si penyapu

pagi itu di jembatan penyeberangan halte busway kuningan timur, seorang laki-laki muda sedang menyapu, membersihkan jembatan dari bekas-bekas sampah dan kertas koran. entah bagaimana ceritanya sampah-sampah itu berada di jembatan, mengingat banyak pejalan kaki yang berlalu-lalang setiap harinya. tak jauh dari laki-laki itu tergelar bekas spanduk outdoor berwarna biru pudar dan agak lusuh, menganga sebuah besek kosong yang seakan-akan berteriak kepada setiap yang berlalu supaya diisi dengan recehan.

laki-laki itu si penyapu, jelas bukanlah petugas kebersihan yang direkrut oleh dinas kebersihan kota jakarta, dia hanyalah manusia yang menggelandangkan dirinya ke dalam sisi pahit ibukota. besek menganga adalah sumber penghidupannya, mengharap belas kasih pejalan kaki yang iba melihatnya menyapu jembatan tanpa menikmati gaji seperti para penyapu berseragam. kaleng bekas berisi lem aibon tergeletak di dekat besek. barangkali jika tak ada serupiah pun yang jatuh ke dalam besek, aroma lem dari kaleng bekas itu cukup mematikan rasa lapar si penyapu untuk sementara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: