ketika aku merasa sendirian

6 Juli, 2007

aku bisa berbuat apapun yang kumaui
aku gak perlu ikutin apa yang diikuti orang lain
aku bebas menentukan kemana aku dan ngapain aku

tapi aku gak dapat melupakan
bahwa Tuhan melihatku…


jangan pernah mengada-ada

6 Juli, 2007

kawan, di dalam hidup kita ada banyak hal. namun ada satu hal yang tidak dapat diterima oleh semua orang: mengada-ada. mengapa hal tersebut tidak dapat diterima? karena sesuatu yang mengada-ada tidak pernah masuk akal. boleh saja ia jadi sebuah dongeng, namun tidak akan pernah jadi kenyataan. boleh saja ia jadi sebuah fiksi, dan tak akan pernah jadi fakta.

mungkin juga pernah kita temukan orang-orang yang bermuka manis, sangat manis hingga terlalu manis untuk dilihat, didengar, dan dikatakan. kita dapat saja mengatakan bahwa itu mengada-ada. atau kejadian yang terlalu buruk, sangat buruk sehingga membuat kita tidak percaya, itupun mengada-ada.

lalu kita katakan apa adanya, gamblang, mudah, bersahaja. hingga orang lain setuju bahwa kita tidak mengada-ada.

begitupun dalam beragama, sudah patutnya kita tidak mengada-ada dengan menambah atau mengurangi perkara yang sudah diatur dalam agama. Supaya kita tidak disebut mengada-ada, supaya kita tidak ditolak, supaya kita mendapat kasih sayang Allah.

QS 3:31


kursi jati gaya madura

6 Juli, 2007


1 set kursi ruang tamu dan meja, jati asli dari cepu, ukiran gaya madura.

cocok untuk ruang berukuran minimal 3 x 4 m2, produksi Cepu tahun 2005 kondisi baik.

Ditawarkan Rp6 juta, hubungi citra 02170735335


asal usul dodol dawet

6 Juli, 2007

After the Siraman ceremony completely finished, special for the bride parent, would be doing their next ceremony called Dodol Dawet, this is the tradition of bride parent to selling Cendol, Javanese traditional ice dessert, to the guests. The guests would need to buy the Cendol using old Javanese coin called Kereweng, after the selling cendol finished, the mother would be given all the Kereweng to the bride, the main idea in this Dodol Dawet ceremony is the Kereweng, which is symbolized the Money for the bride’s need in her future family. While doing this Dodol Dawet, the bride mother would be accompanied by her husband holding an traditional Javanese umbrella for her.

dari http://www.hudsonvalleyweddings.com/guide/java.htm


%d blogger menyukai ini: