bego di jalan raya

“Bego!”

kata itu terdengar kasar dan bermaksud menghina kelakuan orang lain. tak jarang kita temui orang yang berserapah tersebut apalagi di jalan raya. tetapi barangkali anda akan sepakat untuk mengucapkannya kepada beberapa kelakuan menggemaskan berikut ini.

  • nyalip dari kiri; di mana-mana di Indonesia yang berpedoman setir kanan, mendahului kendaraan di depan diperbolehkan dari sebelah kanan alias dilarang mendahului dari kiri. para penyalip kiri sebenarnya cari cepat atau cari mati sih?
  • melaju lambat di jalur cepat; di mana-mana yang namanya jalur cepat untuk kendaraan yang melaju di atas 80 km per jam, dengan demikian melaju di bawah kecepatan tersebut sama dengan minta ditabrak dari belakang🙂
  • melaju di bahu jalan tol; sudah tahu bahu jalan hanya untuk darurat bukan lajur untuk melaju. maka tidak salah dong jika mobil yang sedang berhenti di bahu jalan karena problem menghambat penyalip bahu jalan?
  • menyalakan lampu hazard di waktu hujan atau di dalam terowongan; maksudnya sih baik kasih tau kendaraan di belakang supaya hati-hati, tetapi justru membahayakan karena gak jelas arahnya ke kanan atau ke kiri. di kedua waktu tersebut lebih baik menyalakan lampu depan atau lampu tembak saja (otomatis dari belakang terlihat lampu berwarna merah saja, bukan kuning yang kelap-kelip). lagipula lampu hazard seharusnya hanya dinyalakan ketika menepi karena ada masalah dengan kendaraan.
  • menyalip kendaraan yang sedang berhenti; jika ada kendaraan di depan yang sedang berhenti seharusnya kendaraan di belakangnya ikut berhenti dan mawas bukannya malah menyalipnya. bagaimana kalau di depannya justru terdapat bahaya, bukankah membahayakan dirinya sendiri instead of pengen cepat sampai tujuan? ada juga bakal cepat sampai rumah sakit minimal bengkel🙂
  • berhenti tepat di pertigaan; jika macet dan tidak mungkin maju atau mundur, usahakan tidak menghalangi jalan keluar pertigaan karena dapat membuat macet lajur sebaliknya ketika ada kendaraan yang hendak masuk atau keluar pertigaan tersebut.
  • menyalakan klakson terus menerus ketika macet; berisik tau! mbok ya sabar, barangkali ada polisi yang sedang mengatur di depan sana. sebaiknya nikmati saja dengan mendengar musik atau membaca sambil menunggu macetnya selesai daripada tangan iseng mencet klakson.
  • berputar arah di bawah tanda dilarang berputar arah; ini sih gak bisa baca atau buta? lagian orang yang gak bisa baca atau buta kan dilarang menyetir?
  • masuk jalur busway; padahal sudah ada tanda verboden kecuali busway masih ada aja kendaraan roda empat atau roda dua yang melaju di jalur itu. barangkali kalau kendaraan itu adalah ambulans atau pemadam masih dapat diterima, tetapi kalau kendaraan biasa itu namanya cari masalah.
  • ngambil lajur kanan padahal mau ke kiri atau sebaliknya; aduuhhh😦 kalau memang tikungannya kelewatan, mbok ya terus aja dan cari putaran balik daripada membahayakan kendaraan di sebelahnya yang sudah pasti membunyikan klakson sejadi-jadinya🙂
  • berhenti di atas zebracross atau tempat penyeberangan pejalan kaki; sudah pejalan kaki kesusahan trotoar, eh tempat nyebrang jalan aja masih dikorting sama mobil atau motor… kesiaan deh pejalan kaki. bego amat tuh pengendara!

ada yang mau menambahkan kebegoan-kebegoan lainnya?😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: