31/05

Marketing genius di Amrik, Jay Abraham (www.abraham.com)
menyimpulkan: untuk menumbuhkan bisnis hanya dibutuhkan 3 cara saja.
Iya, 3 cara saja ..
Ah, masak sih ..
Lalu, apa saja ke-3 cara itu?

(sambil senyum)
1. Tingkatkan jumlah pelanggan
2. Tingkatkan jumlah penjualan per pelanggan
3. Tingkatkan frekuensi penjualan per pelanggan

berfokus hanya pada ketiga cara ini akan meningkatkan bisnis anda berkali2 lipat.

Hitung2annya: kalau masing2 cara tadi ditingkatkan hanya 10% saja, maka hasil akhirnya jumlah penjualan akan meningkat sekitar 33% (hitung sendiri ya ..), dst, dst .. (ini hitung2an MLM ya?)

hmm .. masuk akal juga ya ..

Lalu bagaimana trik2 utk mewujudkan ke-3 cara tadi.
download aja
http://www.abraham.com/pdfs/Getting_Everything_chapter1.pdf
(klik mouse kanan –> save target as, biar gampang downloadnya), ada sebagian jawabannya di sana, kalo mau jawaban pamungkas, beli bukunya .. (bukan promosi, cuma sharing info, suerrr saya gak dapet persen lho dari om Jay)

maaf masih pake bahasa Inggris ..

salam
DS


kisah pak pareto dan his law

14 Februari, 2005

doni sanjaya to SSR-Klub 2/11/05 (3 days ago)

dear rekans,

apa kabar semua? semoga sukses selalu menyertai anda.

hari ini saya lagi mood cerita tentang pak pareto dan implikasi hasil kerjanya pada usaha dan bidang kehidupan lainnya.

siapa sih pak pareto?

pada tahun 1906, seorang ahli ekonomi Italia, vilfredo pareto menciptakan formulasi matematika untuk menjabarkan distribusi kekayaan yang tidak berimbang di tengah2 masyarakat. hasilnya ia mendapatkan kenyataan, bahwa hanya 20% dari total populasi masyarakat, memiliki 80% dari total kekayaan masyarakat tersebut.

sejak saat itu, ilmuwan2 dari bidang keahlian yang lain menemukan fenomena yang hampir sama. Mungkin diantara kita juga tanpa sadar telah melihatnya: 80% penghasilan utk 20% pos pengeluaran, dll.

Yang terkenal adalah penelitian di bidang manajemen mutu dimana:

ada 20% “biang kerok” yang menyebabkan 80% dari masalah mutu.

kemudian, di kalangan tersebut hal ini dinamakan hukum pareto atau aturan 80/20.

so, how can I benefit from pareto’s law?

he he, sebelum sampe ke situ saya pengen mengutip tulisan pak Jay Abraham di bab I bukunya “Getting Everything ..” yang mungkin udah dibaca oleh sebagian rekan2 (saya pernah kasih link utk download bab I buku pak Jay bbrp waktu yang lalu):

“sesuatu yang sangat menakjubkan, OTAK manusia. Sanggup memahami konsep2 yang luar biasa rumit dan berbelit2 namun seringkali tidak dapat mengenali hal2 yang jelas nyata dan sederhana.

bbp contoh:

Es krim sudah ada sejak tahun 2000 SM. Namun baru 3900 tahun kemudian seseorang mendapat ide utk membuat ice cream cone (corong es krim).

daging sudah ada sejak manusia belum ada. roti sudah dibuat sejak tahun 2600 SM. Dan itu menunggu waktu 4300 tahun lamanya utk menjadkannya sbg sandwich/burger.

toilet duduk diciptakan tahun 1775. baru tahun 1857 ada yang berpikir tentang tissue toilet (hiiiiy, jorse). (atau baru2 ini aja ada yang berpikir tentang toilet shower)

sekali saja hubungan yang jelas nyata ini dicetuskan, barulah terasa ini gampang sekali. kebanyakan akan berpikiran, bodoh sekali, kenapa tdk terpikirkan dari dulu.

….. dst “

kembali ke bahasan prinsip pareto:

barangkali ada yang pernah mengalami hal spt di bawah ini?

manajemen waktu:

anda sadar bahwa hanya 20% dari pekerjaan anda yang benar2 sangat penting yang memberikan 80% performa anda. tapi anda tidak fokus thd yang 20% itu, akibatnya performa anda tidak maksimal.

manajemen usaha:

anda sadar bahwa 80% problem anda sebagai boss, diakibatkan oleh 20% karyawan anda. atau 80% profit dihasilkan oleh 20% salesforce. tapi tdk ada pelajaran yang diambil dari informasi tersebut

manajemen inventory:

anda sadar bahwa hanya 20% stock barang yang mengisi 80% ruang di gudang. namun anda tidak melihat hubungan ini dgn jelas sehingga bingung ngaturnya ..

usahawan ritel:

anda tahu ada 20% barang yang fast moving (laris manis) yang memberikan 80% dari total keuntungan .. so what to do with this info?

dan lain lain

dengan mengetahui prinsip pareto, anda bisa mendapatkan arahan utk fokus ke mana, spy tenaga yang sama, waktu yang sama, investasi yang sama, usaha yang sama, dapat memberikan hasil yang lebih berlipat ganda. inilah yang dinamakan leveraging (kalau istilah indonesianya pak purdi e chandra: “daya ungkit”) (lever = tuas, untuk mengungkit).

prinsip pareto (aturan 80/20) harus ditempatkan sebagai pengingat harian (daily reminder) utk memfokuskan 80% waktu dan energi anda pada 20% pekerjaan/issue yang benar2 sangat penting. jangan hanya “work smart” tetapi “work smart on the right things”.

(sebagian ide diambil dari about.com/management dan abraham.com)

Semoga bermanfaat

Salam

DS


selamat tahun baru hijra 1426h

8 Februari, 2005


Selamat Tahun Baru Hijra 1426H Posted by Hello


UsahaTipuTipu.com

8 Februari, 2005

APAKAH ANDA INGIN BERPENGHASILAN Rp.X.XXX.XXX,-/ BULAN…?

PENGHASILAN ITU BISA ANDA CAPAI JIKA SAJA ANDA MAU MELUANGKAN SEDIKIT WAKTU ANDA UNTUK MEMBACA INFORMASI SEDERHANA INI

“Benar-benar luar biasa, Uang di Rekening Bank Anda akan berlipat-lipat hanya dengan 1 bulan, DAN HANYA dengan 1X Membeli Produk Wajib dan 10X kegiatan promosi ”

Tapi tunggu dulu jika saja anda memesan produk informasi kami sebelum DAY, DD MM CCYY , kami beri potongan harga sebanyak XX% , jadi anda cukup membayar Rp.XXX.XXX,- untuk produk kami. Iya hanya dengan Rp.XXX.XXX,- saja anda berhak memiliki produk informasi kami untuk meraih penghasilan Rp.X.XXX.XXX,- setiap bulan.

Ingat Harga diatas sewaktu-waktu bisa berubah, oleh karena itu saya sarankan segera pesan produk kami 24 jam dari sekarang.

===

Pernah membaca hal seperti di atas? Saya begitu seringnya, bahkan dalam email yang masuk ke inbox saya seringkali tertulis di subject: “JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN INI!!! Baru launching 1 Februari 2005”

Ketika mendapat informasi seperti ini, hal pertama yang harus kita kritisi adalah: Apakah orang yang lebih dahulu ikut program ini akan menjadi yang paling untung sedangkan yang paling terakhir bergabung akan merugi?

Jika dijawab tidak ada kerugian sama sekali karena anda mendapatkan produk (walaupun tidak mendapatkan uangnya), pertanyaan selanjutnya adalah: apakah produknya benar-benar bermanfaat, atau produknya dapat dimanfaatkan untuk memanfaatkan orang lain???

Seringkali kita terlalu sering dijebak oleh kondisi piramida sistem seperti ini. Dan masuklah piramida sistem itu dalam rantai makanan, yang duluan akan memakan yang belakangan, dan yang paling belakangan ngga bisa makan apa-apa…

Penawaran semacam ini ibaratnya kita menawarkan kepada orang lain: “Eh mau ngga jadi kaya dengan nipu? Loe gabung dulu nanti gue ajarin cara nipu yang tokcer” dan semakin banyak orang bodoh yang akan tertipu.

***

mau jadi milyuner? baca buku-buku pengembangan diri dan cari ide di Bearbookstore.Com toko buku online no.1 di Indonesia, dan dapatkan 3 kunci sukses kekayaan hakiki di Milyuner.Com


%d blogger menyukai ini: