kisah pak pareto dan his law

doni sanjaya to SSR-Klub 2/11/05 (3 days ago)

dear rekans,

apa kabar semua? semoga sukses selalu menyertai anda.

hari ini saya lagi mood cerita tentang pak pareto dan implikasi hasil kerjanya pada usaha dan bidang kehidupan lainnya.

siapa sih pak pareto?

pada tahun 1906, seorang ahli ekonomi Italia, vilfredo pareto menciptakan formulasi matematika untuk menjabarkan distribusi kekayaan yang tidak berimbang di tengah2 masyarakat. hasilnya ia mendapatkan kenyataan, bahwa hanya 20% dari total populasi masyarakat, memiliki 80% dari total kekayaan masyarakat tersebut.

sejak saat itu, ilmuwan2 dari bidang keahlian yang lain menemukan fenomena yang hampir sama. Mungkin diantara kita juga tanpa sadar telah melihatnya: 80% penghasilan utk 20% pos pengeluaran, dll.

Yang terkenal adalah penelitian di bidang manajemen mutu dimana:

ada 20% “biang kerok” yang menyebabkan 80% dari masalah mutu.

kemudian, di kalangan tersebut hal ini dinamakan hukum pareto atau aturan 80/20.

so, how can I benefit from pareto’s law?

he he, sebelum sampe ke situ saya pengen mengutip tulisan pak Jay Abraham di bab I bukunya “Getting Everything ..” yang mungkin udah dibaca oleh sebagian rekan2 (saya pernah kasih link utk download bab I buku pak Jay bbrp waktu yang lalu):

“sesuatu yang sangat menakjubkan, OTAK manusia. Sanggup memahami konsep2 yang luar biasa rumit dan berbelit2 namun seringkali tidak dapat mengenali hal2 yang jelas nyata dan sederhana.

bbp contoh:

Es krim sudah ada sejak tahun 2000 SM. Namun baru 3900 tahun kemudian seseorang mendapat ide utk membuat ice cream cone (corong es krim).

daging sudah ada sejak manusia belum ada. roti sudah dibuat sejak tahun 2600 SM. Dan itu menunggu waktu 4300 tahun lamanya utk menjadkannya sbg sandwich/burger.

toilet duduk diciptakan tahun 1775. baru tahun 1857 ada yang berpikir tentang tissue toilet (hiiiiy, jorse). (atau baru2 ini aja ada yang berpikir tentang toilet shower)

sekali saja hubungan yang jelas nyata ini dicetuskan, barulah terasa ini gampang sekali. kebanyakan akan berpikiran, bodoh sekali, kenapa tdk terpikirkan dari dulu.

….. dst “

kembali ke bahasan prinsip pareto:

barangkali ada yang pernah mengalami hal spt di bawah ini?

manajemen waktu:

anda sadar bahwa hanya 20% dari pekerjaan anda yang benar2 sangat penting yang memberikan 80% performa anda. tapi anda tidak fokus thd yang 20% itu, akibatnya performa anda tidak maksimal.

manajemen usaha:

anda sadar bahwa 80% problem anda sebagai boss, diakibatkan oleh 20% karyawan anda. atau 80% profit dihasilkan oleh 20% salesforce. tapi tdk ada pelajaran yang diambil dari informasi tersebut

manajemen inventory:

anda sadar bahwa hanya 20% stock barang yang mengisi 80% ruang di gudang. namun anda tidak melihat hubungan ini dgn jelas sehingga bingung ngaturnya ..

usahawan ritel:

anda tahu ada 20% barang yang fast moving (laris manis) yang memberikan 80% dari total keuntungan .. so what to do with this info?

dan lain lain

dengan mengetahui prinsip pareto, anda bisa mendapatkan arahan utk fokus ke mana, spy tenaga yang sama, waktu yang sama, investasi yang sama, usaha yang sama, dapat memberikan hasil yang lebih berlipat ganda. inilah yang dinamakan leveraging (kalau istilah indonesianya pak purdi e chandra: “daya ungkit”) (lever = tuas, untuk mengungkit).

prinsip pareto (aturan 80/20) harus ditempatkan sebagai pengingat harian (daily reminder) utk memfokuskan 80% waktu dan energi anda pada 20% pekerjaan/issue yang benar2 sangat penting. jangan hanya “work smart” tetapi “work smart on the right things”.

(sebagian ide diambil dari about.com/management dan abraham.com)

Semoga bermanfaat

Salam

DS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: