16 Trip M-3


[pob.26.03] sunrise at Payalaman. Diskusi di messhall. Main tennis.
Sebagaimana hari sebelumnya setelah salat subuh, kami berangkat ke dermaga payalaman mengejar suasana matahari terbit di dermaga. Tak lupa membeli jajanan ketika melewati kedai penjaja makanan tradisional untuk kami makan di dermaga.Siang yang terik, di dalam messhall berlangsung diskusi seru antara kami dengan pak Arifin dan dr Juri. Sore yang sumuk digunakan untuk menguras keringat dengan bermain tennis.

[pob.27.03] Matak ERP Review meeting at training room

Sementara bayu dan bagus bermain tennis, saya mengikuti pertemuan di ruang training. Pertemuan tersebut membahas perencanaan tanggapan keadaan darurat untuk Matak Base. Pembahasan yang dilakukan hanya melakukan review berdasarkan template yang sudah dibuat oleh perusahaan disesuaikan dengan kondisi Matak Base. Pembahasan yang memakan waktu 3 jam itu dihadiri oleh setiap champion.

Berbeda dengan kemarin, siang itu Matak diguyur hujan dan terus berlangsung sampai malam hari.

hujan mengguyur pulauku..
sejenak teduhkan suasana,
dada yang terbakar kangen,
kepada kasihnya
yang menatap gerimis
dari balik jendela
”tenanglah,” bisik bulan sabit
yang mengintip di balik terang mega,
”detik mengejar masa tinggal sekejap,
tak perlu kau risau,
dia dalam pengawasan-Nya”
mentari pasti kembali bersinar,
hembus angin mengusir mendung hati
yang terusik dan kembangkan senyum
untuk kekasih yang sabar menanti

iluvu

[pob.28.03] makan seafood di Payalaman.

Sore itu bagus pergi bersama Johan ke ds Langir untuk membeli ketam dan kerang, sedangkan bayu bersama wiwin makan jambu air di rumah pak bukhari di ds. Gunung Cak. Saya masih asyik dengan internet di kantor Matak Base.

Malam itu kami berlima bersama Era, insinyur sipil untuk perawatan base, berangkat ke rumah pak Herman, kakaknya Johan, di ds Payalaman untuk makan malam, menyikat habis ketam dan kerang yang direbus, dan dihidangkan dengan sambal Bugis.

[pob.29.03] presentasi proses pengadaan. Airport & Traffic activities. Jalan ke Langir.

Ketika saya dan bagus bermain tennis, bayu diminta melakukan presentasi mengenai proses pengadaan di ruang pertemuan pada morning meeting. Menjelang siang, kami mengunjungi pak Fredy Yuniansyah sebagai Airport Supervisor untuk mendapatkan penjelasan mengenai pekerjaan yang berkaitan dengan airport.

Tugas utama airport Matak Base adalah mengoordinasikan penerbangan fixwing dan rotating wing berdasarkan permintaan pengguna jasa penerbangan. Kami juga mengunjungi airport dan melihat aktivitas despatcher, di hanggar kami menemui para pilot helikopter, dan juga ke menara melihat aktivitas radio operator.

Sore hari kami pergi ke ds. Langir, tak lupa mampir ke rumah pak Amir untuk makan kelapa muda. Sampai di desa Langir kami terus menuju dermaga Langir dan menikmati senja, serombongan bangau pulang ke sarang, sedangkan kelelawar keluar mencari makan.

Setelah menunaikan salat magrib di masjid, kami menuju rumah pak Safri, di sana hidangan seafood telah menanti. Kami segera kembali ke base sebelum jam 9 malam.

[pob.30.03] mengunjungi lokasi tangki dan incinerator. Melihat sumber air bersih. Clinic. Jalan sore. Menikmati bintang di ujung runway.

Berencana pagi itu kami ke Terempa, sesampainya di dermaga Payalaman, kami dapati ramai orang sudah memenuhi pompong reguler, berikut juga pompong tambahan. Rupanya itu hari libur nasional, ditambah para pelajar akan melakukan perjusami keesokan harinya, sehingga ramai orang pergi berbelanja ke Terempa. Kami tidak jadi berangkat dan akhirnya kembali ke base setelah sarapan di kedai dekat dermaga.

Sesampai di base, setelah berbenah, kami menemui pak Arifin yang hari itu mengajak kami menengok rencana lokasi tangki dan incinerator. Dari lokasi tersebut kami menengok sumber air bersih yang menjadi reservoir bagi kebutuhan air di base. Lokasi mata air terlindung dengan baik dan tumbuh di sekitarnya tanaman pandan yang membuat harum suasana.

Kami menuju klinik untuk memberi ucapan selamat kepada dr Ary yang diangkat menjadi chief medical support. Setelah lebih dari 8 tahun mengabdikan profesinya di Matak, dan setelah tiada lagi orang yang memenuhi persyaratan menjadi chief medical, dr Ary diberikan amanah tersebut.

Sore itu, dengan sepeda motor kami pergi menyusuri pantai pulau Matak. Dari Matak Base kami ke Masjid Raya Payalaman, mengambil jalan ke Batu Ampar, dilanjutkan ke arah Putik, Ladan, Tebang, menyeberangi jembatan kayu ke Candi, Teluk Gali, Piabung dan terakhir ke dermaga Kampung Baru. Setelah mengambil gambar dan menikmati senja, menjelang magrib kami kembali ke base.

Saya dan bagus berhenti di Masjid Raya untuk menunaikan salat magrib. Keluar masjid, kami bertemu dengan dr. Ary. Kami bertiga kembali ke base dengan mobil. Di messhall, diskusi mengenai Gie dan idealisme bersama dr Ary berlangsung selama makan malam.

Malam itu, dr Ary membawa berkat dari acara pengajian di masjid, setelah mampir di rumah Rais di payalaman, saya mengajak bayu dan wiwin ikut bersama dr Ary ke ujung runway. Bagus sudah nyenyak di kamar. Ngemil kue berkat dan berbual-bual di atas selimut yang dihampar di atas aspal, menikmati bintang-bintang di langit ditemani musik oldies yang mengalun dari tape mobil dr Ary.

Bercerita tentang iqbal, anak asuh dr Ary, berbual tentang humor jenaka, berkisah tentang negeri segantang lada, dan terlelap dalam asuhan malam. Sekitar jam 1 ½ pagi, langit menitikkan gerimis, kami segera bangkit dan masuk ke mobil, melanjutkan tidur di kamar.

[pob.31.03] main tennis. Presentasi. Ke Terempa. Syukuran di TK Anoa.

Bermain tennis lagi, nonton film Gie yang dipinjamkan oleh dr Ary. Setelah salat jumat dan makan siang, kami diminta menyampaikan presentasi di training room. Selesai pada waktu ashar, kami diminta bersiap-siap untuk jalan ke Terempa. Dengan speed boat seharga mercedes, kami bertiga, pak Arifin, dr Ary, Era dan Wiwin serta pak Yusuf meluncur ke Terempa. Menikmati senja di ibukota kecamatan Siantan. Kegiatan sore hari penduduk kota itu di antaranya bernyanyi karaoke, berolahraga di antaranya bermain tennis, bola kaki dan sepak takraw, ada juga yang berjoging.

Menjelang petang, kami makan mie di kedai dekat dermaga. Pulang dari Terempa, kami mengalami petualangan melaut, berpapasan dengan kelelawar yang terbang melintasi speedboat kami, dan berayun dahsyat di akar bergayut. Di sebut begitu karena ombak mengayun boat kami dengan luar biasa, selain itu lokasi akar bergayut berada di atas palung laut. Alhamdulillah, kami sampai di base dengan selamat.

Malam itu kami diundang untuk mengikuti acara syukuran di TK Anoa, mensyukuri dimulainya beroperasi salah sebuah anjungan produksi lepas pantai di lapangan Anoa.

**

Iklan

2 Responses to 16 Trip M-3

  1. Iin marlina berkata:

    Absolutely exciting journey ya nyampai d pulau matak ini.ga nyangka aq bs jg terdampar d sini,jodoh membawaku menikmati sisi cantik kota berselimut dermaga,really excotic experience.
    Nice to read your story Andy,now I Live in payalaman.and I Enjoy this village anyway.

    • andi berkata:

      wow, exciting journey… selamat menikmati payalaman… kesepian yang eksotis… ada sedikit rindu saya kembali ke sana, namun untuk ongkos pribadi masih mikir lah yauw 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: