dari pengasingan

memilih pengasingan sebagai tempat untuk bermetamorfosa, atau dalam istilah lain beruzlah, merupakan perilaku dan tindak para pencari jalan kebijakan (salik), sejak jaman dahulu hingga kini. mengasingkan diri dari hiruk pikuk kehidupan dunia, melepaskan kepenatan dan menurunkan beban dari punggung kita, membuat kita sedikit bernapas lega dan merasa bebas, sehingga pikiran pun menjadi jernih dari keruh, dan dada menjadi lapang dari sempit.

banyak perkara yang dapat dilakukan oleh para salik di dalam keterasingan itu, ia bisa bebas menerima kebijakan masuk ke dalam dirinya atau memilih nafsu menungganginya. keterasingan bukan berarti jauh dari fasilitas duniawi, namun keterasingan dapat juga berarti mengalami pengalaman baru, suasana baru dan ritme kehidupan yang baru. keterasingan mampu menyeret kita kepada kepedulian akan diri dan hidup, dan juga mampu menyodorkan kita kegairahan dan hingar bingar egoisme.

tentu saja akan banyak lesson learn yang diperoleh dalam setiap kondisi yang dipilih oleh para salik, dan itu tentulah akan memperkaya kebijakan yang selama ini mereka tumpuk. bagaimanapun kebahagiaan dari keterasingan adalah ketika ia kembali kepada real life dan mengamalkan kebijakan yang diperolehnya selama dalam perjalanan.

tulisan ini dibuat untuk mengingatkan diri sendiri pada masa pengasingan selama 3 bulan di offshore

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: