antara disposisi dan dispose

31 Mei, 2008

dalam surat menyurat internal kantor ada beberapa istilah yang dikenal: nota, memorandum, dan disposisi. kesemuanya sama fungsinya yaitu menyampaikan informasi ke dalam organisasi. biasanya nota dikirim oleh bawahan kepada atasan, memorandum dikirim antara fungsi bidang, sedangkan disposisi dikirim oleh atasan kepada bawahan. surat menyurat internal ini diperlukan sebagai bukti tertulis dari sebuah perintah, informasi maupun tanggapan. dan memiliki dampak psikologis tertentu pada penerimanya.

[baca selanjutnya ya]


mesquite bukan mezquita

12 Mei, 2008

tadinya mau berbangga hati, bahwa di Texas ada kota bernama Mesquite, di pinggir jalan tol ada restoran meksiko yang menyediakan mesquite, trus tempat tinggalnya tante icha di Mesquite Road. Waduh… bagaimana tidak bangga, ternyata mesquite sangat popular di Texas. Tentu saja umat Islam juga harus berbangga ada nama mesquite terkenal di Amrik.

tetapi kebanggan itu luruh setelah membaca menu steak di Trail Dust, Dallas, TX yang mencantumkan mesquite grilled, alias mesquite itu dimasak, jadi bumbu dsb. Apa maksudnya nih? penghinaan!!! kebayang email berantai tentang mosquito dan mosque yang dahulu andi bantah di beberapa milis karena salah tafsir. apakah mungkin benar penghinaan
terhadap masjid begitu parahnya?

Sabar dulu… cek dan ricek, apakah sama antara mesquite dengan mezquita (masjid)? ternyata mesquite adalah nama sejenis pohon yang biasa tumbuh di daerah tandus maupun di tanah yang lembab. mirip lamtoro. coba deh googling: “mesquite”

Alhamdulillah… tidak terburu nafsu dengan menyebarkan issue tentang kebencian orang amrik terhadap masjid. Mesquite adalah herba yang biasa dijadikan pelengkap masakan maupun untuk obat-obatan. Jadi, justru mesquite bermanfaat dong 🙂


[nd, may ’08]


menikmati pameran

12 Mei, 2008

Offshore Technology Conference (OTC) yang digelar di kota Houston, TX di awal Mei ’08 lalu bisa dibilang ajang pertemuan bagi para praktisi perminyakan sedunia untuk operasi lepas pantai. acara yang digelar di kompleks Reliant Center dan Reliant Stadium, sangat megah dan profesional.

sebenarnya kunjungan ke OTC tidak ada dalam jadwal perjalanan kami ke Texas, namun karena memiliki waktu luang dan ada sponsor yang kasih tiket masuk gratis, kami bisa datang melihat pameran. Sebenarnya kalau mau ambil ilmunya ya menghadiri presentasi di ruang seminar. tapi karena cuma pengen ambil suvenir, ke ruang pameran sudah cukup lah…
😀

memang sulit menikmati pameran, apalagi kalau bukan bidang kita atau tidak tahu apa yang harus dilakukan. yang andi lakukan adalah berkeliling, mencoba penasaran pada setiap booth, melakukan short conversation dan take the souvenirs :p Pada saat penasaran, andi punya banyak pertanyaan, dari pertanyaan sederhana hingga kompleks dijawab
oleh pemilik booth dengan senang hati.

Jadi tidak seharusnya acara pameran membosankan, justru harus dinikmati, dengan cara yang paling nyaman yang bisa dilakukan 🙂


[nd, may ’08]


ditipu penjual kamera

12 Mei, 2008

hati-hati kalau belanja di fisherman’s wharf san francisco. di sana
banyak toko-toko yang menjual barang dengan harga diskon. tetapi tidak
seperti apa yang nampak. kalau tidak tahu harga atau tidak biasa
menawar, lebih baik belanja di toko yang mencantumkan fix price
daripada yang menggunakan dalih 30-70% off.

kejadian sama andi yang lagi iseng nanya harga kamera… di best buy
dijual seharga $300-an, di toko tersebut hanya $199, siapa yang gak
ngiler diskon sebesar itu? dibawalah masuk dan tawar menawar, malah
ditawarkan produk lain yang kurang bagus dengan harga yang lebih mahal
karena ditambahi lensa wide angle dsb.

daripada nanggung beli kamera digital pocket, mendingan beli yang
pakai lensa leica sekalian, jelas bagus. tetapi harganya mak gak masuk
akal. searching harga via gprs, ternyata cuma 3 juta rupiah di
indonesia, tetapi di situ ditawarkan lebih tinggi.

bargain lagi, nambahin lensa, filter, dll akhirnya ketemu harga sekian
ratus dollar amerika. dibilang oleh penjualnya: “You only pay for the
lense, I have shown you the previous trade I have made the price for
you is half than them. I give you the camera for free…!”

gak habis pikir pertanyaan di kepala andi, tetapi akhirnya andi ambil
juga, dengan asumsi, dia pasti nge-charge buat semua itu, nothing is
free! beneran juga… setelah terima bill, tertulis masing-masing
harga items yang andi beli, harga kamera itu cuma $267 dan lensanya
$299.

daripada kecewa lebih banyak dan sulit bargain lagi. andi tinggalkan
toko itu dan membawa serta bingkisan kameranya. hasil googling, andi
dapat harga yang cukup pas, dan tidak rugi-rugi amat lah… 🙂 buat
pelajaran lain kali: survei harga dulu sebelum belanja!


[nd, may ’08]


kegemukan dan fasilitas

12 Mei, 2008

kontras sekali melihat penduduk kota houston dan kota san francisco di
amerika serikat. bukan bermaksud generalisasi, kebetulan pada kedua
kota itu andi temukan perbedaan yang signifikan.

houston adalah kota baru, buatan amerika serikat sendiri, tempatnya
perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang perminyakan. baik sebagai
produser maupun sebagai broker. sebagaimana kota-kota di amerika,
downtown adalah daerah usaha, sedangkan perumahan dan perbelanjaan
tersebar di sekelilingnya. di houston, ruas jalan lebar-lebar, dan
jarang ditemui orang berjalan kaki. hampir semua berkendaraan. taxi
tersebar dimana-mana. model mobil baru tersebar di seluruh jalan raya.

gaya hidup orang houston adalah fast food buat sarapan dan lunch,
kemudian makan berat buat dinner. di subway, porsi sandwich yang biasa
saja bagi andi sudah over, tetapi mereka menyediakan menu longfoot
yang artinya 3 kali porsi standar. saat makan malam, kebanyakan makan
di luar alias restoran, porsi sepiringnya bisa buat bertiga kalau
makan di jakarta. tak heran kegemukan menjadi hal yang biasa di
houston.

san francisco, adalah peninggalan eropa, kota lama yang menjadi kota
turis, ruas jalan pun tidak terlalu lebar. transportasi umum mudah
dicapai, banyak orang berlalu lalang. walaupun porsi makanan tidak
jauh beda dengan houston, tetapi karena kebiasaan orang san francisco
yang doyan jalan-jalan. tak banyak ditemui orang gemuk.

so… tersedianya fasilitas umum membolehkan setiap orang bepergian
dengannya dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi. selain itu boleh
saja makan melebihi porsi orang biasa, asalkan tetap beraktivitas
fisik sehingga tidak bikin kegemukan 🙂


[nd, may ’08]


i apreciate it

12 Mei, 2008

Ada banyak cara untuk mengucapkan terima kasih, tidak melulu “thank
you”. Adalah kebiasaan orang amerika serikat mengucapkan: “I
appreciate it” atau di dalam receipt belanjaan tertulis: “we value
your business” atau “we appreciate your business”.

Entah itu formalitas, namun dalam mengucapkan hal seperti itu mereka
tidak seperti memaksakan diri melainkan ikhlas dari hati. Dan andi
kira, hidup akan lebih bernilai jika kita dapat berterima kasih,
kepada orang terdekat kita hingga completely strangers sekalipun.

thank you for visit, i appreciate it 🙂


[nd, may ’08]


the bucket list

12 Mei, 2008

di antara film yang andi tonton dalam perjalanan san francisco –
singapore dengan Singapore Airlines adalah the Bucket List yang
dibintangi oleh dua aktor kawakan Jack Nicholson dan Morgan Freeman.
Film bergenre drama komedi ini mengetengahkan cerita dua orang
stranger yang bertemu di rumah sakit karena mengidap penyakit kanker
otak yang sulit sembuh. Jack memerankan pemilik rumah sakit yang
keranjingan kopi luak, seorang yang egois dan sedikit memiliki teman,
bahkan tidak pernah dikunjungi keluarga pada saat dia dirawat.
Sedangkan Morgan memerankan bapak dan kakek yang perhatian terhadap
keluarga dan teman-teman dan termasuk orang yang religius.

the Bucket List adalah daftar rencana yang akan dilakukan oleh
seseorang sebelum kick the bucket alias meninggal dunia. Biasanya
berisi daftar kebaikan. Namun bersama Jack daftar yang dibuat oleh
Morgan menjadi daftar yang mengasyikkan dalam menghadapi sisa usia
mereka. Sky diving, balap mobil, safari Afrika, membuat tato, keliling
dunia dan lain-lain adalah kegiatan yang mereka lakukan dalam waktu
satu bulan.

Gaya hedonisme Jack masih bisa ditoleransi oleh Morgan, tetapi gaya
religius Morgan sama sekali out of topic bagi Jack. Bahkan ketika
Morgan berencana mempersatukan Jack bersama dengan anak dan cucunya,
Jack sangat marah dan kehilangan arah. Namun ketika pada akhirnya
Morgan harus menyelesaikan peran, alias wafat setelah melunasi
kebersamaan keluarga, Jack menyadari bahwa: “the last month of his
life is the best month of my life”.

Komedi yang sangat menyentuh, dan bukankah seharusnya kita berada
dalam penghabisan yang baik ketika kita meninggalkan dunia yang fana?


[nd, may ’08]


%d blogger menyukai ini: