raka dan si burung bulbul

rencananya ngajak raka dan bubu nonton wayang si bulbul di erasmus huis. raka senang sekali diceritakan bahwa kami akan menonton wayang si bulbul. berangkatlah kami bertiga habis magrib ke erasmus huis di bilangan kuningan, jakarta selatan. pentas wayang si bulbul dikemas dalam bentuk konser kolaborasi antara ensemble kamar musik belanda (DCME) dengan dalang wayang kulit slamet gundono dan narator sitok srengenge. kemasan ini dibuat oleh komposer belanda Theo Loevendie. kisah si bulbul sendiri mengambil kisah HC Andersen yang bercerita tentang burung bulbul (nightingale) dan kaisar cina.

memasuki erasmus huis, penjaga bertanya apakah raka dapat mengikuti konser dengan baik dan tidak ribut? kami jawab, “ya” karena biasanya jam delapan malam adalah waktu tidur raka sehingga dimungkinkan ia akan tertidur saat konser berjalan. sebelum acara dimulai, dibacakan program dengan urutan penampilan musikal: Kutang, Petualangan Ajaib Baron Von Munchhausen, rehat, Si Bulbul. wayang si bulbul berada pada penampilan terakhir.

selama penampilan musikal Kutang, raka dapat dengan tenang mengikuti musik DCME yang memainkan not-not berantakan karya Slamet Abdul Syukur. Selama sepuluh menit itu kami lega karena raka tidak ribut. namun ketika penampilan kedua hendak dimulai, suara kecil raka terdengar nyaring pada auditorium yang senyap: “pulang”

buru-buru baba membawa raka keluar ruangan dan mengajak bicara supaya raka tidak ribut ketika konser. raka menanyakan bubu yang masih berada di dalam ruangan. karena akan mengganggu jalannya konser jika keluar masuk, baba mengajak raka keluar gedung untuk menikmati appletaart dan segelas air mineral.

baba berpikir bagaimana caranya menidurkan raka yang mulai lelah. diajaklah berjalan-jalan ke taman erasmus huis yang terlihat eksotik di malam hari. tetapi raka tak juga terlelap. akhirnya kami bermain imajinasi tentang ikan-akuarium-laut-terumbu-hiu. permainan yang biasa kami mainkan sejak setahun belakangan teruatama di saat raka mulai memaksakan kehendaknya. biasanya cukup ampuh. rajukan raka mereda, kami menonton televisi berbahasa belanda di ruang tunggu sambil menunggu rehat konser.

saat rehat, bubu bercerita tentang kelucuan dalam petualangan ajaib baron von munchhausen, kemudian kami melihat-lihat pameran foto indonesian dreams di ruang pamer. saat gong dibunyikan tanda waktu rehat berakhir, kami mengajak raka masuk ruangan konser menonton si bulbul, tujuan utama kami malam itu ke erasmus huis.

baru saja duduk, suara kecil raka kembali terdengar nyaring: “pulang”
dengan behave-nya, raka kembali meminta: “ba, pulang”

menghela napas, kami tinggalkan ruangan konser, mungkin lain kali jika raka sudah agak besar, baru bisa menonton konser dengan tenang. pesona raka membuat penjaga erasmus huis gemas. ketika sampai di pintu keluar raka bilang: “ba, hiu, di luar”

ah, rupanya raka teringat permainan imajinasi beberapa saat lalu. kami pun melanjutkan permainan imajinasi itu tentang kapal selam rusia yang membawa kami pulang kembali ke rumah, hingga raka terlelap tidur di pangkuan bubunya…


[nd, 130308]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: