sms 1717 – Perpanjangan SIM A

melanjutkan rencana perpanjangan SIM pada postingan sebelumnya, saya coba tanyakan biaya perpanjangan SIM kepada sms 1717 yang dianggap sebagai information centre tepercaya. mendapat jawaban: “coba tanyakan kepada petugas di tempat perpanjangan SIM, terima kasih.” saya heran mengapa information centre tidak dapat memberikan kepastian biaya perpanjangan SIM sesuai tarif resmi sesuai ketentuan? saya balas saja: “bukankah ada tarif standar yang ditentukan?” akhirnya saya mendapat jawaban: “sekitar Rp100 ribu, terima kasih.”

saya coba datang ke polres depok. jujur itu baru pertama kali saya ke polres depok. setelah memarkirkan kendaraan saya cari tempat pembuatan SIM. karena celingak-celinguk, saya sempat didekati seseorang yang sepertinya calo, “mau urus apa pak?” saya diamkan dia dan saya hampiri petugas polisi berseragam. “permisi pak, saya mau tanya di mana tempat pembuatan SIM?” dijelaskan oleh petugas itu bahwa sebelum mendaftar supaya mengambil tes kesehatan di dokter umum yang telah ditunjuk oleh polres yang letaknya di seberang polres. yaitu di belakang restoran A&W ruko ITC Depok nomor 32. setelahnya baru melakukan proses di tempat pembuatan SIM yang letaknya di gedung belakang.

“pantas saja tadi tidak ketemu, karena letaknya di gedung belakang, ” bisik hati saya.

“apa mau dibantu pengurusannya pak?” tiba-tiba calo yang tadi menawarkan jasa sudah duduk di samping petugas tersebut. saya sebenarnya mau melakukan perpanjangan SIM A, dan barangkali kalau boleh mengupdate data SIM C. petugas tersebut bilang bahwa untuk SIM C nanti saja kalau sudah habis masanya. Untuk SIM A bisa dibantu pengurusannya hanya dengan Rp200 ribu. Gleg! Dengan uang tersebut, tidak perlu tes kesehatan, tetapi hanya mengisi blanko pendaftaran dan ambil foto saja kemudian terima kartu SIM.

Berhubung masih pagi dan lumayan sepi, saya ucapkan terima kasih kepada petugas dan calo tersebut. saya datangi langsung tempat pembuatan SIM yang letaknya di gedung belakang. saya diminta melakukan tes kesehatan di tempat yang sudah disebut baru setelahnya melakukan pendaftaran. di dokter umum menyerahkan 1 lembar fotokopi KTP untuk disatukan dengan surat keterangan dokter. tes kesehatannya hanya mengukur tensi darah dan tes mata (hanya 6 huruf dan 9 angka). untuk pengambil SIM A juga tes buta warna (hanya 2 angka saja). dan biaya yang keluar hanya Rp15 ribu.

di tempat pendaftaran saya diminta ke loket bank dan loket asuransi terlebih dahulu. untuk pembuatan SIM baru membayar Rp75 ribu, sedangkan perpanjangan SIM membayar Rp60 ribu. saya hanya dianggap perpanjangan, karena SIM saya sebelumnya diterbitkan Polda Metro Jaya (PMJ) dan Depok berada dalam jaringan PMJ sehingga dengan online system tidak perlu melakukan mutasi. akan lain halnya jika saya dari daerah luar jaringan PMJ. biaya asuransi yang harus dibayar hanya Rp15 ribu plus 1 lembar fotokopi KTP. setelahnya mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap dan menyerahkan ke loket pendaftaran.

jika membuat SIM baru akan dilanjutkan dengan ujian teori dan ujian praktik, apabila lulus dilanjutkan dengan pengambilan foto sebelum penerbitan SIM. karena saya hanya perpanjangan, maka saya diminta menunggu panggilan pengambilan foto saja. sambil menunggu saya mengorek informasi tentang ujian teori dan praktik. yang dinyatakan lulus ujian teori adalah apabila menjawab salah tidak lebih dari 12 soal. sedangkan ujian praktik untuk SIM C adalah memandu sepeda motor pada trek tertentu (zig-zag dan memutar) dengan syarat kaki tidak boleh menyentuh tanah dan tidak satupun palang trek terjatuh. untuk ujian praktik SIM A adalah melakukan maju mundur, parkir mundur tidak boleh lebih dari 3 langkah dan tidak menjatuhkan palang parkir.

apabila tidak lulus ujian teori maupun ujian praktik akan diberikan kesempatan maksimum dalam 2 minggu untuk mengambil ujian ulang tanpa perlu melakukan proses pendaftaran lagi. kalau tidak lulus akan diberikan tiket untuk dibawa pada saat ujian ulang. karena pemohon SIM banyak ujian ulang tidak dapat dilakukan pada hari yang sama pada saat tidak lulus, harus pada hari yang lain.

saya kembali ke tempat pengambilan foto menanyakan apakah SIM saya sudah jadi atau belum. karena registernya berbeda SIM saya belum dicetak. dan petugas dengan senang hati mencetaknya di depan saya. Alhamdulillah. seluruh proses perpanjangan SIM saya selesai dalam waktu kurang dari 2 jam. dan saya melakukannya sesuai prosedur, hanya mengeluarkan biaya Rp15 ribu + Rp60 ribu + Rp15 ribu = Rp90 ribu dan 2 lembar fotokopi KTP saja. Bandingkan dengan tawaran si calo yang tidak masuk akal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: