bila tanduk menciut dan sayap mengembang

Allah punya cara tersendiri menyelamatkan hamba-Nya dari kesulitan dan kemungkinan-kemungkinan tersentuhnya si hamba dengan siksaan-Nya dan sayang sekali kita sebagai hamba sulit mengenali dan memahami cara-cara Allah tersebut.

Pernahkah anda alami suatu ketika anda ingin sekali berbuat sesuatu yang melanggar norma, namun selalu gagal dilakukan, mengingat anda memiliki posisi ini atau itu, atau mengingat orangtua anda adalah orang yang disegani di masyarakat, atau mengingat bahwa dampaknya akan jauh lebih membahayakan orang lain jika anda teruskan niat anda, atau bahkan bahwa anda merasa perbuatan itu ngga penting banget untuk dilakukan?

Sebenarnya saya malu untuk membicarakannya, namun jika mengingat berbagi dalam keselamatan akan membawa serta kepada kebahagiaan, mengapa harus disembunyikan.

Suatu ketika saya hendak sekali berbuat jahat kepada teman saya, ketika kami bertemu, dia curhat panjang lebar tentang perjalanan hidupnya yang dahulu pernah dekat dengan Tuhan, setelah maksiat menjadi kebiasaan, dia terpuruk dalam lembah nista dan sempat menentang Tuhan, mempertanyakan mengapa Tuhan tidak adil kepada dirinya. Saat kami bertemu itu ia sedang malu untuk kembali kepada Tuhan, dia bahkan malu untuk memanggil nama-Nya dengan kata “Allah”, dia berkali-kali menyebut Dia dengan kata “Tuhan” saja. (Walau menurut saya tidak ada yang salah dalam pengertian Tuhan adalah Allah dan Allah itu Tuhan)

Mendengar apa yang dia sampaikan, tiba-tiba surut keinginan saya berbuat jahat kepadanya dan berganti menjadi rasa belas kasihan. Tanduk yang sudah mencuat dari kepala mulai menciut dan masuk kembali sedangkan saya merasakan punggung saya didesak oleh bulu-bulu sayap yang hendak mengembang keluar dan mengepak-kepak untuk segera terbang dan menyelamatkan teman saya itu.

Saya mulai menyampaikan kepadanya bahwa rasa syukur adalah makna pertama dalam pertobatan, Allah tidak pernah membeci orang-orang yang bertobat, justru sangat gembira jika kita datang kepada-Nya dengan tunduk dan berat, Dia akan akan mengangkat wajahmu dan meringankan beban dosa-dosa, dan kau pun akan diampuni-Nya selama engkau mau menjawab panggilan-panggilan-Nya.

Sementara butir-butir mutiara mengalir dari lisan saya, terasa sekali dada saya menyesak karena malu, betapa saya sebelumnya datang kepadanya untuk sebuah maksiat, justru berubah menjadi malaikat penyelamat.

Dalam perjalanan pulang, butir-butir airmata harus membuat kedua mataku berkaca-kaca menyadari bahwa dosaku yang terlihat hanya sedikit dari sekian banyak dosa yang kulakukan dan Allah selalu berusaha menyembunyikannya dari pandangan orang lain. Kuketik sms; “It’s nice to stay with you yesterday, i like your style, and keep goin to find the light! May He always guide you, many thanks.”

Terima kasih juga buat Allah Yang Mahakasihsayang 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: