08 Trip 2-1

Jam 5 ½ pagi, telepon di kamar berdering, membangunkan kami yang masih kelelahan. Suara di seberang telepon meminta kami cek in di bandara untuk keberangkatan jam 6 pagi. Walah!!! Pagi yang sangat sibuk, tak sempat sarapan, setelah mandi dan salat subuh, kami lakukan finishing pada packing barang-barang kami. Kemudian ijin kepada pak asep bahwa kami berangkat pagi itu.Tujuan kami pada trip 2 ini adalah fasilitas floating production, storage & offloading (FPSO) yang berada di Eastern Hub Operation.[pob.18.02] up to FPSO. Orientation.

Di FPSO kami disambut dengan program orientasi yang terjadwal, wah rupanya mereka lebih siap menerima kami. Pagi itu setelah meminta waktu untuk sarapan, kami mulai orientasi di ruang TV yang dijadikan sebagai classroom. Dibuka pengantar oleh pak Ian McCulloch sebagai field manager, dilanjutkan pengenalan FPSO oleh pak Nurzaini Maksum. Siang harinya tour melihat-lihat fasilitas FPSO.

Resiko yang nyata dihadapi para pekerja di FPSO ini selain keberadaannya di tengah laut, adalah kebocoran gas beracun dan merkuri. Gas beracun H2S berasal dari sumur gas sedangkan kandungan merkuri berasal dari sumur minyak. Dengan kondisi ini, setiap pekerja dibekali detector gas beracun portable, dan diharuskan menerapkan standar tinggi untuk kesehatan. FPSO dilengkapi fasilitas alarm yang sensitive terhadap percikan api dan kebocoran gas.

[pob.19.02] morning meeting. Fire drill. Classroom HSE Management System. Bypass Review Meeting. ERP Meeting. Toxic Gas Detect at about 9 pm go to muster station.

**

Morning Meeting

Seperti halnya di fasilitas operasi lainnya, di FPSO ini setiap pagi dilakukan morning meeting yang bertujuan sebagai sarana komunikasi dan informasi dari, oleh dan untuk para pekerja. Hal-hal yang disampaikan dalam morning meeting adalah:

Isu-isu yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja dan lindungan lingkungan (HSE).
Isu-isu yang berhubungan dengan kebijakan manajemen, baik dari kantor pusat maupun dari operasi di lapangan.
Permasalahan, kemajuan, pesan dan saran, serta solusi yang berkaitan dengan pekerjaan.

Sebagaimana namanya morning meeting menjadi sarana efektif di awal hari kerja, sehingga para pekerja dapat menjalankan pekerjaannya dengan rasa aman, nyaman, waspada, dan senang.

**

Fire Drill for your reminder

Setiap orang yang baru naik ke fasilitas operasi akan diperkenalkan dengan peraturan yang berlaku di lingkungan kerja, di antaranya adalah pengenalan bunyi alarm dan muster point (tempat berkumpul yang aman), dan diberikan kartu personal yang berisi informasi penting. Tidak cukup hanya mengenal bunyi alarm di awal trip, setiap orang berpotensi untuk melupakannya sehingga dilakukanlah latihan alarm untuk berbagai kondisi seperti alarm kebakaran, alarm deteksi gas beracun, dan alarm meninggalkan platform.

Dengan dilakukan latihan alarm setiap kali trip, diharapkan para pekerja waspada dalam keadaan darurat, berjalan dengan tenang menuju muster point, membalikkan kartu personel (T-Card) milik sendiri, mengenakan life jacket, dan menunggu perintah komandan darurat. Untuk beberapa kondisi, latihan juga dilakukan dengan menjalankan mesin lifeboat dan memasukinya, latihan penanganan orang terjatuh ke laut (men overboard), dan latihan penanganan tumpahan minyak atau bahan-bahan berbahaya.

**

Toxic Gas Detect.. toxic gas detect..

Hari itu, setelah mendapatkan materi kelas mengenai HSE management system yang diaplikasikan di lingkungan perusahaan kontraktor tempat kami melaksanakan OJT, kami diajak berpartisipasi dalam beberapa meeting seperti bypass review dan table top.
Bypass review membahas pekerjaan-pekerjaan yang sudah selesai, ditunda, maupun dialihkan. Karena bersifat review, meeting ini cukup singkat. Detil pembahasan dilakukan oleh masing-masing bidang pekerjaan.Table top adalah meeting yang dihadiri oleh para leader seperti para supervisor, kapten, field manager, dan dokter. Pada hari itu table top dilakukan sebagai pengganti latihan men overboard karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Bahasan table top kali ini adalah rencana tanggap darurat (Emergency Response Plan – ERP). Masalah tumpahan api di laut menjadi tema pembahasan ERP. Meeting berjalan dengan cukup baik dan hangat.

Malam harinya, ketika mata mulai mendapatkan posisi ternyaman dalam terpejamnya, terdengar sayup nada dari speaker. Didengarkan lebih saksama ternyata bunyi alarm deteksi kebocoran gas beracun. Kami segera bangkit dari tempat tidur dan meninggalkan kamar 515 untuk menuju muster point di lantai 2. Setelah membalikkan T-Card masing-masing, kami bersama para pekerja lainnya menunggu informasi dari komandan. Beberapa saat kemudian terdengar pemberitahuan komandan bahwa isu alarm dapat dikenali dan hanya berupa false alarm, para pekerja di muster point dipersilakan kembali melakukan aktivitas masing-masing.

Menegangkan, bekerja di fasilitas lepas pantai dengan resiko tinggi seperti ini. Pantas teman-teman pekerja mendapatkan tunjangan resiko yang tinggi disamping tunjangan lain-lain dari perusahaan mereka. Sedangkan kami yang sedang melaksanakan OJT ini, hanya mendapatkan uang saku yang tidak besar.

(mungkin gak ya, kami dapat memperoleh tunjangan resiko dari perusahaan kami jika mereka tahu kondisi seperti ini? :D)

*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: