jika istri minta keluar rumah

“mas, aku kan bosan di rumah saja”

“trus maunya de, bagaimana?”

“maunya keluar rumah gitu, dapat pengetahuan dan pengalaman baru, nggak stuck dengan ibu-ibu erte yang doyan gosip itu, aduh. bisa tidak berkembang otak dan potensiku, mas”

“loh, bukannya waktu de untuk melakukan hal itu lebih banyak? mengapa tidak dilakukan?”

“abis, masih ada si kecil”

dilema menjalani kehidupan ibu rumah tangga pasti akan dirasakan oleh perempuan menikah yang pada masa lajangnya penuh dengan aktivitas luar rumah. ketika dengan “terpaksa” berada di rumah saja akan seperti sebuah “pengekangan” dan “pembunuhan” potensi, sehingga menimbulkan persepsi “kekerasan dalam rumah tangga” karena “merasa dilarang” untuk melakukan aktivitas di luar rumah. padahal tidak semua suami mengekang, membunuh potensi, memaksa atau melarang istrinya dalam beraktivitas. persepsi ini timbul karena budaya masa lalu masih melekat dalam benak masa kini. dengan melihat budaya masa lalu, persepsi “menjadi ibu rumah tangga” akan selalu “menjadi ibu yang berada di rumah saja”.

siapa bilang perempuan tidak boleh beraktivitas? justru perempuan memiliki peran yang penting dalam pembentukan karakter manusia: anak-anaknya, dengan demikian jika tidak beraktivitas perempuan tidak membentuk karakter manusia melainkan memandulkan potensi tersebut. bahkan ibu kartini saja bilang bahwa pendidikan bagi kaum perempuan adalah bukan untuk menjadikan perempuan sebagai pesaing laki-laki tetapi sebagai persiapan bagi calon ibu: pendidik manusia yang pertama kali. jika perempuan tidak berpendidikan, bagaimana mungkin mereka dapat mendidik anak-anak mereka dengan baik?

sehingga ketika  istri minta keluar rumah, haruslah sebagai sarana pendidikan, bukan untuk sekedar memenuhi kebutuhan pribadi (karena yg ini adalah tugas para suami). makanya dalam percakapan di atas, perempuan berpendidikan akan kembali memikirkan pengasuhan dan pendidikan anaknya apabila dia keluar rumah untuk beraktivitas. suami sebaiknya mendukung aktivitas istrinya jika itu bermanfaat bagi peningkatan kualitas kehidupan rumah tangga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: