to love is to follow

27 Februari, 2010

Allah has created everything that exists in nature with a sense of love, including the man who has made as caliph, bearers of trust on earth. So the love of Allah to man, He did not allow us to live without purpose and without guidance. Human beings were not created by Allah but to serve Him [1] by purifying worship without associate with Him in worship of any kind[2].

However, can not be denied that some people worship their own way and think that Allah will accept their worship[3]. They argue that the love is the religion itself, even Allah is the love, so they replenish themselves with love it is it. Though there is no reason for anyone who claims to love, except to follow what is desired by the beloved.

Consequence of the love of Allah requires us to follow the Prophet as the Messenger in all goodness, faith, tawadhu’, and humble ourselves, thus all the sins we have done will be forgiven[4]. And whoever loves the Prophet, is mandatory for him to accept all guidances given by the Prophet, indeed it is really the best guidance. Among the evidence to follow the Prophet is believed that what was conveyed by him solely from Allah and the Prophet is not lying, reducing or adding to the words of Allah.

Then, with adherence to his commands, away from what he forbids, worship by following the Sunnah and avoid heresy as the worst case and an error that can lead us to Hell. In addition, a sign of devotion to the Prophet should be realized by sending Salawat as a tribute to him when his name is called, whether in prayer or on other occasions[5].

That’s what true love should be addressed to Allah and the Prophet.

[1] QS 51:56. “And I (Allah) created not the jinns and humans except they should worship Me (Alone).”

[2] QS 98:5. “And they were commanded not, but that they should worship Allah, and worship none but Him Alone (abstaining from ascribing partners to Him), and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat) and give Zakat: and that is the right religion.”

[3] QS 2:165. “And of mankind are some who take (for worship) others besides Allah as rivals (to Allah). They love them as they love Allah. But those who believe, love Allah more (than anything else). If only, those who do wrong could see, when they will see the torment, that all power belongs to Allah and that Allah is Severe in punishment.”

[4] QS 3:31. Say (O Muhammad SAW to mankind): “If you (really) love Allah then follow me (i.e. accept Islamic Monotheism, follow the Qur’an and the Sunnah), Allah will love you and forgive you of your sins. And Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.”

[5] QS 33:56. “Allah sends His Salawat (Graces, Honours, Blessings, Mercy, etc.) on the Prophet (Muhammad SAW) and also His angels too (ask Allah to bless and forgive him). O you who believe! Send your Salawat on (ask Allah to bless) him (Muhammad SAW), and (you should) greet (salute) him with the Islamic way of greeting (salutation i.e. As-Salamu ‘Alaikum).”

Iklan

jualan mangga

25 Februari, 2010

Apapun varietas mangga, berjualan mangga ada seninya, tentulah akan memengaruhi harganya. Mangga muda ditawarkan dengan harga yang lebih murah daripada mangga matang, selain karena rasanya masam sehingga segmen pasarnya lebih sedikit, di antaranya ibu-ibu hamil muda, juga karena dibeli dengan cara ijon sehingga harga jualnya bisa lebih murah. Jika mangga muda tersebut diperam beberapa waktu akan menjadi matang, maka mangga menjadi manis dan segmen pembelinya lebih luas sehingga harga jualnya kompetitif. Apalagi kalau mangga matang pohon akan lebih kompetitif lagi harganya.

Begitu juga dengan sumber daya manusia, jebolan kuliahan dengan jebolan dunia kerja ibarat mangga muda dengan mangga matang. Analogi ini disampaikan oleh seorang pimpinan sebuah perusahaan pada saat town hall meeting di hadapan para pekerja. Oleh karenanya menurut beliau wajar jika nilai jual sarjana baru lebih rendah daripada staf berpengalaman, itu pulalah yang membedakan standar gajinya. Dengan menafikan capaian kerja, seorang pekerja jebolan kuliahan harus mengikuti “pemeraman” supaya lebih matang sehingga meningkatkan nilai jualnya. Pada titik ini, terlihat sangat rasional dan cukup membuat urung para staf mendapat kejelasan mengenai standar gaji.

Oleh karena itu, orang-orang berpengalaman yang sudah pensiun dipekerjakan kembali sebagai konsultan pekerjaan, sesuai analogi sang pimpinan — walaupun tidak disampaikan oleh beliau– maka dapat diibaratkan sebagai mangga yang terlalu matang, sehingga nilai jualnya pun menurun bahkan lebih rendah daripada mangga muda 🙂

Sepakat atau tidak, begitulah analogi sang pimpinan, sehingga bermunculanlah anekdot tentang mangga di kalangan pekerja. Barangkali sang pimpinan mantan penjual mangga 🙂


membiasakan diri

24 Februari, 2010

Dilatarbelakangi cerita tentang anak saudara saya yang mewajibkan dirinya berlatih alat musik dengan target 10 menit setiap hari. Suatu hari trumpet miliknya yang berada di dalam bagasi mobil ayahnya terbawa hingga malam hari. Si ayah baru pulang setelah beberapa kali ditelpon. Maklumlah saat itu si ayah sedang mengantar tamu (: saya sendiri :). Sesampainya di rumah diraihnya trumpet itu dan dibawanya berlatih selama 10 menit.

Ketika saya menanyakan hal ini, dijawab oleh si ayah bahwa sekolah mengajarkan para siswa untuk disiplin dan konsisten dengan pilihannya. Si anak telah memilih trumpet sebagai alat musiknya, sehingga ia harus berlatih sesuai target harian. Jika tidak, ia akan merasa malu karena tidak memenuhi target.

Wow! Sekolahnya telah mengajarkan disiplin begitu rupa, sampai-sampai siswa merasa malu jika tidak konsisten menjalankan pilihannya sendiri.

Saya teringat dengan kisah seorang sahabat Rasulullah yang telah memilih untuk berpuasa sunnah daud sepanjang hidupnya. Ketika beliau sudah tua sebenarnya mendapat keringanan atas ibadah sunnah tersebut, walau terasa berat namun tetap dilakukan dengan alasan malu karena beliau telah berjanji kepada Rasulullah ketika masih hidup untuk berpuasa sunnah daud sepanjang hidupnya. Sedangkan di masa tua si sahabat, Rasulullah telah lama wafat.

Selari dengan tulisan sebelumnya, tulisan ini mengajak untuk membiasakan diri konsisten dengan pilihan kita selama pilihan itu adalah hal yang baik dan benar.


Menabung Air di Musim Hujan

19 Februari, 2010

Problem utama setiap musim panas adalah kurangnya pasokan air tanah untuk keperluan air rumah tangga. Sedangkan di musim hujan, isu banjir menjadi momok mengerikan, terutama bagi yang tinggal di dataran rendah atau daerah aliran sungai. Padahal banyak upaya yang bisa disiasati, tentu saja ada yang butuh dukungan dari para tetangga karena dampaknya akan kurang maksimal jika dilakukan sendirian. Berikut di antara upaya yang dapat dilakukan sebagai solusi atas problem tersebut.

1. Stop penggunaan jet pump

Alasan utama adalah, karena jet pump menguras cadangan air lebih cepat dan lebih banyak, sehingga potensi kekeringan menjadi lebih besar. Apalagi melihat kesalahan kaprah jika seorang tetangga menggunakan jet pump, maka 4 hingga 8 tetangga lainnya memasang jet pump.

Sebagai alternatif, gunakan pompa listrik biasa, atau jika perlu kembali menggunakan pompa tangan yang tetap dapat digunakan walau aliran listrik mati, sekalian berolahraga 🙂
Baca entri selengkapnya »


Enrique Penalosa: Trotoar Yang Manusiawi Hingga Masa Depan Busway

17 Februari, 2010

Ga jauh beda dengan yang pernah kutulis tentang busway, trotoar, motor dan mobil. Mantan walikota Bogota percaya jika semua itu dikelola dengan lebih baik. Masa depan Transjakarta dan juga kota Jakarta bisa jadi lebih baik lagi 🙂

Enrique Penalosa: Trotoar Yang Manusiawi Hingga Masa Depan Busway.


fungsional dan praktis

17 Februari, 2010

Demi bergaya, seseorang membeli Honda CBR yang baru turun dari kapal, kemudian bergabung dengan klub, melakukan turing, membuat setiap mata yang dilaluinya memandang takjub dan terpana. Perawatan motor itu hanya pada bengkel tertentu saja, mungkin hanya ada beberapa di negeri ini. Suatu saat ia terjatuh sehingga patah spionnya, harus indent untuk mendapat penggantinya. Ketika harus mengganti suku cadang karena sudah waktunya pun harus indent, menunggu kiriman dari kapal karena tidak terdapat di toko suku cadang biasa. Tibalah waktunya si pemiliki motor sport bergaya itu melepas masa lajangnya, ia sadar dirinya tidak berharta lebih, dilego pula CBR kesayangannya pada angka 25 juta.

Baca entri selengkapnya »


kejatuhan durian runtuh

16 Februari, 2010

Peribahasa yang sudah sangat jarang didengar ini sempat divisualisasikan dengan sangat menarik oleh salah satu bank nasional dalam promo programnya. Pada film animasi besutan anak negeri jiran [1] mengambil latar cerita di kampung durian runtuh. Agaknya hendak memopulerkan kembali peribahasa yang aslinya berbunyi “bagai mendapat durian runtuh”, bermakna “mendapat keuntungan yg tidak tersangka-sangka atau tidak dengan bersusah payah”.

Baca entri selengkapnya »


%d blogger menyukai ini: