penjara

waktu memenjara rasa,
hingga jadi gulana..
hingga terbakar,
menyerpih..
hingga terkubur..
haruskah pedih diemban
hingga diri binasa..
menelan kecewa
hingga lunglai jiwa..
tidakkah ada angin
yang kan menerbangkan?
biar jadi debu,
atau hujan..
tapi rahmat bagi bumi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: