04 Trip 1-1

[jou.28.01] When the alarm woke me up in 3 am this morning, i asked my dear wife to wake up too. We conduct a prayer and have a fun farewell ceremony. I am not sure within our 3 months OJT can step back to Jakarta or not, but we’ll try to work on it. At 4 pm, a taxi came to picked me up to Halim PK Airport. My wife and his brother come along with me to the airport. After fajr prayer, we’re dismissed, because I had to boarded.
And now, here I am with bayu and bagus in lift gas platform for the first trip.

Saya masih sempat menulis dalam trip pertama ini, karena saya membawa buku, tapi buku itu cukup menghabiskan tempat di tas saya, akhirnya untuk trip berikutnya saya hanya menuliskan hal-hal penting saja di pocket book saya.Saya berniat untuk banyak menulis dalam perjalanan 3 bulan ini, dari sekian banyak hal yang akan kami dapati dan alami, mudah-mudahan menjadi catatan yang memberikan hal-hal berharga yang dapat dijadikan pelajaran.Bertolak dari bandara Halim PK Jakarta setengah jam lebih telat karena hujan deras, menempuh perjalanan 2 jam 40 menit menggunakan pesawat fokker 50, sampailah kami di lapangan udara Matak Base. Sesampainya di sana, kami menemui pak Rusli untuk pengenalan penggunaan swing rope dan personnel frog. Kemudian menitipkan tas besar kepada pak Komarudin di training room. Kami hanya membawa backpack untuk ke platform.

Tengah hari kami terbang dengan helikopter menuju lift gas platform (LGP) di western hub operation. Di sekitar LGP terdapat beberapa fasilitas yang akan dikunjungi dalam trip 1 ini. Drilling platform and production alpha (DPPA) menyambung jadi satu dengan LGP. Untuk pergi pulang cukup dengan berjalan kaki saja menyeberangi bridge yang menghubungkan kedua platform ini. Sebelah timur platform terdapat fasilitas floating storage and offloading (FSO), sebuah mantan kapal yang dimodifikasi menjadi tempat penyimpanan dan bongkar crude oil. Tak jauh dari platform alpha terletak wellhead platform bravo (WHPB). 10 mil dari lift gas platform adalah production barge san jacinto (PBSJ), San Jacinto adalah nama barge yang berfungsi untuk menampung minyak dari sumur sebelum dikirim ke FSO. Untuk mencapai FSO, WHPB dan PBSJ, kami harus menggunakan transfer boat dari DPPA. Perjalanan dengan transfer boat adalah perjalanan yang sering membuat perut mual karena diombang oleh gelombang. Selama kecepatan angin tidak lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang tidak mencapai 2 meter, penggunaan boat masih diperbolehkan, otherwise you can use helicopter or go nowhere lah.

Rekaman kegiatan selama trip 1 tercatat di pocket book (pob) dan jurnal (jou):

[pob.28.01] take off from HPK Airport. Landing at Matak Base. Titip tas di pak Komarudin. Con’t to LGP. Introduction by pak Ferdinandus Joseph.

[pob.29.01] fire drill after breakfast. Go to Muster Station #1. evaluation and Morning Meeting. Overview maintenance and production operation. Overview HSE. Exercise.

[jou.29.01]
our 1st day of orientation. We arrange ourself of half day orientation and take the rest of time for nap and recreation. Actually I can not involve as what my other 2 friends do until I get my safety shoes delivered from jakarta. It expected to be arrived at Tuesday. For a while I can hold my orientation only inside the living quarter. Outside is not allowed unless wearing ppe.

Ya, bayu dan bagus dapat mengunjungi fasilitas platform di luar living quarter, sementara saya terpaksa hanya di dalam saja karena sepatu safety saya belum datang dari jakarta. Ini karena salah ukuran. L
[pob.30.01] morning meeting. Radio room and despatcher overview.[jou.30.01] not much done! Not many visited. Just chatting and having meals. Do I missed my family? I do really. Love my baby wannabe and his mother. Missed my parents. Missed them so much!

**
Kamar 301 dan 303

Kami tinggal di dua kamar yang berbeda. Masalah tempat aja sih. Namun akhirnya saya harus bercampur di kamar 303 karena hari selasa, kamar 301 bakal penuh. Kalau kami jadi satu kamar akan lebih enak karena mau ngobrol semalaman pun bebas saja. Kamar 303 ternyata adalah kamar OIM (offshore installation manager), artinya kami menginap di kamar bos. Selama beliau belum datang, kami boleh tinggal dan menggunakan fasilitas kamar tersebut.
Akses telepon langsung tanpa password, televisi dengan akses tv kabel. Menjadi hiburan yang menyenangkan, membuat kami betah di kamar berjam-jam.Dengan akses telepon, kami dapat menghubungi keluarga di jakarta begitupun sebaliknya dengan pulsa lokal saja. Bayu sibuk menghubungi keluarganya karena mereka sedang sibuk mempersiapkan pernikahan adiknya bayu tengah tahun ini. ”kadang-kadang” tunangannya bayu juga menelepon, sekedar melepas rindu. Begitupun dengan Bagus, dan juga saya. Menghubungi keluarga di rumah untuk melepas rindu, say hello, dan saling mendoakan.

Tv kabel yang menayangkan saluran HBO, Cinemax, dan sebagainya menawarkan film-film pilihan yang kami tonton ketika tidak ada kegiatan. Seringnya kami berada di kamar pada jam-jam kerja mungkin membuat housekeeping heran terhadap kami. Habis mau bagaimana lagi? Teman-teman di west hub tidak memiliki program kegiatan untuk kami, maka kami sendiri yang menyusun jadwal kegiatan untuk kami. Hehehe…

Berada di kamar 303, adalah pengalaman yang patut kami syukuri selama tinggal di LGP.

**

[pob.31.01] morning meeting. DPPA. LGP. Hospital with dr. joko. Exercise.

Sepatuku ngga jadi datang hari selasa, karena jakarta hari libur nasional. Selama di offshore, ngga ada bedanya hari libur dan hari kerja, karena everyday working day. Akhirnya pak joseph dengan baik hati meminjamkan sepatunya kepadaku sampai sepatuku tiba. Kebetulan selasa itu beliau off duty, sehingga beliau dapat meminjami saya sepatunya.

Pengganti beliau adalah pak Gandjar Iskandar, kami temui beliau selepas makan siang.

[pob.01.02] production barge san jacinto with pak sambudi willem. Transfer oil to tanker. Each 5 days from pbsj to intan fso. Front hull.

[jou.01.02] mabuk laut! 3x ketika berangkat dan 1x ketika pulang. Naik pan marine boat pulang pergi LGP-PBSJ. Melihat proses yang ”sederhana saja” di production barge san jacinto. Minyak di lapangan sembilang tinggal 1700 bopd saja untuk 3 sumur tetapi plateaunya datar, sehingga yang diperkirakan habis tahun 2005 harus diperpanjang hingga 2009. my wife called me by phone, and talked many about her and her baby.
[pob.02.02] WHP Bravo with erie nasibu and pak sulistyono. Exercise.

[pob.03.02]
LGP morning meeting.

[jou.03.02]
baru 1 minggu aku meninggalkan daratan, rasa rindu tak dapat dipendam. I dream of gathering with my family. Saw them in my nightly dreams. Ugh! Can’t imagine how would it be in the next 12 weeks?
Mom missed me so much, as I do missed her. Pop happy receiving my call. My wife asked me to call her every night. My bro didn’t say anything but surely he missed me too.
When someone’s missing, there will be an empty space and we’re wondering what shall fill that blank spot.
I missed my family. Soon I’ll be at home…

Baru seminggu, ceritanya udah kangen-kangenan…. Wah!
*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: