kembalinya si uang hilang

penggunaan emas dan perak dalam perekonomian sudah setua peradaban manusia di dunia dan dengan memilikinya dapat menunjukkan derajat kekayaan bagi seseorang atau suatu negara. di masa yang tak menentu seperti saat sekarang, memiliki uang kertas yang bejibun tak dapat menyelamatkan lagi karena nilainya selalu turun, sehingga investasi seakan ditelan inflasi. di antara kegelisahan itu muncul kembali semangat memiliki emas sebagai bentuk investasi yang tak lekang dimakan zaman.

jika dahulu emas batangan berkilo-kilo, sekarang bergram-gram (karena harga yang kiloan sulit dijangkau oleh pemodal pas-pasan), jika dahulu beli perhiasan emas, sekarang melirik batangan atau koin (karena nilai jualnya lebih tinggi daripada perhiasan). dan dimulai dari kalangan sufi ortodoks seperti gerakan Murabitun, penggunaan dinar dan dirham merebak ke seluruh lapisan masyarakat muslim yang menyadari perlunya kebangkitan ekonomi yang sesuai dengan fitrah manusia.

lepas dari siapa yang memulai lagi sosialisasi dinar emas dan dirham perak, geliat untuk mengembalikan “si uang hilang” ke dalam kancah perekonomian dunia patut disambut dengan gembira dan tanpa ragu-ragu.

bacaan lebih lanjut di

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: