[pendidikan] Raka belajar jajan

Sejak mengenal warung, tukang jualan dan barang-barang dagangan yang menarik, Raka, dua tahun, sering meminta untuk dibelikan. Bukannya melarang dia untuk jajan, tetapi kami melihat bahwa kebiasaan jajan tidak baik dan dapat membuka pintu kemana saja, alias urusan berikutnya akan panjang. Awalnya kami sendiri yang memilih jajanan terbaik buat raka, tetapi kami sadar bahwa Raka juga punya keinginan, sehingga kami berikan kesempatan baginya untuk memilih jajanan yang disukainya. Mobil-mobilan adalah favoritnya, kemudian chip cokelat yang dimakan dengan susu cair, batang cokelat, hingga makanan ringan yang banyak MSG-nya. Untuk kategori terakhir, tentu saja kami sangat membatasi konsumsinya, hanya sesekali dan tidak sering-sering.


Ketika kami membawa uang, tidak masalah bagi Raka mengambil jajanan yang diminatinya karena kami dapat membayarnya langsung kepada penjaja. Lain halnya ketika tidak membawa uang: apabila Raka dapat menerima penjelasan kami ia akan mudah melupakan jajanannya dan
mengikuti pilihan kami, apabila ia menolak alasan kami ia pasti meraung minta dibelikan. Kalau sudah begitu biasanya kami biarkan sejenak, tak peduli orang melihat betapa “kejamnya” kami sebagai orangtua yang membiarkan anaknya menangis karena tidak dibelikan jajan, hehehe…

Beberapa kali belakangan ini Raka sudah bisa jajan tanpa kami dampingi, alias ia mengambil jajanan di warung kemudian pemilik warungnya menagih kami atas beberapa jajanan yang pernah diambil Raka. Waduh! Akhirnya terpikir juga cara bagaimana seharusnya Raka jajan.

Suatu hari dia mengikuti saya menaruh cucian di laundry kiloan langganan di dekat rumah kami yang juga membuka warung. Saya sengaja tidak membawa uang. Raka mengambil sebungkus makanan ringan dari raknya. Kemudian saya katakan kepadanya untuk membayar. Raka paham
bahwa kata “membayar” berhubungan dengan “uang”. Raka tidak membawa uang, begitu pula saya. Sehingga Raka harus menaruh kembali makanan ringan itu di raknya. Walau sempat bersitegang, akhirnya Raka mengetahui bahwa ia harus membayar jika menginginkan makanan ringan tersebut. Saya meminta dia pulang dulu ke rumah dan mengambil uang pada ibunya.

Dengan berbekal selembar uang seribu rupiah dari ibunya, Raka bergegas kembali ke warung, tak ketinggalan saya mengikutinya dari belakang. Di warung perhatiannya beralih kepada mainan mobil dan motor dari plastik. Saya ajarkan padanya bertanya kepada penjaga warung berapa
harga dan minta diambilkan mainan dengan warna yang disukainya. Mendapat kembalian limaratus rupiah dan mainan motor plastik, Raka pulang dengan hati senang.

Selang beberapa jam kemudian, Raka ingat dengan salah satu mobil-mobilan di warung tersebut. Raka minta diantar ke warung, dengan membawa uang limaratus rupiah kembalian jajan sebelumnya. Sesampai di warung, Raka membayar mobil-mobilan dengan uangnya. Tetapi ia tidak
puas dan segera berganti kepada mainan tank tentara seharga seribu rupiah. Saya katakan kepadanya bahwa Raka hanya membawa uang limaratus rupiah dan telah membayar untuk mobil-mobilan, kecuali menukar mobil-mobilan dan menambah lagi limaratus rupiah ia tidak boleh
memperoleh tank tentara tersebut. Tiba-tiba Raka meminta uang limaratus yang telah dibayarnya kepada penjaga warung.

Syukurlah penjaga warung memahami bahwa saya sedang mengajarkan cara jajan kepada Raka sehingga ia membantu saya menjelaskan kepada Raka bagaimana seharusnya apabila ia berubah keinginan terhadap jajanannya. Walaupun saya sempat melihat kebingungan di wajah Raka, saya tersenyum lega ketika ia akhirnya dapat memahami. Raka melupakan mainan mobil-mobilan
maupun tank tentara dan beralih kepada sebungkus chip cokelat kesukaannya, kemudian berkata kepada penjaga warung, “Bu, tukar dengan chip cokelat ya! Raka mau makan dengan susu.” 🙂

2 Responses to [pendidikan] Raka belajar jajan

  1. andi berkata:

    silakan mbak sasanti, boleh dilink kalau bermanfaat

  2. sasanti berkata:

    Bung Afriandi, Blognya keren, simple dan clean. Mohon ijin untuk link ke blog anda dari blog saya.
    Terimakasih juga untuk info zakat di milis SSR Klub

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: