obrolan ibu-ibu…

Dulu, sulit sekali rasanya mencerna obrolan ibu-ibu di komplek mama. isinya benar-benar gado-gado, mulai dari obrolan soal anak, suami, mertua, sampe soal arisan, soal menu sehari-hari, harga barang-barang yang melambung tinggi… yah, hampir semua hal deh! Dulu, aku juga bingung dengan gaya bercanda mereka yang melulu nyerempet-nyerempet soal “tempat tidur”… Dan dulu, biasanya aku hanya menanggapi dengan
senyum-senyum, sambil berpikir, ” ih, yang begituan kok diomongin? Mereka ini nggak ngerti atau…”

Setelah menikah, aku dan mas memutuskan untuk tinggal di rumah sendiri (setelah 8 bulan tinggal di PMI). Posisiku sebagai perempuan menikah yang nggak langsung dikasih momongan, membuatku merasa canggung sekali untuk bergabung dengan ibu-ibu di komplek (aku kan orangnya memang agak pemalu :P). Selain aku pada dasarnya sudah punya stigma yang jelek menyangkut obrolan para ibu-ibu. Ditambah aku juga bekerja, dari mulai freelance sampai kerja ngantor. Sibuk ah, nggak sempet deh ngobrol…

Sampai Raka lahir dan aku memutuskan untuk mendampinginya di rumah. Mau nggak mau aku jadi “terjun” juga ke lingkungan ibu-ibu di komplekku. Wuih, awalnya sulit sekali mengerti kebiasaan mereka ngobrol. Serba nggak enak, serba “hati-hati”, dan serba prosedural… Hanya untuk masalah-masalah yang sangat sederhana… Membicarakan aib jadi masalah biasa, tapi saling memaafkan setelah terjadi konflik merupakan hal yang
sulit sekali terwujud… Jadi seperti bicara dengan anak kecil…

[c]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: