mengapa melupakan?

29 Mei, 2007

Teman, tersebutlah kisah para penumpang kapal yang mengarungi lautan. Ketika kapal yang mereka tumpangi dihantam badai berbagai rasa muncul bertabur putus asa dan harapan. Lalu salah seorang dari mereka berseru agar memohon keselamatan kepada Allah. Kemudian Allah menyelamatkan kapal dan seluruh penumpangnya ke daratan. Tetapi setelah semuanya selamat, tidak ada seorang pun yang mengucapkan syukur dan mereka lupa kepada Allah.

Di saat kita mendapati kondisi putus asa, ketika tak ada lagi yang bisa kita harapkan untuk membantu kita, ketika semua jalan sudah buntu, maka Allah adalah satu-satunya harapan yang mampu mengeluarkan kita dari segala masalah. Namun kita masih sering meragukan kekayaan Allah untuk membebaskan kita dari masalah.

Teman, melupakan Allah itu mudah, namun melupakan kebaikan-Nya setelah kita bebas dari masalah adalah sebuah sikap durhaka. Marilah kita senantiasa menjadi hamba yang bersyukur dan jauh dari sifat durhaka atas semua kebaikan Allah.

QS 6:63-64, 17:67, 29:65, 31:32

Iklan

%d blogger menyukai ini: