patuh saja jika diawasi

8 April, 2008

boleh dibilang salah satu kejelekan orang kita adalah patuh ketika diawasi, inilah kejadiannya ketika akhirnya pemda dki memberlakukan sterilisasi jalur busway selama bulan februari-maret 2008 kemarin. sebagai pengguna moda transportasi massa cepat tentu saja bersyukur jika jalur busway bebas dari kendaraan lain yang mengganggu kelancaran perjalanan. dua bulan berlalu merupakan masa yang menyenangkan karena waktu tempuh 20 menit benar-benar tercapai (menafikan waktu tunggu di halte, lho!)

tapi memasuki bulan april ini,  dengan adanya beberapa ruas jalur busway tidak lagi dijaga petugas kendaraan pribadi maupun umum lainnya berebutan masuk jalur busway sehingga memperlambat laju bus transjakarta yang kucintai.

padahal malaikat jibril as. mengajarkan kita untuk ihsan dalam segala hal, maka sudah seharusnya mematuhi peraturan adalah salah satu bentuk ihsan.

ihsan: beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Dia, namun karena ketidakmampuan kita melihat-Nya, kita harus yakin bahwa Allah mengawasi kita.


rehat kelamaan dan calon eliminasi

8 April, 2008

membaca postingan mbak ima tentang eliminasi contacts mp beliau, andi mengira keluarga jendela bakalan masuk nominasi untuk eliminasi karena begitu lamanya tidak membereskan rumah mp-nya. membaca postingan teman-teman dari e-mail yang masuk merupakan salah satu cara keep contact dengan mp. beruntunglah teman-teman yang masih dapat menikmati mp setiap harinya untuk terus berbagi cerita dan berhubungan.

begitu banyak alasan bagi kami tidak mampir di mp untuk beberapa lama… pemblokiran server kantor, keterbatasan koneksi internet di rumah, kebuntuan menulis, dan keasyikan mengalami dunia nyata yang bahkan terlalu banyak kisah terlewatkan yang belum sempat dibagi melalui mp… namun kedekatan maya selama ini telah mengukuhkan eksistensi ke-mp-an kami, walaupun sejujurnya kami belum pernah bertatap muka dengan sebagian besar kontak kami di mp.

terus terang, kelezatan dunia nyata hampir-hampir membuat kami lupa dunia maya 🙂 kehidupan kami sebagai individu, keluarga, dan masyarakat membuat kami asyik masyuk dalam menjalaninya.

langkah yang dilakukan oleh mbak ima adalah sebuah terobosan… kami pun mengalaminya, merasa bersalah tetapi belum mampu melakukan eliminasi tersebut, bukan hanya karena berat hati melepas teman-teman (masih banyak invites yang belum kami approve), juga karena kami sudah hampir lupa dengan mp 😀


%d blogger menyukai ini: