ketika diingatkan untuk kembali

20 Februari, 2007

seorang kawan bertanya kepada saya tentang sejauh mana sudah saya melangkah, apakah masih berada dalam barisan ataukah tak lagi bersama barisan. pembicaraan pun berlanjut dengan kisah-kisah sedih para pencari jalan. ada yang terseok-seok tak mampu menanggung beban. ada yang tercecer dan tak sempat lagi mengikuti kafilah kemudian tersesat. ada pula yang mengambil jalan sendiri mengendus-endus jejak pendahulu dengan berpegang kepada pedoman yang sahih.

apakah makna jamaah bagi anda, ketika ia tak lagi sekedar barisan shalat? tak lagi sekedar ikatan persaudaraan? tak lagi sekedar naungan ketika butuh saat teduh?

ketika diingatkan untuk kembali ke dalam barisan, saya merasa melihat begitu banyak barisan yang sedang menuju arah yang sama. tak perlu mengejar yang sudah jauh dan tak mungkin kita raih sendiri jika ada begitu banyak semangat yang sama. barangkali dengan mengikuti kafilah yang baru, kita dapat melangkah lebih jauh melampaui semua yang pernah kita tinggalkan?

sungguh indah akhlak orang beriman, ketika senang ia bersyukur, ketika susah ia bersabar.

ketika diingatkan untuk kembali, ketika itulah saya sadari masih ada yang mengasihi kita tanpa pamrih.

[jazakallah untuk mas puji]


KONTES BLOG DAN WEBSITE

14 Februari, 2007


pinky day dan macet!

11 Februari, 2007

habis sowan ke open house architecture UI di kampus, lalu salat zuhur di masjid UI, rencananya ke Carrefour ITC Depok, beli sesuatu buat raka. alhamdulillah raka sudah gembira lagi hari ini setelah kemarin seharian sakit dan gak mau makan.

sampai perjalanan di depan hotel bumi wiyata, lalu lintas lancar terkendali, mendekati depok mall, macet, dan macet… terlihat beberapa abege berpakaian merah muda, tak hanya cewek, cowok juga banyak yang pinky. untuk yang berkerudung, ga ketinggalan kerudungnya pun pinky, ah….

ternyata sampai di depan depok mall, tak cuma beberapa, ratusan abege pinky tumpah dari mulut mall, memenuhi jembatan penyeberangan dan juga jalan raya… macet! terus berlanjut sampai plaza depok depan terminal depok, macetnya masya Allah… generasi pinky itu juga ada di sana…

ah, kalau berbelok ke carrefour, namanya cari mati, sudah panas dan kegerahan, akhirnya putuskan untuk pulang, tidak berbalik arah, tetapi mengambil jalan dari depok lama ke arah sawangan. sampai rumah, subhanallah… capek banget.

kalau untuk merayakan hari kasih sayang sampai mengorbankan begitu banyak bensin… dan coklat :),…. apakah masih layak disebut kasih sayang? 😦

 


an attention

9 Februari, 2007

an sms come to my cellphone this early morning. it was from my old penpal friend. he is one of my lasting penpal friends. the sms was sent 7 hours earlier, but the fact is at time, because we have time different as per regional distance. it is written:

salaams dearest brother Andi, hope this sms reaches u in the best of health & iman. im really worried about u & ur family. r u affected by the floods? i can only pray that Allah takes cara of the righteous people. please tell ur father, mother, brother & ur family that im thinking about them. your brother Asim.

then i reply to him:

dear brother Asim, thank you for your attention. we’re okay & fine. we can help others with anything we can give. love in iman, Andi.

 


sajak banjir

2 Februari, 2007

Terima kasih lagi ya Allah
Atas hujan yang jatuh
Atas banjir yang sebandang
Atas liburan yang seharian
Atas kesempatan kembali
Berbagi peduli sesama. ..


sajak hujan

2 Februari, 2007

Terima kasih ya Allah
Atas curahan karunia-Mu
Yang tak putus-putusnya
Air berlimpah dari langit
Sejak isya hingga jumatan tiba

Terima kasih ya Allah
Atas banjir yang datang
Sebagai tamu tengah malam
Supaya kami terjaga
Dan mengingatmu sepenuh hati

Terima kasih ya Allah
Engkau berikan kesempatan
Berlibur seharian
Sejenak lepas dari rutinitas kerja
yang nyesak dada memenat kepala

Terima kasih ya Allah…


[lessons] siapa yang peduli…

1 Februari, 2007

Pagi ini dalam perjalanan ke kantor, di bilangan cilandak-ampera, tertangkap oleh mataku seseorang yang berjongkok di atas genangan air (Hujan semalam telah menggenangi beberapa wilayah di Jakarta). Lelaki itu mengenakan pakaian seadanya, tangan kirinya menopang badannya yang membungkuk ke arah genangan air itu lalu … ah… ia menjulurkan leher dan mulutnya kemudian meminum airnya seperti binatang. Astaghfirullah…

Masih pagi ini, di jalur busway yang sudah dioperasikan, melajulah beberapa kendaraan bermotor, padahal sudah jelas tanda verboden kecuali bus transjakarta yang boleh melalui jalur tersebut. Walhasil polisi harus repot menilang mereka, bahkan sempat seorang pengendara sepeda motor dapat saja menyeret polisi ketika polisi memegang jaketnya. Masya Allah…

Beberapa waktu lalu, ketika seorang ibu yang menggandeng anaknya menyeberang jalan yang ramai, tiba-tiba mainan yang digenggam oleh si anak terlepas dan jatuh di jalan. Sang ibu berniat mengambil mainan tersebut namun dilarang oleh pengatur lalu lintas karena padatnya lalu lintas saat itu. Ibu dan anak itu akhirnya hanya memandang terpaku mainan itu terlindas kendaraan yang berlalu. Inna lillaahi…

Mungkin tak banyak yang memperhatikan ketiga kejadian itu. Bisa jadi ketiganya adalah sebagian kecil dari banyaknya kejadian yang memrihatinkan yang terjadi di sekitar kita. Bisa jadi semua kejadian yang memrihatinkan itu sama sekali tidak menjadi perhatian kita.

Siapa yang peduli seseorang yang kehausan lalu minum air genangan bekas hujan?
Siapa yang peduli orang yang melanggar lalu lintas bahkan hampir saja mencelakakan petugas?
Siapa pula yang peduli bahwa mainan yang dibeli sang ibu untuk anaknya mungkin saja adalah dari uang yang diperolehnya setelah menabung sekian lama, namun harus hancur seketika terlindas kendaraan?

Dan kita sama sekali tak bisa berbuat sesuatu untuk mereka, karena disibukkan oleh urusan kita sendiri…

[lesson on 01022007]


%d blogger menyukai ini: