[iim] tetap salat di perjalanan

Sudah jadi kaidah bahwa setiap perintah Allah dapat kita laksanakan sesuai kemampuan kita, sedangkan setiap larangan-Nya harus kita hindari 100%. Karena Islam agama yang mudah, tentu saja banyak kemudahan dalam beribadah, termasuk urusan salat wajib lima waktu. Namanya salat wajib tentu dilarang bagi kita untuk meninggalkannya, tetapi diperintahkan untuk tetap dilaksanakan dalam kondisi apapun[1]. Dalam perjalanan ada banyak kemudahan untuk melaksanakan salat sehingga sangatlah disayangkan jika kita  meninggalkannya.


Salat wajib boleh digabung sehingga 5 waktu menjadi 3 waktu saja: siang (zuhur-ashar), malam (maghrib-isya), dan fajar (subuh)[2]. Untuk waktu siang boleh dilaksanakan kapan saja pada kisaran afternoon, untuk waktu malam boleh kapan saja sejak tenggelamnya matahari hingga tengah malam, untuk waktu fajar yaitu setelah muncul garis putih di horison hingga terbit matahari[3].

Salat wajib yang empat raka’at boleh diringkas jadi dua raka’at[4], sedangkan yang dua dan tiga raka’at tetap. Salat boleh dlaksanakan di hamparan bumi manapun, tidak melulu di dalam tempat yang disebut rumah ibadah[5]. Boleh di taman, di pelataran, di pantai, bahkan di atas kapal[6], dan kita menandai tempat sujud kita dengan sesuatu supaya tidak dilangkahi orang lain ketika salat[7].

Ketika ingat untuk salat, kita dapat melaksanakan sesuai kondisi kita: dengan berdiri, duduk, berbaring[8].  Kita boleh menghadap ke mana saja jika kita tidak mengetahui arah qiblat[9], namun ketika kita dapat menentukannya maka kita ubah arah salat sesuai pengetahuan itu[10].

Dengan demikian kita akan tetap salat dalam perjalanan, sebagai sarana mengingat Allah[11] dan rasa syukur kita bahwa Allah telah memperjalankan kita dengan aman dan selamat dan menjaga keluarga dan harta yang kita tinggalkan di kampung halaman. Keep on your salat!

[1] Peliharalah semua shalat(mu),… (QS Albaqarah, 2:238 ),
Dan dirikanlah shalat,… (QS Albaqarah, 2:43)
[2] Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) fajar… (QS Al Isra, 17:78 )
[3] baca di https://pondokecil.wordpress.com/2008/04/23/iim-waktu-salat-kita/
[4] Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar (ringkas) sembahyang(mu),… (QS An Nisaa, 4:101)
[5] Telah dijadikan bumi bagiku sebagai masjid (tempat shalat) dan alat untuk bersuci (dengan tayammum). Maka siapa saja di kalangan umatku yang mendapati waktu shalat, hendaklah dia shalat. (HR Albukhari dan Muslim, dari Jabir ra),
Bumi itu semuanya merupakan masjid (tempat shalat) kecuali kuburan dan kamar mandi. (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Abu Sa’id Al Khudri ra)
[6] Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. (QS Al Ankabuut, 29:65),
Diriwayatkan dari Maemun bin Mahron dari Ibnu Umar RA.katanya: ” Aku bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana caranya shalat di atas kapal laut? jawab beliau : “Shalatlah berdiri kecuali jika dikhawatirkan akan tenggelam (karena oleng). (HR Addaruquthni)
[7] Apabila ada yang shalat diantara kalian maka sholatlah dengan menggunakan pembatasr dan hendaklah dia mendekati pembatas tersebut, janganlah membiarkan seorangpun lewat antara dirinya dan pembatas tersebut. (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)
[8] Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS An Nisaa, 4:103 )
[9] Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah (QS Albaqarah, 2:115)
[10] Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus” (QS Albaqarah, 2:142 ),
Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS Albaqarah, 2:120 )
[11] Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS Thaahaa, 20:14 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: