Dimas&Raka, Sinetron

14 September, 2008

Kami jarang mengikuti sinetron sesi kedua apabila sesi pertamanya sukses, karena jawabnya: sesi kedua lebih sering tidak lebih baik daripada sesi pertamanya. Jadi daripada kecewa, lebih baik tidak menonton 😀

Nah, Dimas&Raka jadi satu pick up sinetron yang sering kami tonton di bulan Ramadan tahun ini. Perjalanan bermotor antara kakak beradik yang ditugasi oleh ayah mereka menempuh Jakarta-Yogyakarta dipenuhi kisah penuh hikmah yang memperkaya toleransi dan keimanan.

Karena dikemas secara remaja, sinetron yang diputar setelah salat tarawih ini jadi lebih pas buat youth people. Tidak ada kesan menggurui yang kami dapat dari sinetron ini. Mengalir hampir sempurna (4 star, deh), hanya saja ada kelonggaran pada beberapa hal yang bersifat syariah. Hal ini memerlukan penjelasan lebih lanjut supaya tidak salah paham.

Tuntutan terhadap sinetron religi adalah masalah Tuntunan, bukan sekedar Tontonan. Maka sebaiknya ada penasehat agama yang bekerja bersama produser film supaya sinetron yang diproduksikan tetap berada dalam koridor syariah.


%d blogger menyukai ini: