bercukup ketika miskin

perbedaan yang nyata antara orang miskin dan orang kaya adalah bagaimana mereka menyikapi kondisi mereka, begitu para penceramah motivasi mengajari kita. namun baik itu kekayaan maupun kemiskinan hanya merupakan titipan saja, sewaktu-waktu dapat saja diambil oleh Yang Mahapunya. sebagai hamba yang bersyukur, kawan, sudah seharusnya kita mensyukuri segala kondisi yang dititipkan oleh Allah kepada kita.

jika kemiskinan hadir pada diri kita, sudah sepatutnya kita merasa cukup dengan apa yang ada, tanpa perlu mengeluh, tetapi terus berusaha memenuhi kebutuhan kita. mungkin banyak keinginan yang muncul ketika kita miskin, mungkin juga dengki dengan keberhasilan dan kekayaan orang lain, bahkan mempertanyakan keadilan Tuhan pada diri kita yang merasa “sudah beribadah dengan baik” kepada-Nya?

kawan, miskin boleh jadi sarana yang Allah sediakan bagi kita untuk semakin mendekat kepada-Nya, miskin boleh jadi sarana ujian dari Allah bagi hamba yang dicintai-Nya, miskin boleh jadi sebuah tahapan sebelum kita dijadikan kaya oleh-Nya? mengapa kita merasa kurang dan tidak bersyukur?

Ref QS 24:32, 4:32
IJS-19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: