nalar tak sampai

“waduh, itu angkot motong jalan bikin macet aja sih”
“mas, ingat cerita tentang sopir angkot ketika mas jemput de, kita gak ketemu itu?”
“yang menjalankan angkotnya lambat sekali hingga mas pulang de belum sampai juga, itu? memangya mengapa?”
“iya, dia kan cerita ke temannya yang duduk di depan bahwa pernah ditilang polisi gara-gara motong jalur untuk menghindari macet.”
“bagaimana ceritanya?”
“jadi di jalur yang seharusnya dia lalui sedang macet, kemudian dia masuk ke perkampungan yang bukan jalurnya supaya bisa mem-bypass di depan antrian macet. trus kan dia diikuti oleh kendaraan lain. nah pada saat di pintu gang itu dia dicegat polisi dan awalnya disuruh balik, tetapi akhirnya ditilang polisi.”
“trus…”
“iya, dia bilang polisi depok terlalu ketat tidak seperti di jakarta, bypass jalur saja ditilang, dia merasa dengan mem-bypass jalur itu membantu polisi supaya tidak macet.”
“hehehe… mungkin nalarnya tak sampai, de”
“iya, bukankah gara-gara ulahnya itu malah menambah kemacetan baru? di mana membantu tidak macetnya? belum lagi saat mengantar de pulang itu dia lambat sekali membawa angkotnya. dia bilang ke kawannya kalau sedang sepi penumpang lebih baik lambat-lambat toh kemungkinan penumpang tambahan sedikit. apakah dia tidak berpikir penumpang angkotnya saat itu ingin buru-buru sampai ke tujuan?”
“maklumlah, tak semua orang nalarnya sampai ke sana de. sama dengan kebijakan pemerintah begini begitu, sudah ditentang sana-sini. bukankah lebih baik kita berprasangka baik bahwa pemerintah sudah berupaya sesuai kemampuan mereka mengatur negara?”
“iya, padahal berprasangka baik itu kan gak ada ruginya, kok kebanyakan kita seperti sopir angkot yang mikirin diri sendiri aja?”
“begitulah kalau nalar kita tak sampai, selalu mempermasalahkan yang di luar kemampuan kita.”
“adapun oknum pemerintah juga sering nyusahin rakyat, ngurusin perutnya sendiri bagaimana.”
“mas kira, cukup mengasihani mereka, nalarnya gak sampai :D”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: