14 Trip 3-2

[pob.19.03] jam 5 ke LGP. Morning meeting. Alarm drill. Tidur. Diskusi di messhall. Masuk kamar 303.

Pagi-pagi sekali kami harus berangkat ke LGP karena Pan Marine boat yang akan mengantar personel ke lokasi platform dan PBSJ menjemput kami lebih dahulu. Tanpa mandi dahulu, kami menuju crane untuk personel transfer dari Intan FSO ke boat.
Pemandangan subuh sangat indah, memandang Intan FSO, tanker yang sedang tambat, LGP-DPPA, WHPB, dan lokasi platform yang jauh dalam balutan cahaya lampu.Personel transfer dari boat ke DPPA tidak dilakukan dengan crane karena sedang diperbaiki, sehingga kami berpindah menggunakan jump rope. Kami diberitahu HLO agar kami menaruh barang di ruang rekreasi terlebih dahulu dan menuju muster station di DPPA jika terjadi alarm. Kamar untuk kami baru dipersiapkan setelah jam 10 karena tamu dari Jakarta baru akan pergi meninggalkan LGP pada jam itu.

Setelah menaruh bawaan di ruang rekreasi, saya dan bagus salat subuh di musala, kemudian menyusul bayu di messhall untuk sarapan. Setelah sarapan, kami mengalami alarm drill lagi. Kali ini hanya bersandal dan tanpa hard hat kami langsung saja menuju muster station kami di DPPA. Setelah itu dilanjutkan dengan morning meeting mengevaluasi alarm drill dan persiapan operasi hari itu.

Pagi itu kami beristirahat di musala, setelah coffee break kami diskusi dengan pak Joseph dan pak Didik di messhall mengenai pengalaman kami selama berkeliling lokasi serta rencana presentasi kami di LGP.

Siang hari kami masuk ke kamar 303 untuk beristirahat.

[pob.20.03] morning meeting. Paperwork.

Hari itu kami isi dengan paperwork saja.

[pob.21.03] presentasi 19.40 – 21.40

diskusi berlangsung seru!

[pob.22.03] ada ahli gizi. Rencana turun besok.

Indocater melakukan survei gizi para pekerja, sang ahli gizi bernama Rita Ulia mengejar para responden dengan pertanyaan makanan apa saja yang diasup oleh mereka pada waktu makan, coffe break dan saat bekerja. Dari data tersebut, Rita mengevaluasi pola makan responden berdasarkan ilmu gizi dan memberikan saran perbaikan pola makan dan jenis makanan yang diasup.

Pak Johanes Karundeng, bersama team Ethics datang memberikan presentasi di hadapan para pekerja. Beliau mengajak kami turun ke Matak untuk melihat-lihat program pengembangan masyarakat di Matak dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: