matahari mengelilingi bumi? #3

Fenomena siang dan malam

Pada majalah Playhouse Disney edisi 19/2010 pada halaman 18 dengan judul “Matahari dan Bulan” terdapat aktivitas Goofy yang sedang melihat dari jendela Clubhouse untuk memastikan apakah saat itu pagi, siang atau malam. Orangtua yang mendampingi anaknya membuka halaman tersebut diminta pula untuk menjelaskan kepada putra-putrinya bahwa matahari terbit dan tenggelam dalam waktu yang berbeda-beda di berbagai belahan bumi. Jadi di Inggris masih siang, di Australia sudah malam.

Bagaimana menjelaskan terbit dan tenggelamnya matahari dalam waktu yang berbeda-beda?

Sebelum lebih jauh, konsep astronomi dalam dunia Islam diperlukan untuk menunjang peribadatan.

Yang pertama adalah menentukan kalender Islam, sebagaimana disebutkan dalam Alquran bahwa satu tahun terdiri dari dua belas bulan. Kedua, menentukan hari berpuasa dan hari berbuka (‘Ied) didasarkan penglihatan atas bulan, sehingga kalender Islam mengharuskan perhitungan lunar. Ketiga adalah menentukan arah kiblat untuk setiap tempat di bumi. Keempat adalah menentukan waktu-waktu shalat, berdasarkan posisi matahari. Kelima adalah menentukan navigasi untuk penyebaran pesan Islam ke seluruh permukaan bumi.

Beberapa rekan saya mengalami kesulitan menentukan arah kiblat ketika mereka melakukan perjalanan keluar negeri. Arah kiblat dari Indonesia adalah arah barat laut yaitu sekitar 290 derajat dari arah Utara. Mengingat konsep peta dua dimensi (mendatarkan bumi), mereka beranggapan bahwa ketika berada di Jepang, arah kiblat menjadi arah barat daya. Dan ketika di New York, USA arah kiblat menjadi arah Tenggara. Tetapi kenyataan bahwa bumi ini bulat membantah anggapan rekan-rekan saya itu. Maka dapat dikoreksi bahwa arah kiblat dari Jepang adalah arah barat laut, sedangkan dari New York, USA adalah arah timur laut.

Untunglah Allah Maha Pemaaf atas ketidaktahuan mereka dengan menyampaikan bahwatimur dan barat adalah kepunyaan Allah sehingga kemanapun menghadap adalah wajah-Nya (QS 2:115).

Kembali kepada permasalahan bumi mengelilingi matahari, walaupun telah diungkapkan secara teoritis oleh para ilmuwan Islam, dan secara matematika astronomi dapat diperhitungkan, namun secara filosofi tidak memiliki dasar yang terbukti. Kebanyakan bukti ilmiah mengenai perputaran bumi pada porosnya dan berputarnya bumi mengelilingi matahari adalah bukti-bukti perhitungan matematis. Al Biruni sendiri mengakui hal ini.

Para ahli dari Maragha Observation, walaupun mendukung teori heliosentris dan menolak sistem planetnya Ptolemeus kemudian menyempurnakan sistem planet, membuat astrolobe (konsep bola langit untuk menjelaskan sistem planet dan bintang-bintang) berdasarkan konteks geosentris. Dapat dibayangkan kesulitan yang dihadapi saat menjelaskan bola langit jika menggunakan konteks heliosentris🙂

Apabila kita mau menerima kembali konteks matahari mengelilingi bumi ditambah pengetahuan bahwa bumi itu bulat dan tidak berputar pada porosnya. Dengan sendirinya fenomena siang dan malam terjawab. Begitupula perhatian mengenai dua tempat terbit dan dua tempat tenggelamnya matahari (QS 55:17) yang dijelaskan oleh para ahli tafsir terjadi pada musim dingin dan musim panas, akan mudah dijelaskan.

Dan tidak perlu lagi diperdebatkan tentang kebenaran Al-Quran (QS 6:114-117) dan pemahaman para salaf (yaitu Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam dan para sahabatnya radhiyallahu anhum) mengenai terbit dan tenggelamnya matahari bukan pergerakan semu seperti yang dipersangkakan oleh banyak ilmuwan. Demikianlah apa yang disampaikan oleh Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah:

“Dhahirnya dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi dan dengan perputarannya itulah menyebabkan terjadinya pergantian siang dan malam di permukaan bumi, tidak ada hak bagi kita untuk melewati dhahirnya dalil-dalil ini kecuali dengan dalil yang lebih kuat dari hal itu yang memberi peluang bagi kita untuk menakwilkan dari dhahirnya.”

Selesai?
Tidak, justru tugas para ilmuwan muslim untuk mencari dan menemukan dalil yang lebih kuat daripada yang sudah ada untuk mendukung maupun menolak dhahirnya dalil-dalil syar’i yang dimaksud oleh Asy-Syaikh rahimahullah

4 Balasan ke matahari mengelilingi bumi? #3

  1. Aksi Cepat Tanggap mengatakan:

    matahari mengelilingi bumi, bumi mengililingi bulan
    visit http://act.id for For volunteerism, philantrophy dan humanism #LetsHelpRohingya

  2. flat earth society mengatakan:

    i 100% agree with this. our earth is FLAT, and that the sun is moving arround the earth.
    thus, it’s not the earth that is moving arround the sun.
    many experiments had have this conclusion, that our earth is FLAT.
    those experiments had been held in mid of 19 century (year of 18xx)

    you all can replicate those experiments, too. please try it at home, here is the explanations for those experiments :

    experiment 1 : http://www.sacred-texts.com/earth/za/za06.htm
    experiment 2 : http://www.sacred-texts.com/earth/za/za07.htm
    experiment 3 : http://www.sacred-texts.com/earth/za/za08.htm
    …..

    the “earth is round” theory is a doctrine maintained by non honest, non faithful, and powerful people

    read more on http://www.theflatearthsociety.org/tiki/tiki-index.php

  3. shofwan mengatakan:

    dalam teori relatifitas Einstein, pada dasarnya gerak sebuah benda adalah relatif. artinya kalau manusia di bumi dianggap sebagai titik acuan, maka sudah benar kalau matahari itu berputar. Sebaliknya saat matahari itu dianggap sebagai titik acuan maka anggota tata surya itu berputar. Dalam konteks AlQuran, Wasyamsu tajri limustaqorillaha, dzalika tawdiru ‘azizil alim, wal qomaru qoddarnahu manazila hatta ‘aada kal’urjuunil qodim. Pada nash di atas bahwa bumi tidak disebutkan, sehingga bumi dianngap sebagai titik acuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: