[pendidikan] telling the truth

Dalam sebuah episode Sesame Street dikisahkan anak-anak playgroup Gina yang antusias dalam menanggapi cerita Elmo tentang sirkus. Telly si pencemas merasa cerita tentang sirkus membuat setiap orang menjadi populer sedangkan dirinya sama sekali tidak menyukai sirkus. Maka Telly mulai mengarang cerita tentang pamannya sebagai pimpinan sirkus, dengan demikian semua perhatian teman-temannnya beralih kepadanya. Sehingga teman-teman Telly berharap dapat melihat si paman dalam pakaian sirkus dan melakukan gerakan-gerakan menakjubkan. Kenyataannya, paman Telly bukanlah pemain sirkus.

Telly sendiri merasa terbebani dengan dusta yang dikarangnya. Ketika si paman menjemputnya, Telly menceritakan kepada si paman akan apa yang telah diperbuatnya. Si paman yang baik itu tidak memarahi Telly melainkan meminta Telly berkata jujur mengenai kondisi sebenarnya
dengan segala resiko yang mungkin akan dihadapi oleh Telly. Untunglah Elmo dan teman-teman lainnya mau memaafkan Telly dan tetap bersahabat dengannya.

Anak-anak lebih sering mudah menerima apa adanya keadaan orang-orang di sekelilingnya tanpa merasa cemas. Kebalikannya banyak orang dewasa memupuk kecemasan sehingga tidak “apa adanya” terhadap anak-anak. Alangkah baiknya membiasakan diri untuk “telling the truth” sebelum meminta anak-anak melakukannya 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: