15 Trip M-2

[pob.23.03] Down to Matak. CD Program.

Pagi itu kami turun ke Matak bersama rombongan pak Johanes. Jam 9 kami diajak berkeliling fasilitas di Matak Base. Kami mengunjungi Warehouse, Harbour, Jetty, Hanggar, Explosive House, Airport, mendengar dari pak Johane tentang sejarah Matak dan perkembangan yang dialami. Kemudian melihat jalan ke Teluk Sunting, tetapi tidak berhasil terus karena mobil yang kami tumpangi tidak sanggup mendaki bukit, akhirnya kami kembali ke Matak Base.
Setelah makan siang, kami melanjutkan kegiatan mengunjungi Pulau Beleba, melihat terumbu karang yang dibiakkan di sana. Untuk ke Pulau Beleba, dari Matak Base kami menuju Desa Ladan, dilanjutkan perjalanan pompong. Di Pulau Beleba kami habiskan waktu sampai sore. Kemudian kami kembali dan menuju landasan menikmati senja.

Malam hari kami makan malam di rumah pak Hasnan, despatcher Airport, hidangan khas laut yaitu ketam bumbu dan pepes ikan, serta abon ikan. Sepulangnya kami mampir melihat mobile hospital di Payalaman, kemudian menuju landasan untuk menikmati bintang-bintang.

[pob.24.03] ke BLK Antang di Teluk Buluh. Ke Air Terjun di Temburun. Makan siang di Tanjung Tebu. Menikmati sunset di Pulau Langu.

Dengan boat, kami bersama rombongan pak Johanes menuju Teluk Buluh di Pulau Siantan. Setelah mampir di rumah seorang pegawai, kami berjalan ke BLK Antang. Sebuah balai latihan kerja yang dibangun oleh perusahaan sebagai program pengembangan masyarakat. Setelah setahu dibina, BLK ini diserahkan pengelolaannya oleh perusahaan kepada Depnaker. Tetapi sejak itu pula BLK ini tinggal bangunan saja. Peralatan di dalamnya tidak terawat dengan baik karena tidak ada dana untuk perawatan. Selain itu sudah jarang orang yang menggunakan BLK sebagai pelatihan. Menyedihkan..

Dari BLK kami berjalan melalui pabrik es batu. Kemudian dengan boat kami menuju Temburun. Temburun terkenal dengan objek wisata air terjun. Menuju ke lokasi air terjun dilakukan dengan mendaki bukit. Sesampainya di air terjun, pemandangan ke atas dan ke bawah sama indahnya. Memandang air terjun, mendengar percik dan riak air sangat syahdu. Memandang ke selat, pulau-pulau sangat damai. Subhanallah…

Kami sempatkan mandi di danau dan merasakan pijatan air terjun di punggung kami. Sangat segar dan menyenangkan.

Kami makan siang di Tanjung Tebu, sebuah rumah makan dan penginapan yang melakukan konservasi terhadap terumbu karang dan penyu. Kemudian kami pulang ke Matak Base dengan hati senang.

Sore hari kami dijemput untuk ke pulau Langu. Di sana kami menikmati senja dengan berenang. Ketika sedang menikmati pemandangan bawah laut, saya merasa tidak enak, kaki sulit bergerak, dan saya menelan banyak air laut, oh no… i was drowning! Untunglah beberapa orang segera menolong, walau pada mulanya tak yakin apakah saya bermain-main atau serius. Sesampainya di pantai, saya minum banyak air dan batuk.

Penasaran dengan pemandangan bawah laut yang indah, saya hendak kembali snorkling, kali ini mengenakan life vest. Dengan life vest saya merasa lebih nyaman, karena jika lelah, saya tinggal diam dan tak perlu tenggelam. Life vest membuat tubuh senantiasa mengambang. Puas menikmati keindangan terumbu karang, saya kembali ke pantai.

Sunset, kami kembali ke Base.

Makan malam dilakukan di saung barak 5, di sana telah menunggu pak Johanes dan teman-teman pekerja yang tergabung dalam Junior Focus Group. Focus Group merupakan team yang dibentuk oleh pak Johanes sebagai sarana pengembangan diri dan juga menjadi corong objektif dalam menanggapi isu yang berkembang di kalangan pekerja.

Kami diminta menjadi pembicara dalam pertemuan itu, menyampaikan kegiatan usaha hulu migas dan konsep kerja sama yang dibangun pemerintah dengan kontraktor migas.

[pob.25.03] sunrise at Payalaman. Senior Focus Group meeting. Hujan.

Pagi-pagi kami menuju dermaga Payalaman, menanti matahari terbit. Menikmati suasana pagi yang sejuk dan damai. Jam 8 ½ ditunggu di training room untuk bertemu dengan Senior Focus Group dan menyampaikan hal serupa yang disampaikan kepada Junior Focus Group. Ada perbedaan nilai dan metode penyampaian, supaya lebih mudah ditangkap maksudnya. Diskusi pun berlangsung dengan seru.

Pak Johanes dan rombongan kembali ke Jakarta pagi itu. Kami tetap berada di Matak sampai sabtu depan. Siang itu hujan mengguyur Matak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: