pamitan ke anak

12 Oktober, 2008

barangkali tidak sedikit ortu yang tidak pamitan kepada anak-anaknya ketika pergi meninggalkan mereka, padahal para ortu itu sering memaksa anak untuk pamitan setiap kali mereka pergi keluar rumah. Begitu banyak alasan dibuat oleh ortu untuk tidak pamitan, terutama apabila anak tersebut masih balita.

“Kalau pamitan, nanti anakku minta ikutan. Kalau ikut biasanya bikin ulah.”

“Kalau pamitan, anakku bikin segala cara untuk membujukku terus bersamanya sehingga aku gak bisa pergi.”

Begitu di antara alasan ortu, padahal anak mencontoh orangtuanya. Bagaimana mereka akan pamitan kepada ortu jika mereka tidak pernah melihat ortunya pamitan kepada mereka? Bagaimanapun anak balita adalah manusia yang sedang belajar. Mereka mampu memahami ortu lebih daripada ortu memahami mereka. Kerewelan yang mereka buat hanyalah cara supaya ortu lebih memerhatikan mereka, seakan-akan mereka mau bilang ke ortunya: “Kalian sudah menjadi orangtuaku, kalian harus bertanggung jawab mendidikku mengerti tata krama dalam menjalani kehidupan dunia.”

thanks to raka for being our inspiration

Iklan

kembali ke dinar

12 Oktober, 2008

tak ada yang menyangsikan bahwa emas adalah uang sebenarnya yang berlaku sepanjang zaman kecuali orang-orang yang dibutakan dengan fulus dan ekonomi moderen yang njelimet. Mata uang emas yang disebut Denarium telah digunakan oleh bangsa Romawi ribuan tahun yang lalu, begitupula mata uang perak yang desebut Drachma telah digunakan oleh bangsa Persia. Bahkan mata uang emas juga digunakan oleh bangsa Cina dan Mesir kuno. Peradaban yang jauh lebih tua daripada peradaban moderen itu menggunakan emas dan perak sebagai alat tukar yang sah dan adil.

Dinar dan Dirham yang digunakan oleh umat Islam mengadopsi mata uang Romawi dan Persia, bukan karena ikut-ikutan, tetapi karena bimbingan wahyu dari Allah dan terekam dalam Alquran bahwa emas dan perak adalah harta maupun alat tukar yang sebenarnya. Bahkan untuk urusan ibadah seperti membayar zakat menggunakan dinar dan dirham dalam memperhitungkan zakat.

Jadi, dinar dan dirham haruslah dikembalikan kejayaannya setelah seabad dilupakan oleh umat Islam sedunia supaya mengangkat derajat umat ini kembali kepada ekonomi islam yang memakmurkan, bukan menghancurkan.

bacaan lebih lanjut:


ramai-ramai

12 Oktober, 2008

di banyak milis, di banyak situs, di banyak forum ekonomi, hampir semuanya membahas masalah resesi ekonomi yang dihadapi saat ini. sampai-sampai bursa efek Indonesia harus menutup kegiatannya untuk menghindari kejatuhan IHSG yang lebih parah. banyak orang yang mulai melek lagi bahwa ada harta berharga yang seharusnya menjadi instrumen investasi yang lebih aman dimiliki daripada lembaran kertas berisi jaminan investasi semisal saham, obligasi, valas, reksadana, dan deposito. Harta berharga itu adalah logam mulia yang berkilau tidak hanya bentuknya tetapi juga daya jual belinya saat ini dan mampu memproteksi kekayaan riil, yaitu emas.

Hari ini harga emas sebenarnya tidak jauh berbeda dengan harga beberapa bulan lalu, hanya saja karena sebelum lebaran harganya sempat jatuh, maka kenaikan harga emas jadi lebih terasa signifikan. Banyak orang beramai-ramai menjual sahamnya guna menghindari kerugian lebih jauh, banyak orang beramai-ramai membeli emas karena melek (entah melek sesaat atau melek terus) bahwa emas memang uang yang sebenarnya. Namun seharusnya pada masa kini, apalagi buat yang gak punya uang buat beli emas, cara yang paling jitu untuk tetap survive adalah tetap bekerja dan berdoa kepada Allah supaya diberikan kemudahan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat 🙂


DITUTUP

9 Oktober, 2008

Dengan huruf merah tebal, kata “DITUTUP” terpampang pada spanduk yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Darat DKI Jakarta. Spanduk yang terpasang di jembatan kuningan timur itu menyebutkan bahwa pada tanggal 12 Oktober 2008, Jl. HR Rasuna Said mulai traffic light Jl. Imam Bonjol hingga Jl. Gatot Subroto akan ditutup untuk kendaraan pribadi dalam rangka memperingati Hari Tanpa Kendaraan Bermotor. Aturan ini hanya diberlakukan kepada kendaraan pribadi saja, sedangkan kendaraan umum rute tetap seperti busway dan kopaja boleh beroperasi guna mengantar penumpang kendaraan umum.


si penyapu

8 Oktober, 2008

pagi itu di jembatan penyeberangan halte busway kuningan timur, seorang laki-laki muda sedang menyapu, membersihkan jembatan dari bekas-bekas sampah dan kertas koran. entah bagaimana ceritanya sampah-sampah itu berada di jembatan, mengingat banyak pejalan kaki yang berlalu-lalang setiap harinya. tak jauh dari laki-laki itu tergelar bekas spanduk outdoor berwarna biru pudar dan agak lusuh, menganga sebuah besek kosong yang seakan-akan berteriak kepada setiap yang berlalu supaya diisi dengan recehan.

laki-laki itu si penyapu, jelas bukanlah petugas kebersihan yang direkrut oleh dinas kebersihan kota jakarta, dia hanyalah manusia yang menggelandangkan dirinya ke dalam sisi pahit ibukota. besek menganga adalah sumber penghidupannya, mengharap belas kasih pejalan kaki yang iba melihatnya menyapu jembatan tanpa menikmati gaji seperti para penyapu berseragam. kaleng bekas berisi lem aibon tergeletak di dekat besek. barangkali jika tak ada serupiah pun yang jatuh ke dalam besek, aroma lem dari kaleng bekas itu cukup mematikan rasa lapar si penyapu untuk sementara.


%d blogger menyukai ini: