INDOHALAL.COM kemana?

16 September, 2008

barangkali ada teman-teman yang mampir di blog ini dan mengakses postingan tentang indohalal perlu diberitahukan bahwa postingan tersebut diterbitkan pada desember 2004. Sejak tahun 2005 saya sendiri sudah mengalami kesulitan mengakses website tersebut. Dan sampai hari ini website tersebut masih tidak dapat diakses. Sangat disayangkan memang, begitu banyak informasi mengenai halal lifestyle yang bisa diperoleh dari web tersebut. Apalagi tanya jawab produk makanan halal dengan Dr. Anton Apriyantono (dosen Fakultas Teknologi Pangan IPB yang kini menjabat Menteri Pertanian RI).

Namun tidak perlu bersedih hati, karena tugas indohalal.com tetap diteruskan oleh milis HBE dan telah menelurkan situs informasi halal yaitu Halalguide.Info dengan demikian gaya hidup halal tidak perlu terhenti walaupun situs Indohalal.Com sudah tak berwujud lagi 🙂

Iklan

KRL Ekonomi AC

15 September, 2008

Dapat boncengan tetangga sampai stasiun Lenteng Agung, bukanlah rute yang biasa kulalui buat pergi ke kantor. Kali ini ingin mencicipi kereta ekonomi AC (KRL EAC) yang tarifnya 3 kali daripada tarif kereta ekonomi biasa. Selama 10 tahun belakangan, tidak banyak yang berubah dari pelayanan KRL jalur Manggarai-Bogor. Hanya lebih ketat dengan petugas sehingga lebih sedikit penerobos tanpa karcis, selebihnya masih sama. Papan informasi jadwal kereta masih minim. Dan pelayanan petugas loket pun masih standar. Saya menanyakan jadwal KRL EAC, dijawabnya dengan karcis bertarif Rp6 ribu. Kemudian saya masuk ke peron saat pengumuman bahwa kereta yang akan datang dari arah selatan adalah kereta ekonomi tujuan Jakarta bertarif Rp6 ribu.

lanjutannya diklik


Dimas&Raka, Sinetron

14 September, 2008

Kami jarang mengikuti sinetron sesi kedua apabila sesi pertamanya sukses, karena jawabnya: sesi kedua lebih sering tidak lebih baik daripada sesi pertamanya. Jadi daripada kecewa, lebih baik tidak menonton 😀

Nah, Dimas&Raka jadi satu pick up sinetron yang sering kami tonton di bulan Ramadan tahun ini. Perjalanan bermotor antara kakak beradik yang ditugasi oleh ayah mereka menempuh Jakarta-Yogyakarta dipenuhi kisah penuh hikmah yang memperkaya toleransi dan keimanan.

Karena dikemas secara remaja, sinetron yang diputar setelah salat tarawih ini jadi lebih pas buat youth people. Tidak ada kesan menggurui yang kami dapat dari sinetron ini. Mengalir hampir sempurna (4 star, deh), hanya saja ada kelonggaran pada beberapa hal yang bersifat syariah. Hal ini memerlukan penjelasan lebih lanjut supaya tidak salah paham.

Tuntutan terhadap sinetron religi adalah masalah Tuntunan, bukan sekedar Tontonan. Maka sebaiknya ada penasehat agama yang bekerja bersama produser film supaya sinetron yang diproduksikan tetap berada dalam koridor syariah.


terlambat berbuat baik

12 September, 2008

Seorang nenek tua renta tertatih menyusuri jalan. Sesaat berhenti untuk menghela nafas, sesaat melangkah penuh payah. Saya duduk di belakang kemudi memerhatikan tingkah laku orang-orang dari jendela mobil yang tersendat merayapi kemacetan. Sosok sang nenek sedari tadi mencuri perhatian di sudut penglihatanku, namun jarak antara mobilku dengannya menyulitkan saya menawarkan bantuan kepadanya. Saat mobilku bersisian dengannya tiba, kucoba membuka jendela dan hendak menanyakan keperluannya. Tetapi seorang perempuan telah lebih dahulu menghampiri sang nenek, meraih tangannya dan mengajaknya pergi. Tinggallah saya memaku diri di belakang kemudi, memandang kaca spion mengikuti kedua sosok tadi pergi. Perempuan muda itu mendahuluiku berbuat baik kepada si nenek tua renta yang kepayahan meniti jalan.

Dalam kemacetan yang berbeda, seorang pengendara motor yang terjatuh dari sepeda motornya, kemudian duduk dan melakukan sendiri pemampatan laju darah di kakinya tanpa seorangpun yang menolongnya. Mata saya menangkapnya sebelum saya menyadari harus ada sesuatu yang saya perbuat untuknya. Ketika saya hendak meminggirkan mobil yang saya kendarai untuk kemudian keluar dan membantunya, beberapa orang mendatangi si pengendara motor dan mengantarkannya ke klinik terdekat. Saya kembali memaku diri, ketika saya tidak berbuat baik kepada yang membutuhkan, Tuhan mengirimkan orang lain untuk berbuat baik kepadanya, dan menyisakan penyesalan pada diri saya.


Re: Jangan Berbuka shaum Dengan Yang ‘Manis’ ???

11 September, 2008

siapa bilang kurma asli tidak manis?

kurma itu dalam bahasa arab disebut ruthab dan tamar ruthab adalah buah segar, sedangkan tamar adalah buah kering

kalaupun kita beli ruthab, jika disimpan akan menjadi kering mengapa kebanyakan yang diekspor adalah tamar, karena masalah ekonomis: packaging tamar lebih mudah dan lebih muat banyak daripada ruthab. tidak benar juga kalau tamar itu dibuat manisan dulu baru dijual. yang sebenarnya terjadi adalah ketika dikeringkan, kadar air ruthab berkurang dan meningkatkan kadar gula sehingga tamar itu lebih manis daripada ruthab yang sepet.

selain kurma, yang dijual keringan adalah kismis (raisin) dan buah tiin.

Rasulullah memilih berbuka dengan ruthab, tamar atau air putih. bukan berarti harus selalu begitu, seandainya gak dapat salah satu dari ketiganya tetapi ada makanan halal lainnya, mosok gak buka puasa?


Fatwa MUI tentang Zakat Penghasilan

2 September, 2008

Assalamualaikum,
Buat teman-teman yang masih bingung tentang zakat penghasilan, sebenarnya gak perlu bingung-bingung, Majelis Ulama Indonesia pada tahun 2003 sudah menetapkan Fatwa tentang Zakat penghasilan, sebagaimana saya kutip seluruhnya di bawah email ini. Kita tinggal mengikuti fatwa MUI itu saja, insya Allah tenteram.

Intinya:
zakat itu harus memenuhi syarat nishab dan haul, kadar zakat 2,5%.

Karena penghasilan itu bentuknya harta, maka sebagaimana harta lainnya nishabnya adalah 20 Dinar Emas atau 85 gram emas (standar 1 Dinar = 4,25 gram emas 22 carat), dan haulnya adalah 1 tahun.

Ilustrasi:
kalau pada saat ini harga 1 Dinar = Rp1,125,000 (www.geraidinar.com) maka nishab adalah 20 Dinar = Rp22,500,000 sehingga zakatnya 2,5% = Rp562,500.

Ini berarti, walau sepintas lalu penghasilan kita yang di atas Rp22,5 juta bulan sudah masuk nisab apabila kita gunakan sebagai living cost dan pengeluaran lain hingga tersisa misal Rp5 juta per bulan, maka tidak wajib zakat. Namun Rp5juta per bulan kita simpan sehingga setahun terkumpul Rp60 juta, barulah kita hitung ulang nisabnya.

setelah satu tahun ternyata harga 1 Dinar = Rp3,5 juta (karena fluktuasi harga emas thd rupiah), nisab menjadi Rp70 juta, maka tabungan kita yang Rp60 juta tidak wajib zakat.

Tetapi apabila dari Rp5 juta per bulan kita belikan 4 Dinar sehingga setahun terkumpul misal 30 Dinar (karena fluktuasi harga emas thd rupiah), maka wajib zakat sebesar 0,75 Dinar. Apabila mau di rupiahkan pada harga 1 Dinar = Rp3,5 juta maka zakatnya = 0,75 X Rp3,5 juta = Rp2,625 juta

Kesimpulan:
Nah, jika penghasilan maupun tabungan harta belum mencapai nisab 20 Dinar emas dan haul 1 tahun, maka kita tidak wajib berzakat.

Lalu kapan kita berzakat? Yaitu apabila harta yang tersimpan atau yang diinvestasikan sudah mencapai nisab dan haul, dong.

Lalu bagaimana dengan perintah untuk menafkahkan sebagian hasil usaha (QS2:267)? Perintah menafkahkan itu luas, tidak hanya zakat (sedekah wajib), infaq dan sedekah sunnah lainnya dapat menjadi penyalurannya. Dengan demikian kita masih boleh, lho, menyisihkan sebagian harta sebagai infaq, sedekah sunnah, wakaf, atau sumbangan.

Semoga bermanfaat!


andi

http://www.mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=129

KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor 3 Tahun 2003
Tentang
ZAKAT PENGHASILAN

Majelis Ulama Indonesia, setelah :
MENIMBANG :

a.bahwa kedudukan hukum zakat penghasilan, baik penghasilan rutin seperti gaji pegawai/karyawan atau penghasilan pejabat negara, maupun penghasilan tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, penceramah, dan sejenisnya, serta penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya, masih sering ditannyakan oleh umat islam Indonesia.

b.bahwa oleh karena itu, MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang status hukum zakat penghasilan tersebut untuk dijadikan pedoman oleh umat islam dan pihak-pihak yang memerlukan.

MENGINGAT :
1.Firman Allah SWT tentang zakat ; antara lain :
“hai orang yang beriman !nafkahkanlah sebagian dari usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu… “(QS. Al-Baqarah [2]:267)

“…Dan mereka bertanya kepada apa yang mereka nafkahkan katakanlah : ” Yang lebih dari keperluan “…”(QS. Al-Baqarah (2) :219)
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu, kamu membersihkan dan mensucikan mereka…” (QS. At-Taubah (9): 103)

2.Hadits-haits Nabi SAW, antara lain :
“Diriwayatkan secara marfu’ hadits Ibnu Umar, dari Nabi SAW beliau bersabda “Tidak ada zakat pada harta sampai berputar satu tahun” (HR.)
“Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda : tidak ada zakat atas orang muslim terhadap hamba sahaya dan kudanya'(HR.Muslim.). Imam Nawawi berkata : “hadist ini adalah dalil bahwa harta qinyah (harta yang digunakan untuk keperluan pemakaian, bukan untuk di kembangkan) tidak dikenankan Zakat.”

“Dari hakim Bin Hizam r.a, dari Nabi SAW beliau bersabda: ‘tangan atas lebih baik dari pada tangan bawah. Mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu. Sedekah paling baik adalah yang dikeluarkan dari kelebihan kebutuhan. Barang siapa berusaha menjaga diri (dari keburukan), Allah akan menjaganya. Barang siapa berusaha mencukupi diri,Allah akan memberikan kecukupan”(HR. Bukhari)

“Dari Abu Hurairah r.a.,Rasulullah SAW bersabda : ‘Sedekah hannyalah dikeluarkan dari kelebihan/kebutuhan. Tangan atas lebih baik dari pada tangan bawah.Mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu”(H.R. Ahmad).

MEMPERHATIKAN :
a.Pendapat Dr. Yusuf Al Qardhawi:
b.Pertanyaan dari masyarakat tentang zakat profesi, baik melalui lisan maupun surat: antara lain Baznas.
c.Rapat-rapat komisi fatwa, terakhir rapat pada sabtu,8 Rabi’ul Awwal 1424/10 Mei 2003 dan sabtu 7 Juni 2003/6 Rabi’ul akhir 1424.

Dengan bertawakkal kepada Allah SWT
MEMUTUSKAN

MENETAPKAN : FATWA TENTANG ZAKAT PENGHASILAN

Pertama : Ketentuan Umum
Dalam Fatwa ini, yang dimaksud dengan “penghasilan” adalah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara,konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Kedua : Hukum
Semua bentuk penghasilan halal wajib di keluarkan zakatnya dengan syarat telah mencapai nishab dalam satu tahun, yakni senilai emas 85 gram.

Ketiga : Waktu Pengeluaran Zakat.
1.Zakat penghasilan dapat dikeluarkan pada saat menerima jika sudah cukup nishab.
2.Jika tidak mencapai nishab, maka semua penghasilan dikumpulkan selama setu tahun; kemudian zakat dikeluarkan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.
Keempat : Kadar Zakat
Kadar zakat penghasilan adalah 2,5%.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 06 R.Akhir 1424 H.
07 Juni 2003 M

MAJELIS ULAMA INDONESIA
KOMISI FATWA

Ketua, Sekretaris,

K.H. MA’RUF AMIN HASANUDIN

CATATAN: Halaman ini di buat sebagaimana mestinya dalam bentuk yang bisa di sajikan di halaman situs dengan isi yang sama dengan dokumen asli. Untuk mendapatkan copy document aslinya dalam bentuk PDF, silahkan masuk ke halaman DOWNLOAD


%d blogger menyukai ini: