berbagi di saat membutuhkan

6 Juni, 2006

banyak kisah tentang jiwa sosial manusia yang dapat kita petik sebagai pelajaran dan teladan. di antaranya tentang 3 tentara yang mati kehausan, bukan karena tidak mendapat pertolongan, tetapi karena ketika didatangi bantuan, mereka mendengar rintihan rekannya yang lebih parah dan lebih membutuhkan air sehingga mereka persilakan si penolong untuk memberikan bantuan kepada rekannya itu. namun akhirnya mereka sama sekali tidak dapat tertolong semuanya, dan dengan rida menghadap Tuhan mereka.

ada teladan lagi dari keluarga Ali dan Fatimah, ketika mereka harus memberikan roti yang sedianya menjadi makanan berbuka puasa keluarga kepada peminta-minta yang sudah tidak makan berhari-hari, dan keluarga Rasulullah itupun hanya cukup berbuka dengan air putih dan beberapa biji kurma saja.

kawan, kadang-kadang kita mengalami hal yang serupa, namun reaksi kita akan berbeda-beda. ada di antara kita yang berpikir, “saya saja membutuhkan itu, mengapa saya harus berikan kepada orang lain?”, padahal kita menyadari bahwa apa yang ada pada diri kita tidak semuanya milik kita bahkan untuk sesuatu yang benar-benar kita butuhkan pun (bukan sekedar keinginan). padahal kita menyadari, bahwa ada yang bakal memberi ganti atas apa yang kita lepaskan untuk membantu orang lain, dengan ganti yang lebih baik.

apakah kita siap berbagi di saat membutuhkan?

IJS-07


sampah dan rasa syukur

6 Juni, 2006

sampah adalah produk buangan maupun sisa dari keseharian kita. ada sampah rumah tangga dan ada pula sampah industri. yang termasuk sampah rumah tangga adalah sisa makanan, kulit-kulit buah, kertas, plastik pembungkus makanan, plastik, dan mungkin sedikit kayu dan besi seperti batang pensil ataupun penjepit kertas.

memperlakukan sampah tersebut di rumah kita adalah dengan menaruhnya di dalam tempat sampah yang sudah kita sediakan. biasanya setiap hari kita masukkan ke kotak sampah di depan rumah untuk diangkut oleh pengangkut sampah. kita sangat ingin rumah kita bersih dari sampah agar hidup di dalamnya sehat dan nyaman.

tetapi ketika kita beranjak keluar rumah, kita akan temukan orang lain (mungkin juga kita) membuang sampahnya seenaknya di pinggir jalan, di parit, di kebun, dan di sungai. di antara mereka ada yang membuangnya dengan berjalan kaki, mengendara sepeda motor, atau berkendara mobil. pengendara mobil sangat ingin mobilnya bersih dari sampah sehingga ia mengusir sampah keluar dari mobilnya, padahal jika di rumah saja kita siapkan keranjang sampah, mengapa di dalam mobil tidak?

sampah adalah sumber penyakit, namun membuangnya secara sembarangan alih-alih mengurangi potensi penyakit, malah menyebarkannya dan berpotensi mencelakakan.

kawan, rasa syukur kita atas kesehatan yang diberikan oleh Allah kepada kita marilah kita gunakan dengan membuang sampah pada tempat yang dibuat sebagai tempat sampah, tidak mengotori lingkungan dengan sampah kita.

IJS-06


%d blogger menyukai ini: