dongeng migas: pengantar

ngambil bukunya om Norman J. Hyne, Ph.D berjudul “Petunjuk Non Teknis untuk Geologi, Eksplorasi, Pemboran, dan Produksi Perminyakan”, saya tergerak untuk berbagi beberapa hal dari buku tersebut. karena bahasanya yang non teknis, saya beranikan untuk menerjemahkan dari buku aslinya yang berbahasa Inggris dengan bahasa saya sendiri🙂 mudah-mudahan tidak melanggar haki ya …

pengantar

baik minyak bumi maupun gas alam adalah campuran molekul yang dibentuk oleh atom karbon dan atom hidrogen. ada beberapa macam minyak bumi dan gas alam yang berbeda, sebagian lebih bernilai daripada yang lain. minyak bumi berat (heavy crude oils) sangat tebal dan kental serta sangat sulit untuk diproduksikan, sementara minyak bumi ringan (light crude oils) sangat mudah mengalir dan mudah diproduksikan. yang kurang bernilai adalah minyak bumi asam (sour crude oils) yang mengandungi sulfur dan gas alam asam (sour natural gas) yang mengandungi hidrogen sulfida. beberapa gas alam yang membutuhkan lebih banyak kalor untuk terbakar daripada yang lain, mengandungi cairan gas alam dan gasolin, biasanya lebih bernilai.

supaya memiliki cadangan minyak atau gas yang komersial, ada tiga kondisi geologi yang harus dipenuhi. pertama, harus adanya batuan sumber (source rock) di bawah tanah yang pada suatu waktu di masa lampau menghasilkan minyak atau gas. kedua, harus ada pemisah, yaitu batuan reservoir (reservoir rock) di bawah tanah yang menjaga minyak atau gas. ketiga, mesti ada jebakan (trap) pada batuan reservoir untuk mengonsentrasikan gas atau minyak sehingga jumlahnya memadai secara komersial.

lapisan bumi paling atas dalam area yang memproduksikan gas atau minyak biasanya terdiri dari beberapa lapis batuan sedimenter (sedimentary rock layers). batuan sedimenter adalah sumber dan resrvoir bagi gas dan minyak. batuan ini disebut batuan sedimenter karena terdiri atas beberapa sedimen. sedimen adalah 1) partikel seperti butiran pasir yang terbentuk oleh pecahan batuan sebelumnya dan terpindahkan, 2) seashells (cangkang dari organisme laut), atau 3) garam yang terurai dari air. batuan sedimenter yang membentuk lapisan bumi berusia jutaan bahkan milyaran tahun. selama masa geologi yang berkembang pesat, kedalaman laut telah berubah-ubah. berkali-kali di masa lampau, lautan naik menutupi daratan dan kemudian turun untuk menaikkan daratan. pada masa itu, sedimen mulai terbentuk. sedimen ini terbentuk dari materi sederhana seperti pasir pantai, lumpur di dasar laut, dan tumpukan cangkang organisme laut. sedimen kuno ini tersusun lapis demi lapis, membentuk batuan sedimenter yang nantinya dibor untuk memproduksikan minyak dan gas.

[bersambung]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: