oxford circus di akhir pekan

15 Desember, 2007

rencananya mau ketemu asim lagi di london, tetapi ia tidak pernah membalas smsku. akhirnya akupun turun di stasiun Piccadily Circus, kemudian mengambil gambar patung eros dan gedung-gedung di sekitarnya. lalu aku menuju Oxford Circus dan berjalan-jalan di sepanjang pertokoan yang menjual suvenir-suvenir london dan city of westminster dengan harga banting. sayang sekali, aku sedang tidak berniat untuk berbelanja. kunikmati perjalanan dengan double decker yang terhambat di tengah kemacetan karena ramainya orang-orang memenuhi sepanjang jalan oxford circus.

waktu berlalu, kulihat matahari mulai redup, karena tak kutemukan masjid di sekitarnya, kuambil jalur ke Baker Street dan kulangkahkan kaki menuju London Central Mosque. kutunaikan jamak zuhrain beberapa menit menjelang magrib. kusempatkan berjamaah salat magrib dengan muslim yang lain lalu kulanjutkan dengan salat isya. setelah puas menikmati suasana masjid, kuambil double decker nomor 94 yang mengantarku kembali ke stasiun Oxford Circus. dari lantai atas bus tingkat itu kurasakan keramaian malam akhir pekan sepanjang jalan Oxford Circus.

semua orang tumpah ruah meramaikan saat-saat menjelang natal dan tahun baru yang tentu saja banyak sale. 🙂 tak jauh beda dengan suasana menjelang lebaran di pusat-pusat perbelanjaan di jakarta. ah, sudah malam, kularikan diriku menuju london heathrow terminal 4. lebih baik menunggu di airport daripada terlambat. benar saja, aku datang 3 jam terlalu awal.

melalui screening, pertama kalinya aku diminta lewat fast track, melalui bilik tersendiri dengan melakukan 3 posisi screening. kubaca papan petunjuk ada multifaith prayer room, kulangkahkan kaki ke sana, ada shower room. kusempatkan menyegarkan badan dan mengganti sebagian pakaian yang sudah kotor. lalu kuambil salat sunnah dua rakaat di ruang doa multi keimanan itu.

masih lama menunggu di london heathrow, cuci mata di duty free shop, yang mahal-mahal harganya daripada di oxford circus. lalu duduk mencari tempat, mengeluarkan 3 poundsterling buat mendapat akses wi-fi untuk mengeposkan tulisan ini 🙂


see you next time, calgary

15 Desember, 2007

namanya javed, orang pakistan yang kerja di calgary, dia mau pulang kampung karena liburan natal dan tahun baru cukup panjang, dan ini pulang kampung pertamanya sejak bekerja di calgary 5 tahun yang lalu. awal perkenalanku dengannya adalah karena ia melihatku salat di ruang tunggu bandara calgary, lalu kami terlibat percakapan yang hangat dalam menghabiskan waktu menunggu saat boarding. kebetulan kami transit di london heathrow dan kebetulan pula pesawat berikutnya yang membawa dia ke abu dhabi berangkat jam 20, tak berbeda jauh dengan jadwal pesawatku ke singapore, sehingga kami memutuskan untuk visit london: artinya harus melalui border imigrasi UK.

nomor tempat duduknya adalah 32D (aisle) sedangkan aku 31A (window), ketika boarding kuminta pasangan suami istri yang duduk di 31B dan C untuk bertukar tempat denganku, karena duduk di aisle lebih mudah jika harus bolak-balik ke toilet atau meregangkan badan. tak disangka 31C dan 32D justru bertetangga di aisle, sehingga dalam perjalanan kami sempat melanjutkan obrolan. dia punya perhatian yang sama dengan memesan moslem meal. karena aku bertukar tempat duduk, awak kabin sempat bingung mengantarkan makananku, tetapi selanya lancar saja.

setibanya di london heathrow, kami pun tidak berbelok ke ruang transit, melainkan ke arrival karena berencana berjalan-jalan di london. alhamdulillah petugas mengijinkanku masuk ke london. tetapi tidak demikian dengan javed, ia tidak boleh karena di dalam paspornya yang pakistan tidak terdapat visa UK dan tidak cukup dengan menunjukkan kartu identitas canadanya. dengan begitu, kebersamaan kami sampai di situ saja. tetapi banyak hal yang kudapatkan dari javed sepanjang obrolan.

paling tidak aku mengetahui informasi bahwa calgary lagi butuh pekerja buat perminyakan, karena melihatku sebagai engineer yang bekerja di perminyakan, ia menanyakan apakah aku memiliki niatan untuk pindah ke calgary, sekaligus melanjutkan kuliah di sana. kalau yang ini… belum bisa kujawab 🙂


%d blogger menyukai ini: