15 Trip M-2

16 April, 2006

[pob.23.03] Down to Matak. CD Program.

Pagi itu kami turun ke Matak bersama rombongan pak Johanes. Jam 9 kami diajak berkeliling fasilitas di Matak Base. Kami mengunjungi Warehouse, Harbour, Jetty, Hanggar, Explosive House, Airport, mendengar dari pak Johane tentang sejarah Matak dan perkembangan yang dialami. Kemudian melihat jalan ke Teluk Sunting, tetapi tidak berhasil terus karena mobil yang kami tumpangi tidak sanggup mendaki bukit, akhirnya kami kembali ke Matak Base.
Setelah makan siang, kami melanjutkan kegiatan mengunjungi Pulau Beleba, melihat terumbu karang yang dibiakkan di sana. Untuk ke Pulau Beleba, dari Matak Base kami menuju Desa Ladan, dilanjutkan perjalanan pompong. Di Pulau Beleba kami habiskan waktu sampai sore. Kemudian kami kembali dan menuju landasan menikmati senja.

Malam hari kami makan malam di rumah pak Hasnan, despatcher Airport, hidangan khas laut yaitu ketam bumbu dan pepes ikan, serta abon ikan. Sepulangnya kami mampir melihat mobile hospital di Payalaman, kemudian menuju landasan untuk menikmati bintang-bintang.

[pob.24.03] ke BLK Antang di Teluk Buluh. Ke Air Terjun di Temburun. Makan siang di Tanjung Tebu. Menikmati sunset di Pulau Langu.

Dengan boat, kami bersama rombongan pak Johanes menuju Teluk Buluh di Pulau Siantan. Setelah mampir di rumah seorang pegawai, kami berjalan ke BLK Antang. Sebuah balai latihan kerja yang dibangun oleh perusahaan sebagai program pengembangan masyarakat. Setelah setahu dibina, BLK ini diserahkan pengelolaannya oleh perusahaan kepada Depnaker. Tetapi sejak itu pula BLK ini tinggal bangunan saja. Peralatan di dalamnya tidak terawat dengan baik karena tidak ada dana untuk perawatan. Selain itu sudah jarang orang yang menggunakan BLK sebagai pelatihan. Menyedihkan..

Dari BLK kami berjalan melalui pabrik es batu. Kemudian dengan boat kami menuju Temburun. Temburun terkenal dengan objek wisata air terjun. Menuju ke lokasi air terjun dilakukan dengan mendaki bukit. Sesampainya di air terjun, pemandangan ke atas dan ke bawah sama indahnya. Memandang air terjun, mendengar percik dan riak air sangat syahdu. Memandang ke selat, pulau-pulau sangat damai. Subhanallah…

Kami sempatkan mandi di danau dan merasakan pijatan air terjun di punggung kami. Sangat segar dan menyenangkan.

Kami makan siang di Tanjung Tebu, sebuah rumah makan dan penginapan yang melakukan konservasi terhadap terumbu karang dan penyu. Kemudian kami pulang ke Matak Base dengan hati senang.

Sore hari kami dijemput untuk ke pulau Langu. Di sana kami menikmati senja dengan berenang. Ketika sedang menikmati pemandangan bawah laut, saya merasa tidak enak, kaki sulit bergerak, dan saya menelan banyak air laut, oh no… i was drowning! Untunglah beberapa orang segera menolong, walau pada mulanya tak yakin apakah saya bermain-main atau serius. Sesampainya di pantai, saya minum banyak air dan batuk.

Penasaran dengan pemandangan bawah laut yang indah, saya hendak kembali snorkling, kali ini mengenakan life vest. Dengan life vest saya merasa lebih nyaman, karena jika lelah, saya tinggal diam dan tak perlu tenggelam. Life vest membuat tubuh senantiasa mengambang. Puas menikmati keindangan terumbu karang, saya kembali ke pantai.

Sunset, kami kembali ke Base.

Makan malam dilakukan di saung barak 5, di sana telah menunggu pak Johanes dan teman-teman pekerja yang tergabung dalam Junior Focus Group. Focus Group merupakan team yang dibentuk oleh pak Johanes sebagai sarana pengembangan diri dan juga menjadi corong objektif dalam menanggapi isu yang berkembang di kalangan pekerja.

Kami diminta menjadi pembicara dalam pertemuan itu, menyampaikan kegiatan usaha hulu migas dan konsep kerja sama yang dibangun pemerintah dengan kontraktor migas.

[pob.25.03] sunrise at Payalaman. Senior Focus Group meeting. Hujan.

Pagi-pagi kami menuju dermaga Payalaman, menanti matahari terbit. Menikmati suasana pagi yang sejuk dan damai. Jam 8 ½ ditunggu di training room untuk bertemu dengan Senior Focus Group dan menyampaikan hal serupa yang disampaikan kepada Junior Focus Group. Ada perbedaan nilai dan metode penyampaian, supaya lebih mudah ditangkap maksudnya. Diskusi pun berlangsung dengan seru.

Pak Johanes dan rombongan kembali ke Jakarta pagi itu. Kami tetap berada di Matak sampai sabtu depan. Siang itu hujan mengguyur Matak.


14 Trip 3-2

16 April, 2006

[pob.19.03] jam 5 ke LGP. Morning meeting. Alarm drill. Tidur. Diskusi di messhall. Masuk kamar 303.

Pagi-pagi sekali kami harus berangkat ke LGP karena Pan Marine boat yang akan mengantar personel ke lokasi platform dan PBSJ menjemput kami lebih dahulu. Tanpa mandi dahulu, kami menuju crane untuk personel transfer dari Intan FSO ke boat.
Pemandangan subuh sangat indah, memandang Intan FSO, tanker yang sedang tambat, LGP-DPPA, WHPB, dan lokasi platform yang jauh dalam balutan cahaya lampu.Personel transfer dari boat ke DPPA tidak dilakukan dengan crane karena sedang diperbaiki, sehingga kami berpindah menggunakan jump rope. Kami diberitahu HLO agar kami menaruh barang di ruang rekreasi terlebih dahulu dan menuju muster station di DPPA jika terjadi alarm. Kamar untuk kami baru dipersiapkan setelah jam 10 karena tamu dari Jakarta baru akan pergi meninggalkan LGP pada jam itu.

Setelah menaruh bawaan di ruang rekreasi, saya dan bagus salat subuh di musala, kemudian menyusul bayu di messhall untuk sarapan. Setelah sarapan, kami mengalami alarm drill lagi. Kali ini hanya bersandal dan tanpa hard hat kami langsung saja menuju muster station kami di DPPA. Setelah itu dilanjutkan dengan morning meeting mengevaluasi alarm drill dan persiapan operasi hari itu.

Pagi itu kami beristirahat di musala, setelah coffee break kami diskusi dengan pak Joseph dan pak Didik di messhall mengenai pengalaman kami selama berkeliling lokasi serta rencana presentasi kami di LGP.

Siang hari kami masuk ke kamar 303 untuk beristirahat.

[pob.20.03] morning meeting. Paperwork.

Hari itu kami isi dengan paperwork saja.

[pob.21.03] presentasi 19.40 – 21.40

diskusi berlangsung seru!

[pob.22.03] ada ahli gizi. Rencana turun besok.

Indocater melakukan survei gizi para pekerja, sang ahli gizi bernama Rita Ulia mengejar para responden dengan pertanyaan makanan apa saja yang diasup oleh mereka pada waktu makan, coffe break dan saat bekerja. Dari data tersebut, Rita mengevaluasi pola makan responden berdasarkan ilmu gizi dan memberikan saran perbaikan pola makan dan jenis makanan yang diasup.

Pak Johanes Karundeng, bersama team Ethics datang memberikan presentasi di hadapan para pekerja. Beliau mengajak kami turun ke Matak untuk melihat-lihat program pengembangan masyarakat di Matak dan sekitarnya.


13 Trip 3-1

16 April, 2006

[pob.11.03] berangkat ke MOGPU. Orientasi dan plant tour. Presentasi.Keberangkatan kami ke MOGPU cukup santai, kami masih bisa sarapan dan berbincang di kantor Matak. Helikopter kami berangkat jam 9 ½ pagi. Sesampainya di MOGPU, hard hat Bagus tertinggal di bagasi helikopter sehingga ia harus meminjam hard hat untuk visitor.MOGPU (Mobile Offshore Gas Processing Unit) adalah fasilitas unit pemrosesan gas yang dapat berpindah. Di sini selain memroses gas dari lapangan sekitar, ia juga menjadi muara dari lapangan-lapangan lain sekaligus pintu gerbang ekspor gas menuju ke Singapura maupun ke Malaysia.

Fasilitas MOGPU adalah fasilitas bintang lima, begitu kawan-kawan pekerja menyebutnya. Setiap koridor dilapisi karpet merah, di setiap kamar terdapat televisi, komputer dan akses internet, serta pesawat telepon. Fasilitas ini tidak didapatkan di anjungan lepas pantai lain yang telah kami kunjungi. Di ruang rekreasi terdapat PS2 serta alat karaoke. Makanan yang dihidangkan berselera nusantara lagi lezat.

Benar-benar kenyamanan bintang lima. Belum lagi karena fasilitasnya yang cukup kecil dan hanya mampu menampung maksimum ideal 35 orang, suasana kekeluargaan yang kental terasa di sini. Bagus ditempatkan di kamar 316, sedangkan saya dan Bayu ditempatkan di kamar 304.

Orientasi proses dipandu oleh pak Ery Kisnanto, plant tour dipandu oleh Ruwandy dan Kamarullah. Proses yang terdapat di MOGPU cukup sederhana, hal ini dikarenakan gas yang dihasilkan oleh sumur-sumur sekitar adalah dry gas sehingga perlakuan untuk gas export hanya untuk memisahkan gas dari air saja.

Sore hari kami diminta mempresentasikan tentang kegiatan usaha hulu migas di ruang rekreasi. Presentasi dan diskusi berlangsung selama 2 jam.

Di kamar, karena terdapat akses internet, kumanfaatkan sebaik-baiknya untuk menulis dan mengaplod data. Tidurpun menjadi lebih larut.

[pob.12.03] morning meeting, alarm drill. Internet. Diskusi dengan pak Abdillah. Presentasi.

Pagi itu morning meeting diisi tentang pencapaian kinerja HSE selama bulan januari dan februari dan pembagian reward kepada pekerja yang memenuhi kriteria kinerja.
Seperti sebelum-sebelumnya, di MOGPU kami juga mengalami alarm drill. Kali ini bertema abandon fasility, sehingga setelah dihitung personel on board sesuai dengan kartu-T, kami dipersilakan masuk ke dalam lifecapsule yang muat untuk 25 orang. Terbayang jika harus menyelamatkan diri dengan kapsul tersebut, persediaan pangan yang minim, terombang-ambing di tengah samudera, akses udara yang minim. Wah!

Bertemu dengan pak Abdillah dimanfaatkan dengan berdiskusi mengenai mentalitas orang Indonesia. Kebanyakan hanya mengeluh dan menyayangkan tanpa mau bergerak membuat perubahan mendasar pada dirinya dan sekitarnya. Kebanyakan hanya mencari kambing hitam tanpa berpikir bagaimana menyiasati nasi yang sudah menjadi bubur. Kebanyakan mau membeli tanpa mau merawat peralatan yang telah dibeli. Kebanyakan pasrah kepada zona nyaman tanpa mau mengembangkan diri yang berisiko meninggalkan zona nyaman mereka untuk lebih maju.

Sore itu dilanjutkan dengan presentasi mengenai konsep kerja sama migas yang dibangun oleh pemerintah dan kontraktor migas, berlangsung 2 jam juga.

[pob.13.03] exercise. Control room. Refrigeration System. Karaoke.

Pagi itu setelah morning meeting, kumanfaatkan waktu dengan exercise di fitness room. Lumayan untuk mencari keringat, membakar lemak dan kalori, serta mempelajari teknik baru flatting abdomen untuk mendapat sixpack dengan baik. Wah, butuh effort lebih nih ..

Kuhampiri control room untuk belajar membaca panel dan menanyakan trending system. Sore hari belajar refrigeration system pada sesi knowledge sharing, serta permasalahan yang dihadapi di refrigeration system (eg. Hydrate). Malamnya diisi dengan karaoke di ruang rekreasi.

[pob.14.03] morning meeting. Bayu pindah. Tidur siang.

Pak Abdillah turun hari itu, beliau memberi kami kenang-kenangan berupa topi. Pada hari crew change ngga banyak yang bisa dilakukan, karena semua orang disibukkan dengan kegiatan handover. Bayu pindah ke kamar 316 karena teman sekamar Bagus pulang sedangkan seseorang yang biasa di kamar 304 datang.

Saya biasa melakukan paperwork di kamar, sehingga yg dipindah adalah bayu. Bayu punya computer station di fireroom (ruang untuk fotokopi) dan bagus punya computer station di ruang rekreasi.

[pob.15.03] morning meeting. Control room. Maintenance.

Morning meeting pagi itu dipimpin oleh pak Agus Marletin, seseorang yang memiliki gaya berbeda dengan pak Abdillah. Pak Abdillah lebih suka memimpin dengan menerapkan prinsip-prinsip peraturan yang berlaku dan terkesan agak kaku walaupun sebenarnya bertujuan mempopulerkan peraturan. Sedangkan pak Agus jauh lebih cair dan tidak terlalu menggubris aturan. Ah, setiap orang punya gaya berbeda, mengapa harus dipermasalahkan?

Setelah berdiskusi dengan pak Ery, kami menuju ruang kendali, di situ saya berdiskusi dengan Kamarullah, sedangkan bayu dan bagus menuju ruang warehouse. Sore harinya berdiskusi dengan pak Mulyatno mengenai kegiatan maintenance di MOGPU.

[pob.16.03] HSE. Kitchen. Presentasi. Bagus pindah. Cari bahan drilling.

Di MOGPU tidak terdapat dokter sebagai kampiun HSE, hanya seorang mantri kesehatan yang bekerja rangkap sebagai radio operator dan HLO. Pak Mulyadi namanya, menjelaskan kepada kami dengan sangat baik semua lingkup pekerjaannya. Kemudian kami menuju kitchen dan berdiskusi dengan campboss pak Eko, membincangkan tentang sistem dan kendala yang dihadapi oleh campboss. Terutama mengenai behavior pekerja catering.

Hari itu manajer lapangan Western Hub mengunjungi MOGPU, sehingga Bagus dipindah ke 325 bersama pak Ery. Mereka dapat melanjutkan diskusi mengenai proper dan HSE lebih jauh. Pak Eko Putro sang manajer tinggal sekamar dengan Bayu di 316.

Sore harinya, kami melakukan presentasi mengenai hasil orientasi kami selama di MOGPU. Atas permintaan pak Mulyatno, saya diminta membagi pengetahuan tentang kegiatan eksplorasi dan produksi. Jadilah malam itu saya mengejar bahan di internet.

[pob.17.03] bertapa di kamar. Knowledge sharing. Diskusi dengan pak Ery.

Sepagian saya habiskan di kamar membuat bahan presentasi untuk sesi knowledge sharing sore harinya. Presentasi mengenai kegiatan eksplorasi dan produksi perminyakan sukses, para hadirin puas dengan presentasi saya. Alhamdulillah, ngga sia-sia mengurangi jatah tidur, lagipula saya jadi belajar lagi mengenai eksplorasi dan pemboran .

Malam itu di kamar pak Ery, bersama Bagus saya berdiskusi hingga larut malam, mengenai banyak hal.

[pob.18.03] bangun kesiangan. Diskusi dengan FM. Bermalam di Intan FSO.

Akibat tidur larut malam, pagi itu saya bangun kesiangan. Setelah sarapan, berkumpul di ruang rekreasi dan berdiskusi dengan pak Eko Putro. Kemudian menyambangi ruang kendali dan mengambil gambar bersama teman-teman pekerja. Siang itu kami berencana ke LGP, tetapi karena ada tamu dari Jakarta, sedangkan ruang tinggalnya terbatas, kami terpaksa menginap di Intan FSO.

Tempat bermalam kami adalah kontainer yang didesain menjadi kamar tidur 4 bed. Wah, drastis sekali perubahan kenyamanan yang kami terima di MOGPU dan Intan FSO. Ya sudah, kami harus menikmati semalam di terminal tersebut sebelum ke LGP.

Intan FSO merupakan kapal tanker yang menjadi terminal internasional, karena di Intan FSO-lah bertambat berbagai kapal tanker dari dalam dan luar negeri untuk membeli minyak. Saat kami tiba, sedang tambat sebuah tanker melakukan pengisian minyak, dan telah menunggu beberapa tanker di sekitarnya.


%d blogger menyukai ini: