kisah semut dan jangkrik…

Sebuah email masuk di inbox saya, sangat menarik!

Halo Teman,Ada sebuah cerita lama mengenai semut dan jangkrik, tentunya Anda
sudah pernah mendengar saat kita kecil dulu, dimana si semut selalu
rajin bekerja untuk kepentingan Ratu dan koloninya sedangkan si
jangkrik bekerja untuk dirinya sendiri dan kemudian asyik bernyanyi.

Semut dan jangkrik bisa juga dimisalkan antara seorang pekerja
keras dan seorang wirausaha. Semut setiap hari sibuk dan sibuk
bekerja untuk memenuhi kebutuhan semua koloni termasuk Ratu dan
larva semut, bisa di ibaratkan semut seperti seorang pekerja atau
buruh atau karyawan seperti kita, yang terus sibuk bekerja untuk
memenuhi keuntungan atau memperkaya Ratu (Bos kita/owner). Semut
akan terus bekerja sampai mati, tidak pernah ada waktu untuk
bersenang-senang sama sekali.

Bagaimana dengan Jangkrik, dia akan bekerja untuk kebutuhannya
sendiri, setelah itu dia akan menikmati waktu luangnya untuk
bersenang-senang, bukankah begitu ? Jangkrik seperti seseorang yang
bekerja untuk dirinya sendiri, tidak punya Bos.

Karena biasanya kita adalah seorang karyawan, atau pekerja,
mengapa karyawan, pekerja atau buruh tidak berpikiran mandiri,
karena kalau itu terjadi maka Bos akan rugi besar. Maka bos akan
membuat agar karyawannya selalu berpikiran sempit sehingga selalu
tergantung pada tempatnya bekerja, dan akan terus bekerja untuk
memperkaya bosnya.

Apakah Anda tidak ingin menjadi seperti seekor Jangkrik yang bisa
menikmati hidupnya sendiri tanpa ada gangguan dari Bos?

Hmm,
kisah lama yang sangat menarik, namun agaknya kisah tersebut tidak tuntas diceritakan, karena kisah sebenarnya yang terjadi dibalik itu adalah: para semut selalu memiliki gudang persediaan di sarang mereka, dan mereka memiliki kebun-kebun jamur untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat semut yang disiapkan sebagai cadangan untuk musim dingin yang panjang, sedangkan si jangkrik tidak memiliki satupun cadangan makanan yang akhirnya di musim dingin yang panjang itu jangkrik mati kelaparan.

😀

Bekerja bagi orang lain, tidak ada yang salah dengan hal itu, begitu pula bekerja untuk diri sendiri. Perbedaannya adalah, bekerja bagi orang lain akan membawa kebahagiaan bagi orang lain, memberi manfaat bagi orang lain adalah suatu kebaikan yang luhur. Apabila kita memilih untuk bekerja dan menghidupi orang lain, tentulah manfaat yang kita berikan akan lebih besar lagi. Namun jika kita hanya bekerja untuk diri sendiri, siapakah yang akan mengambil kesempatan untuk memberi manfaat kepada orang lain?

Hidup adalah untuk memberi manfaat bagi orang lain, bermakna bagi dunia, dan menikmati akhirat.

Salam sukses!

milyuner.com
arenakonglomerat.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: