harus berhenti menulis!

membaca kembali paragraf pada sesi tigabelas mengajak andi untuk membincangkan lagi mengapa tulisan tersebut diposkan. tulisan lengkapnya yang terpampang di novelku menggambarkan dengan jelas apa yang tengah andi rasakan saat itu.

seringkali andi bertanya perlukah menulis? padahal banyak orang mengatakan menulis adalah bagian dari proses kreatif dan dengan tulisan kita dapat menyampaikan apa yang kita pikirkan, sehingga buah pikiran tersebut dapat dinikmati oleh para pembacanya. padahal orang juga berkata bahwa dengan menulis kita sedang mengalirkan energi dan memompakan kembali energi baru untuk karya berikutnya.

mungkin menulis bagi sebagian orang tidak menarik, mungkin yang lebih menarik adalah membaca, berdiskusi, atau berkumpul dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama, atau mungkin mengais rejeki demi sepiring nasi dan segenggam berlian adalah jauh lebih menarik…

dengan begitu setiap orang akan memiliki pandangan tentang menulis, lalu buat apa andi terus menulis jika tak satupun dari definisi mereka nyangkut dalam rasa sreg andi untuk terus menulis?

akhirnya ketika andi putuskan “harus berhenti menulis!” diposkan di sini, andi menyadari bahwa menulis adalah mengalami, segala rasa yang timbul ketika menulis bagi setiap orang akan berbeda, dan dengan mengalami andi mengetahui apakah andi harus berhenti menulis atau terus…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: