03 I think this is the beginning of the journey

Awalnya ketika rencana OJT digulirkan, banyak dari para pekerja muda yang gerah dan menyampaikan argumentasi-argumentasi ilmiah. Mereka menyampaikan hal itu karena melihat pekerjaan mereka adalah kunci. Para bos mereka bisa dipastikan akan kerepotan jika mereka tidak ada untuk menangani setumpuk pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka. Namun karena OJT is a must, melunaklah sikap keras para pekerja muda, ”ya sudah, kita jalani saja, ngga ada ruginya, toh gaji kita utuh, hehehe….”Begitulah teman-temanku, agak ”rebellion” memang, tapi toh mereka yakin dengan prinsip-prinsip yang dipegangnya.

Where am i? Of course i am among them😀

Begitulah, OJT dibagi dalam 4 batch. Batch pertama start 1 Desember, kedua 16 Januari, ketiga 1 Maret, dan keempat 17 April. Masing-masing berlangsung selama 3 bulan. Dilaksanakan di lokasi lapangan para kontraktor perminyakan yang berada di luar pulau Jawa, kebanyakan di onshore. Para OJT-ers mendapatkan hak berlibur sesuai dengan peraturan kontraktor yang ditempatinya, namun liburan mereka dialihkan ke kota provinsi terdekat. (kan ngga boleh pulang ke hometown L)

Saya sendiri mengikut batch kedua, dengan alasan bahwa saya harus berada di rumah ketika istri melahirkan anak pertama kami. Saya berhasil membujuk atasan saya mengijinkan perpindahan batch dari ketiga menjadi kedua, walaupun dengan resiko selama 1,5 bulan sebelum saya berangkat, saya harus menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan mayor dan double, karena rekan kerja saya dalam satu departemen berangkat pada batch pertama.

Awal-awal ditinggal oleh rekan saya, saya masih dapat enjoy mengerjakan pekerjaan rutin. Namun begitu datang beberapa pekerjaan tambahan yang menuntut perhatian, bergulirlah masa-masa dimana saya pulang ke rumah lebih telat, demi menyelesaikan pekerjaan. Saya ngga pernah berhasil menyelesaikan pekerjaan kalau dibawa ke rumah, better for me to spend more time at the office than cut my family time to work at home.

Kejenuhan demi kejenuhan akhirnya terobati, segera setelah pekerjaan-pekerjaan mayor saya kelar dan saya dikabarkan berangkat pada tanggal 16 Januari.

[jou.19.01] I think this is the beginning of the journey. On this side, I’d like to hurry to go on my OJT, but on the other side, I have to leave my family, my dear wife and lovely son will be. I love them very much. I don’t have any reason, since I lack of spirit to continue work this way. But the show must go on! I decide to make this 3 months ahead, a precious and exciting journey!

Itulah catatan jurnal pertamaku memasuki masa OJT. But wait! Saya ngga jadi berangkat tanggal 16 Januari. Hal ini disebabkan karena wilayah OJT kami berbeda dengan teman-teman yang lain. Sementara mereka mendapatkan onshore, kami harus bersenang-senang di offshore, yang kota liburannya bukan di kota provinsi, tetapi di sebuah base di kepulauan. Bertiga, saya dan 2 orang teman dikirim ke tengah laut Natuna, dengan jadwal 2 minggu di platform atau floating facility dan 1 minggu di pulau Matak.

Dan karena perlakuan offshore berbeda dengan onshore, masing-masing kami harus mendapatkan orientasi di kantor Jakarta dan mendapatkan sertifikat basic offshore safety emergency training di Merak sebelum berangkat ke lepas pantai. Berhubung sertifikatku masih berlaku, jadi aku ngga ikutan ke Merak deh. Kami direncanakan bertolak ke offshore tanggal 28 Januari. Wah asyik dong! Pulang lebih cepat! Wakks! Mana bisa, ternyata 3 bulan kami baru dihitung per tanggal keberangkatan, bukan per tanggal program. Akhirnya kami pun direncanakan kembali dari OJT tanggal 29 April, hiks…

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: