ketika harus diambil paksa

30 Mei, 2006

ada kewajiban kita setiap hari untuk bersedekah sebagai tanda syukur kita kepada Allah. untuk setiap ruas sendi di tubuh kita harus disedekahkan, Nabi memberikan solusinya dengan 2 rakaat salat Duha setiap pagi. Nabi juga mengabarkan kepada kita bahwa di pagi hari setelah salat subuh, ada malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk mendoakan orang-orang yang bersedekah pada hari itu. tentu saja doa malaikat selalu dikabulkan oleh Allah.

namun kita sebagai insan, adalah makhluk yang sering lupa bersyukur. ada saja hak-hak orang lain yang tidak kita penuhi, karena kita sibuk mengurusi penghidupan. hingga ketika Allah harus mengambil paksa dari harta maupun kehidupan kita, barulah saat itu kita sadar bahwa kita jarang bersyukur.

kawan, amat mudah bagi Allah mengambil paksa apa yang dititipkan-Nya pada kita. maka ketika itu terjadi, jelas sabar adalah kunci utama menghadapinya. tetapi kita juga tetap harus bersyukur, karena Allah masih mau mengingatkan kita akan melimpahnya nikmat dan karunia yang telah Dia berikan. 🙂

IJS-05
***

QS 2: 153-157
duka kami untuk jogja 5.9 SR

Iklan

salat untuk rasa syukur

18 Mei, 2006

kawan, sesungguhnya salat adalah sebuah kewajiban bagi muslim yang telah ditentukan waktunya, demikian disebutkan dalam firman Allah. salat bertujuan sebagai upaya mengingat Allah dan juga menjauhkan diri kita dari perbuatan keji dan munkar.

Rasulullah saw. membuat perumpamaan mengenai seseorang yang tinggal di tepi sungai yang bersih dan jernih, kemudian orang itu mandi di sungai sebanyak lima kali dalam sehari, apakah kita dapatkan pada tubuhnya debu dan kotoran? begitupun dengan salat yang kita lakukan, adalah upaya membersihkan diri kita dari kotoran dan debu yang menempel pada hati dan jiwa kita.

betapa besarnya cinta Allah kepada manusia untuk selalu membersihkan jiwanya dengan kegiatan salat merupakan karunia yang amat besar dan tentu saja teramat sayang jika kita lewatkan.

oleh karenanya, kawan, mari jadikan salat kita adalah perwujudan rasa syukur kita atas karunia Allah tersebut. 🙂

IJS-03


menikmati mata

17 Mei, 2006

dikisahkan seorang hamba yang diberikan karunia kehidupan 500 tahun mengisi seluruh hidupnya dengan beribadah kepada Allah. pada sebuah perjumpaan dengan Allah di hari pengadilan, Allah hendak memasukkan dia ke surga dengan kasih sayang-Nya. tetapi si hamba mempertanyakan kemana jerih payah ibadahnya selama 500 tahun?

maka direvisilah ketentuan Allah, Sang Mahabijaksana itu memerintahkan malaikat menimbang amal ibadahnya selama hidup si hamba dengan sebuah bola mata. ternyata seluruh amal ibadah si hamba tak mampu mengimbangi berat bola mata tersebut. akhirnya si hamba memohon belas kasih Allah agar dia dimasukkan ke dalam surga dengan kasih sayang-Nya. dengan tertawa, Allah Yang Maha Penyayang memasukkan si hamba ke surga-Nya.

kawan, menikmati mata kita juga bentuk syukur lho. apakah kita mampu menggunakannya dalam rangka ketaatan kita kepada aturan Allah, atau justru kita menggunakan mata kita dalam rangka mengingkari Dia dan memenuhi hawa nafsu kita?

mudah-mudahan, Allah Yang Mahamemberi karunia, memudahkan langkah kita dalam ketaqwaan dan terus bersyukur atas kasih dan sayang-Nya.

IJS-02


bersyukur dengan ibadah

17 Mei, 2006

barangkali banyak di antara kita yang memaknai rasa syukur dengan berbagi, ngajak makan-makan, atau acara selamatan, yang ngga jauh-jauh dari urusan makan, dan hanya sesaat. lalu bagaimana dengan kita yang pada saat hendak memaknai rasa syukur itu, misalnya karena lepas dari musibah atau berhari lahir atau semisalnya tetapi tidak memiliki cukup uang untuk menraktir atau mengajak makan-makan?

padahal islam tidak mengharuskan memaknai rasa syukur dalam bentuk yang itu-itu saja, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk bersyukur. salah satunya adalah yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. ketika beliau dipergoki oleh istrinya sedang melaksanakan salat tahajud sampai kakinya bengkak-bengkak karena saking lamanya berdiri, rukuk dan sujud.

sang istri hanya dapat menangis dan bertanya: “mengapakah engkau, ya rasulullah, manusia utama yang dijamin oleh Allah, suci dari dosa, sampai salat begini rupa?” dengan tersenyum, sosok insan teladan manusia itu menjawab: “istriku sayang, tak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”

kawan, ternyata meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah juga sebuah sarana bersyukur. apakah kita tertantang untuk bersyukur?

IJS-01


%d blogger menyukai ini: