i’m coming home soon

16 Desember, 2007

penerbanganku dari london ke singapore makan waktu kira-kira 12 jam, jam 10 waktu london dan mendarat jam 18 waktu singapore. aku mendapat tempat duduk di 28H terletak di barisan pintu emergeny yang jelas sekali lega buat aku menyelonjorkan kaki. teman perjalananku kali ini seorang perempuan singapore bernama Rachel. ia seorang pebisnis exhibition yang pulang dari meeting di Paris dan Brighton untuk persiapan eksebisi internasional tahun 2008.

dari obrolan awal, seorang cabin crew bernama jeremy ikut nimbrung, jeremy ternyata keturunan indonesia dan suriname yang lahir besar dan tinggal di holland. wah, asyik sekali 🙂 tetapi dia tidak bisa berbahasa indonesia atau bahasa jawa, hanya hapal beberapa frasa percakapan saja.

selebihnya penerbanganku terisi dengan tidur, nonton film, meregangkan badan dan melemaskan otot, ke toilet, dan makan makanan yang dihidangkan. asyiknya memesan special request untuk makanan walaupun kita duduk di kelas ekonomi, makanan kita datang lebih dahulu daripada penumpang lainnya. ah, menanti penerbangan berikutnya ke jakarta, kucharge bateri sambil menulis jurnal ini.


free wi-fi along my trip

16 Desember, 2007

setelah berlalu 12 menit kucoba logout dari koneksi internet pay per use di london heathrow untuk setengah jam. karena jika harus lanjut menulis jurnal akan menghabiskan waktu, sehingga kuputuskan koneksi dengan niat menyambung lagi setelah selesai. tetapi yang terjadi adalah username dan password yang kumasukkan selalu salah. akhirnya kusadari bahwa pay per use adalah untuk sekali login. waduh sayang sekali, remaining time 17 menit tidak bisa kupakai dan aku harus membayar full.

changi airport di singapore hanya menyediakan free internet access untuk fasilitas PC yang disediakan, sedangkan untuk akses wi-fi hanya tersedia bagi pelanggan starhub atau telepon singapore. walaupun ada menu pay per use dan harga promosi $6 per 1/2 jam sampai 31 desember 2007, tetapi menu tersebut hanya loop ke halaman muka bukan ke halaman untuk membeli voucher.

lain halnya dengan hongkong, aku bisa sepuasnya ber wi-fi ria, begitupun dengan hotel tempatku menginap di calgary, bebas 24 jam. memang enak jika punya akses unlimited tanpa bayar 🙂


%d blogger menyukai ini: